Mohon tunggu...
Irpanudin .
Irpanudin . Mohon Tunggu... suka menulis apa saja

Indonesianis :) private message : knight_riddler90@yahoo.com ----------------------------------------- a real writer is a samurai, his master is truth, his katana is words. -----------------------------------------

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Federer Menantang Djokovic di Final Wimbledon 2019

13 Juli 2019   03:22 Diperbarui: 15 Juli 2019   01:36 0 5 3 Mohon Tunggu...
Federer Menantang Djokovic di Final Wimbledon 2019
gambar: dnaindia.com

Federer belum habis. Di usianya yang menanjak 38 dia masih memainkan olahraga tenis di level tertinggi. Setelah kekalahan dari Raja Lapangan Tanah Liat di semifinal Roland Garros, dia membalasnya di semifinal Wimbledon mengungguli lawan yang sama, Rafael Nadal.

Menuntaskan set pertama melalui permainan alot tie break 7-6 (7-3), Federer harus menyerah di set kedua saat Nadal mengunci set ini dengan 1-6. Set ketiga relatif berlangsung mudah bagi Federer. Melalui penempatan bola yang akurat dan servis yang mematikan Federer langsung unggul 3-1 lalu menutup kemenangan dengan 6-3.

Tapi Nadal tidak menyerah. Di set keempat, Nadal memberikan perlawanan sengit. Beberapa kali Nadal melakukan Ace dan service yang tidak dapat dikembalikan dengan sempurna oleh Federer. Federer membalasnya melalui bola reli yang sulit dijangkau oleh Nadal. Beberapa kali deuce terjadi di dua game terakhir, menegaskan alotnya pertandingan di set ini. Nadal menekan saat tertinggal 2-4 dan memperkecilnya menjadi 4-5.

Tetapi berbekal ketenangan dan keunggulan memegang service di game terakhir, meski pun susah payah Federer berhasil menutup set keempat dengan kemenangan 6-4 dan melangkah ke final Wimbledon untuk yang ke-12 kalinya. Menantang peringkat pertama dunia sekaligus juara bertahan Novak Djokovic, yang sebelumnya mengalahkan rekan senegara Nadal, Roberto Bautista Agut, dengan 6-2, 4-6, 6-3 dan 6-2.

Kemenangan Federer atas Nadal menjadi rekor kemenangan ke-101 Federer di helatan Wimbledon, sekaligus menegaskan supremasi Federer di lapangan rumput. 

Saat diwawancarai seusai pertandingan, Federer tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Dia mengakui sulitnya mengalahkan seorang Rafael Nadal. Tetapi keunggulan di set pertama dengan tie break membuatnya lebih beruntung dan rilex. Meskipun Nadal mampu melakukan come-back luar biasa di set kedua,  dia tinggal menjaga ritme permainan untuk menuju kemenangan.

Rekor Federer melawan Djokovic relatif lebih positif dibanding rekornya terhadap Nadal, meskipun Federer masih tertinggal 22-25. Kedua pemain sudah saling mengalahkan, baik di helatan Wimbledon maupun di turnamen lain, sehingga sulit menebak pemenang final 14 Juli ini. Jika Federer memenangkan pertandingan, itu akan menjadi gelar ke-9 di Wimbledon dan gelar ke-21 Grand Slam, lebih banyak dari pemain tenis pria mana pun dalam sejarah tenis.

Sementara itu jika Djokovic memenangkan pertandingan, gelar Wimbledon tahun ini akan menambah koleksi Grand Slam-nya menjadi 16. Mendekatkan jarak dari Nadal yang meraih 18 Grand Slam, dan Federer 20.

Langkah Federer dan Djokovic ke final Wimbledon tahun ini, sekali lagi menunjukkan masih kokohnya supremasi the big 3 tenis dunia saat ini, yang dihuni oleh Federer, Djokovic, dan Nadal. Selama lebih dari 14 tahun ketiga pemain tersebut mendominasi turnamen Grand Slam. 

Tahun ini saja dua gelaran Grand Slam sudah diraih bergantian oleh Djokovic di Australia Open untuk gelar ke-8, dan Nadal menjuarai French Open untuk yang ke-12 kalinya.

Ketiga pemain sudah berusia di atas 30 tahun. Federer merupakan salah satu kasus langka, kontrol bola, kemampuannya bergerak efektif, mengendalikan ritme permainan, dan akurasi penempatan bolanya membuatnya masih menjadi salah satu yang terbaik di usianya yang terbilang senja. Tidak ada lagi pemain aktif seusianya yang masih bermain prima. Tetapi bagaimana pun tidak mungkin mengalahkan usia, pensiunnya tinggal menunggu waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x