Mohon tunggu...
Analisis

Ingin Fokus di Pemerintahan, Moeldoko Mundur dari Hanura

3 Juli 2018   13:05 Diperbarui: 3 Juli 2018   13:14 0 11 11 Mohon Tunggu...
Ingin Fokus di Pemerintahan, Moeldoko Mundur dari Hanura
www.instagram.com/akunketansusu

Menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015, Moeldoko secara resmi pensiun dari TNI dan bergabung dengan partai Hanura sejak 2016 yang lalu. Di dalam struktur Partai besutan Wiranto tersebut, Moeldoko menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Hanura.

Kiprah Moeldoko dalam dunia keprajuritan tidak perlu disangsikan lagi. Moeldoko merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa. 

Selama karier militernya, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa yaitu Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan sederet penghargaan lainnya. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.

Tepat pada 17 Januari 2018, Moeldoko ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjabat sebagai  Kepala Staf Kepresidenan Indonesia menggantikan Teten Masduki. Berbagai gebrakan dilakukan Moeldoko di lembaga tersebut sehingga lembaga ini menjadi jembatan setiap masalah yang ada dan berasa dekat dengan rakyat.

Kini setelah hampir 6 bulan berada di garis terdepan pemerintahan, Moeldoko merasa bahwa sudah saatnya mempertimbangkan untuk mundur dari partai Hanura dikarenakan kesibukan yang sangat padat di KSP. Pertimbangan Moeldoko tersebut lebih kepada ingin fokus di KSP dan mengabdi untuk negara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir mengatakan bahwa Hanura sangat menghargai keputusan Moeldoko jika ingin mundur dan ingin lebih fokus membantu Jokowi di KSP. Tanggapan yang sama juga disampaikan oleh Partai Golkar selaku partai koalisi pemerintah melalui Politikus Golkar, Ace Hasan Syadzily yang mengatakan sangat menghormati keputusan eks Panglima TNI tersebut. Partai Golkar berada pada posisi menghargai dan menghormati keputusan Moeldoko yang mengundurkan diri agar bisa fokus bekerja menjadi KSP.

Langkah Moeldoko yang mengundurkan diri dari Hanura memang mengejutkan banyak pihak. Karena selama ini hampir tidak terdengar ada isu yang berkaitan dengan hal tersebut. Disisi lain pengunduran diri ini dianggap merupakan langkah yang sangat baik demi menjaga supaya posisi KSP sebagai lembaga pemerintah tetap terjaga dan berjalan dengan optimal.

Kita berharap dengan mundurnya Moeldoko dari partai politik membuat lembaga KSP bisa berjalan lebih baik lagi dari sekarang. Mantan Panglima TNI tersebut bisa lebih fokus menjalankan tugasnya dan membuat KSP menjadi solusi dari semua permasalahan yang ada.

Dengan tidak lagi terafiliasi terhadap partai politik tertentu, Moeldoko diharapkan bisa menjadi penyejuk di tengah hangatnya situasi politik di negara ini yang sebentar lagi akan memasuki masa-masa krusial dengan adanya pemilu presiden 2019. Peran Moeldoko di KSP sangat sentral menjadi penghubung dan penengah antara kubu pemerintah dan oposisi.

Latar belakang Moeldoko yang sangat dekat dengan pihak manapun menjadi kelebihan dan kekuatan untuk menjaga stabilitas politik di negara ini. Figur Moeldoko sangat mudah diterima di kalangan manapun baik sebagai penasihat maupun ide-ide cemerlang yang dimilikinya