Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mitra Kukar Harus Siap Menjadi Klub Ibu Kota

2 September 2019   10:53 Diperbarui: 2 September 2019   11:06 0 3 1 Mohon Tunggu...
Mitra Kukar Harus Siap Menjadi Klub Ibu Kota
Skuad utama Mitra Kukar saat ini. (Mitrakukar.com)

Efek perpindahan ibu kota tidak hanya dirasakan di bidang lingkungan, ekonomi, dan sosial. Efek perpindahan tersebut juga dapat dirasakan di dunia sepak bola Indonesia dengan melunturkan prestis Persija sebagai klub ibu kota. 

Mereka harus rela menjadi klub regional saja selayaknya Surabaya yang menjadi klub ibu kota Jawa Timur ataupun Persib sebagai klub ibu kota Jawa Barat dan klub-klub ibu kota provinsi lainnya.

Perubahan status ini membuat posisi Persija akan digantikan oleh Mitra Kukar. Klub asal Tenggarong Kutai Kartanegara tersebut yang dapat dipastikan akan seperti Persija. Hal ini dikarenakan sebagian wilayah Kutai Kartanegara akan dijadikan teritori ibu kota.

Walau demikian, tidak akan menutup kemungkinan jika ibu kota baru tersebut akan memiliki klub yang dapat disebut "murni" sebagai klub ibu kota. Mengingat wilayah ibu kota ini tidak sepenuhnya berada di Kutai, maka ada peluang bagi ibu kota baru tersebut akan membentuk klub baru yang benar-benar berbasis di tengah ibu kota.

Apabila hal ini terjadi, maka status Mitra Kukar akan seperti Tira-Persikabo dan Bhayangkara FC. Mereka (Mitra Kukar) akan menjadi rival atau tetangga bagi sang klub ibu kota baru. 

Namun, sebagai sebuah wilayah yang baru dibangun, tentu akan cukup sulit untuk memunculkan sebuah klub apalagi jika harus langsung bertengger di Liga 1.

Meski ada peluang praktik pembelian lisensi ataupun merger antara klub lokal dari Penajam Paser Utara (Penajam Utama) dengan sebuah klub yang sudah mapan, namun opsi itu tentu tidak akan sebagus dengan mengembangkan Mitra Kukar yang notabene sudah ada dalam waktu yang lebih lama. Maka dari itu, keberadaan Mitra Kukar akan lebih berpotensi untuk menjadi klub yang dapat menyandang sebagai klub ibu kota.

Sebenarnya, apa pentingnya sebuah klub berstatus sebagai klub ibu kota?

Jika merujuk pada semua klub sepak bola yang ada di dunia ini, mereka yang menjadi klub ibu kota rata-rata memiliki prestis. Baik itu dihitung dengan sejarah, prestasi, dan kepopuleran. Kepopuleran ini kemudian juga akan menarik minat bagi investor untuk menjadi pemilik klub asal ibu kota tersebut.

Contoh paling nyata adalah Paris Saint Germain (PSG). Klub asal ibu kota Prancis (Paris) tersebut berhasil menarik minat investor asing (dari Qatar) untuk menjadi pemilik klub dan membuat klub tersebut memiliki modal besar untuk bersaing dengan klub-klub papan atas (dengan belanja pemain bintang) baik di level domestik maupun di level konfederasi (UEFA Champions League).

Situasi ini juga mirip dengan apa yang terjadi di klub ibu kota Spanyol, Real Madrid. Bedanya, Real Madrid punya rival sekota yang bisa dikatakan cukup seimbang (saat ini) dengan mereka, yaitu Atletico Madrid. Sehingga, Real Madrid tidak bisa 100% menggaet publik Madrid.

Situasi menarik nan seru justru terjadi di ibu kota Inggris, London. Mereka memiliki tiga klub papan atas yang masing-masing telah menorehkan sejarahnya. Dimulai dari Arsenal menjadi klub satu-satunya di Inggris sampai sejauh ini yang meraih gelar juara Liga Inggris tanpa kekalahan (The Invincibles). Lalu, ada Chelsea yang menjadi klub ibu kota selain Real Madrid yang mampu menjuarai Liga Champions.

Sedangkan, Tottenham Hotspur adalah klub ketiga (selain Arsenal dan Chelsea) dari London yang pernah merasakan laga final Liga Champions tepatnya di musim 2018/19. Sayangnya, mereka belum bisa mengikuti jejak Chelsea untuk mencium "Si Kuping Besar".

