Darwono Guru Kita
Darwono Guru Kita profesional

**************************************** \r\n DARWONO, ALUMNI PONDOK PESANTREN BUDI MULIA , FKH UGM, MANTAN AKTIVIS HMI, LEMBAGA DAKWAH KAMPUS JAMA'AH SHALAHUDDIN UGM, KPMDB, KAPPEMAJA dll *****************************************\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPemikiran di www.theholisticleadership.blogspot.com\r\n\r\nJejak aktivitas di youtube.com/doitsoteam. \r\n\r\n\r\n*****************************************\r\n\r\nSaat ini bekerja sebagai Pendidik, Penulis, Motivator/Trainer Nasional dan relawan Pengembangan Masyarakat serta Penggerak Penyembuhan Terpadu dan Cerdas Politik Untuk Indonesia Lebih baik\r\n*****************************************

Selanjutnya

Tutup

Atletik Pilihan

"Road to Tokyo Olympic 2020"

24 Agustus 2018   18:32 Diperbarui: 24 Agustus 2018   18:55 443 0 0

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) ahirnya menurunkan "calon spriter dunia" Lalu Muhammad Zohri pada nomor sprunt 100 meter putra dan estafet 4 X 100 m putra di ajang pesta olah raga multi even Asoan Games 2018. Jika tidak ada perubahan maka Zohri pertama-tama akan turu di 100 m putra pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 yang dilanjutkan jika masuk final pada hari Minggu 2018 Jam 21.25 (Day 2, Sesson2).

Pemberian kesempatan kepada Lalu m Zohri untuk berlaga di nomor bergengsi selain estafet 4 X 100 meter, merupakan kebijakan yang tepat apaklagi dengan tidak mematok target. Hal ini dikarenakan Zohri memili Personal Best yang paling baik diantar 5 sprinter andalan nasional dengan 10,18 detik yang diciptakan di kejuaraan atletik IAAF U 20 di Finlandia, lebih baik dari personal best seniornya Yaspi Boby yang memiliki catatan waktu 10.36 detik. 

Penulis menilai pemberian kesempatan kepada Zohri yang tanpa mematok target itu sebuah langkah bijak karena bagaimanapun Zohri yang diproyeksikan dapat berprestasi di Olimpiade Tokyo tahun 2020 perlu diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuannya di ajang multi even sebagaimana Olimpiade, peniadaan target bagi Zohri akan menjadikan Zohri lari lepas tanpa beban, mengingat personal best pelari-pelari China, Jepang dan Qatar yang sudah angka 9,9X detik. Su Bintian, sprinter China yang mendunia personal bestnya adalah 9.91 detik. 

Walaupun personal best resmi dari Zohri  yang ada sekarang hanya 10.18 detik, namun penulis sangat yakin dengan perbaikan teknik yang dilakukan pasca pulang dari Finlandia sekitar sebulan lalu, sudah barang tentu ada perbaikan prestasi dari Zohri saat ini. Jika Perbaikan di Start dan 25 meter awal, (lihat vide kami di youtube berjudul "Road to Tokyo Olympic 2020") sangat mungkin Zohri dapat berlari di sekitar 10 detik.

Apabila hal ini terjadi, maka rekor nasional lari 100 meter putra atas nama Surya Agung (10,17) dapat pecah. Artinya, ada keuntungan pemecAhan record dengan diturunkannya Lalu Muhammad Zohri, di balik tidak adanya target bagi Zohri di 100 meter event, ada "hidden Agenda" dalam makna positif yakni pemecahan rekord nasional itu sendiri. 

Pada sisi lain, melihat karakter lari Zohri yang penulis istilahkan sebagai "pengejar sejati", maka tidak menutiup kemungkinan, jika Zohri masuk final dan beradu kecepatan dengan pelari pelari top Asia yang sudah mendunia, insting mengejarnya akan terpacu, dan meski belum dapat melampaui ketiga pelari terbaik Asia dari Cina, Qatar dan Jepang dipastikan kecepatan Zohri akan terdongkrak dan bisa berada di sekitar 9,9X detik. JIka ini terjadi, maka adalah modal besar menuju Olimpiade Tokto 2020, dua tahun mendatang. 

Sudah barang tentu, harapan untuk meraih medali tetap ada, meski hanya medali perunggu, namun bagaimanapun juga, jika pada nomor peroranga catatan waktu Zohri membaik tajam, maka hal itu akan menjadi jangkar di nomor estafet 4 X 100 meter. Jika saat ini nomor Esatfet putra sudah menyentuh pada kisaran 38.xx detik, mudah-mudah di lomba resmi dengan Zohri yang telah terdongkrak akan menjadi lebih tajam dan kita doakan dapat meraih medali. 

Dengan mencermati uraian di atas, maka loma atletik Asian Games 2018 yang akan dimulai Sabtu, 25 Agustus 2018 besok, sangat sayang untuk dilewatkan oleh kita semua. Bagaimanpun jugan, dengan kedudukan atletik sebagai "induknya Olah Raga", kita sangat berkepentingan menggairahkan masyarakat terutama anak-anaka, remaja untuk melakukan oleh raga atletik, meskipun pada ahirnya pilahan cabang oleh raga nantinya sesuai bakat dan minatnya. Semoga dengan kuat di atletik, Indonesia akan kuat juga di olah raga lainnya. 

Penulis mantan atlet atketik UGM Yogyakarta dan Mantan Pelatih atletik di SMA Islam T Huda Bumiayu.