Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Fantastis, Tottenham Hotspur Kejar Liverpool ke Final!

9 Mei 2019   05:12 Diperbarui: 10 Mei 2019   10:01 0 1 0 Mohon Tunggu...
Fantastis, Tottenham Hotspur Kejar Liverpool ke Final!
Selebrasi gol ketiga Lucas Moura di semifinal leg kedua melawan Ajax (19/5).(Cbssports.com)

Menyaksikan drama 5 gol yang fantastis, tentu adalah kebahagiaan tersendiri. Semakin bahagia, ketika celetukan di pesan pribadi menyatakan bahwa Tottenham bisa comeback. Ya, terbukti, Spurs sukses melaju ke final dengan mengandaskan perlawanan sengit dari sang tuan rumah (9/5).

Lagi-lagi, para penonton sepakbola dibuat kecele, ketika tim yang diunggulkan akan lolos ke final justru tumbang. Ironisnya, tak hanya Barcelona namun juga Ajax Amsterdam. Semakin miris ketika Ajax disingkirkan saat mereka awalnya berhasil unggul terlebih dahulu. Tidak main-main, 2 gol sukses bersarang ke gawang Hugo Lloris. Agregat sementara sampai akhir babak pertama adalah 3-0 untuk keunggulan Ajax atas Tottenham Hotspur.

Namun, keberuntungan sepertinya tidak memayungi publik Johan Cruijf Arena. Keberuntungan justru mengarah ke pendatang asal Inggris. Yaitu, tim yang sungguh-sungguh berjuang sampai titik penghabisan. Tidak ada kata menyerah bagi Tottenham Hotspur.

Sebelum laga ini digelar, mentalitas juga diperbincangkan oleh publik penikmat sepakbola ketika kedua tim memiliki rekam jejak yang berbeda. Ajax adalah unggulan di Eredivise (Liga Belanda). Sedangkan Tottenham Hotspur disebut-sebut sebagai tim penggembira dalam upaya perebutan gelar juara di Premier League (Liga Inggris). Artinya, secara mentalitas juara, Ajax lebih diunggulkan meski secara pengalaman justru skuad Spurs yang lebih unggul.

Hal ini tak lepas dari pertanyaan siapa pemain yang paling berpengalaman di Ajax saat bertanding di Liga Champions? Jawabannya adalah striker veteran yang di laga ini diturunkan menjelang akhir pertandingan, Klaas Jan Huntelaar. Pemain yang sudah malang-melintang memperkuat klub-klub kuat di Eropa itulah yang paling tahu soal pengalaman bermain dengan level tertinggi---perang mental. Inilah yang menjadi perbedaan jika dibandingkan Spurs yang memiliki banyak pemain yang bertarung di Liga Champions secara konsisten dan tak hanya berpengalaman di satu klub saja.

Hugo Lloris, Jan Vertonghen, Fernando Llorente, dan Lucas Moura adalah beberapa pemain yang sangat tahu bagaimana caranya untuk memenangkan pertandingan. Tidak pantang menyerah adalah modal besar bagi mereka dan itu sudah diperlihatkan sejak berhasil lolos ke semifinal. Mereka berhasil menyingkirkan Manchester City dengan mencetak 3 gol di laga tandang. Itulah yang dilakukan kembali oleh Spurs di semifinal leg kedua.

Lagi-lagi, Spurs trengginas saat bermain di leg kedua. Mereka terus memainkan permainan mereka dan mereka berupaya keluar dari bentuk permainan lawan yang ala futsal (main keroyokan). Spurs mencari anti-tesis dari permainan Ajax, dan itu mulai terlihat di babak kedua.

Sejak masuknya Llorente, Spurs bermain dengan komposisi yang ideal. Yaitu, bermain dengan trisula di depan, Son-Llorente-Moura. Tiga pemain inilah yang dapat menjadi batu sandungan bagi pertahanan lawan, dan sialnya itu adalah Ajax.

Masuknya Llorente, otomatis membuat dua bek tengah Ajax harus bertarung dengan Llorente yang bertubuh tinggi-besar. Situasi ini cukup merepotkan, karena Ajax tidak 100% memainkan zona marking. Mereka juga bertahan dengan cara man-to-man marking. Artinya, jika, Llorente mampu menarik 1-2 pemain Ajax, maka antara Son dan Moura dapat masuk ke dalam kotak penalti.

Situasi ini cukup membuat pertahanan Ajax mulai kehilangan konsentrasi. Sesuatu yang tidak terjadi di babak pertama, dan inilah petaka bagi Ajax.

Di babak kedua, permainan Spurs seperti meladeni permainan keroyokan Ajax dengan bermain keroyokan pula. Khususnya ketika mendapatkan peluang dari bola mati. Keberadaan banyak pemain, membuat fokus 1-2 pemain Ajax bisa kecolongan. Terbukti, salah satu gol Spurs lahir dengan situasi screamed dan dimanfaatkan Lucas Moura untuk menceploskan bola ke gawang Onana.

Selain itu, ada satu hal lagi yang diperagakan oleh Spurs dan itu sebenarnya yang dinantikan dari permainan Spurs maupun klub-klub Inggris lainnya. Yaitu, bermain dengan transisi ke penyerangan dengan cepat. Hal ini adalah hukuman yang tepat kepada Ajax yang bermain terlalu berani untuk keluar menekan permainan Spurs.

Salah satu gol Moura tercipta karena situasi tidak siap Ajax untuk menerima serangan balik, dan "BOOM!" Moura sukses mencatatkan namanya ke papan skor untuk pertama kali di laga tersebut. Gol itu pula yang sebenarnya menjadi sinyal peringatan bagi pertahanan Ajax untuk lebih rapi dan tidak terlalu naik ke tengah.

Namun, situasi ini sepertinya kembali terulang ketika Spurs berada di momen 'hidup-mati'. Ya, menjelang pertandingan berakhir, mereka harus setidaknya menyerang sekali lagi untuk mencari gol ketiga. Tanpa basa-basi, Eriksen dkk berupaya segera mengalirkan bola ke depan dan menciptakan kemelut dengan keberadaan Llorente yang mampu menyita perhatian pemain-pemain Ajax dan membuat pemain-pemain Spurs lainnya dapat menerobos masuk ke area terlarang.

Satu kali lagi, Lucas Moura membuktikan dirinya adalah pemain yang memang seharusnya sangat diperhatikan di laga ini. Dia berhasil mencetak hattrick sekaligus mengantarkan Spurs untuk menang dan menyingkirkan Ajax dengan skor akhir 2-3. Fantastis!

Momen ini sangat mengguncang, khususnya bagi publik Spurs yang awalnya tak merasa akan lolos, ketika mereka tertinggal 2 gol cepat di babak pertama. Namun, segala upaya dan kejelian Pochettino dalam melihat situasi dengan memainkan pemain-pemain yang tepat untuk turun di babak kedua, sukses mengungguli taktik Erik Ten Hag yang 'kehabisan bensin'.

Spurs melaju ke final dengan sensasional. Mencetak 3 gol lagi seperti di perempat final leg kedua dan mengantarkan mereka ke Wanda Metropolitano, kandang Atletico Madrid untuk bertemu dengan sesama wakil Inggris, Liverpool di final Liga Champions 2018/19.

Sangat menarik untuk dinantikan, siapakah yang akan juara. Namun, antara Merah dan Putih, keduanya sudah melegakan publik Inggris. Karena, Inggris pasti akan berpesta.
Selamat Spurs!


Malang, 9 Mei 2019
Deddy Husein S.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x