Dari status sebagai klub ibu kota, klub-klub tersebut selalu berupaya menjaga gengsi meski gelar juara mulai tak mampu mereka gapai. Seperti Hertha Berlin di Jerman ataupun AS Roma yang masih kesulitan memupus dominasi trio "Nerri" (Juventus, AC Milan, dan Inter Milan) di liga domestik (Serie A).

Selain itu, dengan status sebagai klub ibu kota, mereka punya basis suporter besar dan mereka juga akan mudah diketahui oleh publik domestik maupun internasional. Bahkan dengan memanfaatkan kemajuan digital masa kini, popularitas klub ibu kota dapat terkatrol dan sering dicari di laman mesin pencarian.

Pemandangan ibu kota Berlin. (Mytrip.co.id)
Pemandangan ibu kota Berlin. (Mytrip.co.id)

Begitu pula dengan pengaruh status klub ibu kota di bursa transfer pemain. Tidak sedikit pesepakbola profesional memperhitungkan peluang untuk dapat bermain di klub ibu kota karena kehidupan mereka tentu akan lebih bagus dibandingkan hanya berada di klub non-ibu kota. 

Pertimbangan atas kemajuan sosialnya, infrastruktur publik, dan lain-lain akan membuat para pemain akan tertarik untuk bergabung ke klub ibu kota.

Skuad 2013, diperkuat oleh Zulham Zamrun, Hamka Hamzah, dan duo jawara Arema; Ahmad Bustomi dan Zulkifli Sukur.
Skuad 2013, diperkuat oleh Zulham Zamrun, Hamka Hamzah, dan duo jawara Arema; Ahmad Bustomi dan Zulkifli Sukur.

Inilah yang kemudian dapat menjadi faktor penting bagi klub ibu kota, termasuk Mitra Kukar nanti. Mereka yang di era ISL sempat menjelma sebagai "PSG-nya Indonesia", karena memiliki banyak pemain papan atas dan dimiliki oleh salah seorang pengusaha kaya di Indonesia, tentu ingin kembali menjadi klub yang disegani.

Namun, perjalanan mereka harus dimulai dari sekarang dengan segera meneguhkan misi untuk promosi ke Liga 1 2020. Mereka yang saat ini berada di Liga 2 tentu harus lebih maksimal lagi dalam membangun tim yang berpondasi dan dapat dijadikan sebagai modal untuk promosi. Dari cara itu, mereka nanti akan dapat membuka peluang untuk kembali menjadi salah satu klub papan atas di Indonesia.

Saat ini Mitra Kukar diperkuat eks Persija dan Persib, Atep. (MitraKukar.com)
Saat ini Mitra Kukar diperkuat eks Persija dan Persib, Atep. (MitraKukar.com)

Setidaknya, mereka perlu menjadi Mitra Kukar era ISL yang dapat merekrut pemain-pemain kelas atas dan secara permainan mampu memberikan persaingan sengit kepada klub-klub klasik dan penuh prestasi seperti Persebaya, PSM, Persija, Persipura dan lain-lain.


Jika mereka mampu melakukannya, maka mereka dapat dipastikan akan menjadi klub ibu kota yang kuat dan tentunya akan menambah sengit peta persaingan di Liga 1. Inilah yang nantinya harus dilakukan oleh Mitra Kukar sebagai klub ibu kota.

Namun, jika menilik pada atmosfer persaingan Liga 1 musim ini (2019), sepertinya Mitra Kukar perlu waktu yang tidak sebentar untuk segera meraih prestasi gemilang di kompetisi domestik. Karena, hampir semua klub di Indonesia tidak kenal menyerah untuk dapat bersaing dan bertahan di level teraman dan terbaik di Liga 1.

Bahkan beberapa klub yang non-ibu kota regional pun mampu memberikan penampilan maksimalnya seperti Arema FC, Madura United, dan PS Sleman. Ketiga klub ini selalu mampu berupaya tampil maksimal apalagi ketika menjadi tuan rumah. Bahkan, ketiganya memiliki pencapaian yang menarik di musim ini, setidaknya di paruh pertama.

Arema FC dan Madura United berada di zona 5 besar, sedangkan PS Sleman mampu menjadi klub asal Yogyakarta yang dapat tampil bagus di Liga 1 sebagai tim promosi dari Liga 2 2018.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x