Darwono Guru Kita
Darwono Guru Kita profesional

**************************************** \r\n DARWONO, ALUMNI PONDOK PESANTREN BUDI MULIA , FKH UGM, MANTAN AKTIVIS HMI, LEMBAGA DAKWAH KAMPUS JAMA'AH SHALAHUDDIN UGM, KPMDB, KAPPEMAJA dll *****************************************\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPemikiran di www.theholisticleadership.blogspot.com\r\n\r\nJejak aktivitas di youtube.com/doitsoteam. \r\n\r\n\r\n*****************************************\r\n\r\nSaat ini bekerja sebagai Pendidik, Penulis, Motivator/Trainer Nasional dan relawan Pengembangan Masyarakat serta Penggerak Penyembuhan Terpadu dan Cerdas Politik Untuk Indonesia Lebih baik\r\n*****************************************

Selanjutnya

Tutup

Atletik

Lalu Muhammad Zohri Aset Bangsa

24 Juli 2018   07:52 Diperbarui: 24 Juli 2018   08:08 480 0 1

Sejak Mardi Lestari tampil di semifinal olimpiade 1988,  berita prestasi atletik kita untuk tingkat internasional nyaris tidak terdengar. Sehingga sangat wajar ketika "bocah ajaib", Lalu Muhammad Zohri menorehkan prestasi membanggakan di ajang international yang diselenggarakan oleh IAAF di Finlandia, sangat wajar jika kemudian  disambut  begitu gempita. Namun tentusaja, sebagaimana digariskan oelh Bob Hasan, bahwa sambutan atau penghargaan kepada Zohri yangan sampai membuat Zohri "terganggu". 

Penegasan Bob Hasan itu sangat perlu diperhatikan terutama untuk masa depan prestasi Zohri sendiri. Apalagi, meskipun Zohri tidak diturunkan pada nomor individual sprint 100 meter pada ajang Asian Games nanti, namun Zohri akan diturunkan di nomor estafet. Dengan waktu tercepat Zohri 10.18 detik, nampaknya Zohri merupakan pelari tercepat di team estafet kita. Artinya, Zohri dapat menjadi jangkar, untuk menarik team estafet kita agar menorehkan catatan waktu terbaik. Demikian juga di saat-saat latihan, recovery Zohri sangat diperlukan sehingga dapat memacu teaman satu teamnya dengan harapan perbaikan waktu yang signifikan dapat dicapai oleh team estafet kita. 

Demikian juga kebijakan untuk "menyimpan Zohri" itu perlu didukung oleh masyarakat olah raga Indonesia. Penulis melihat, Zohri adalah aset nasional yang sangat perlu dijaga, sehingga proyeksi prestasinya begitu gemilang di Olimpiade 2020 dapat tercapai. Saat yunior adalah gambaran untuk prestasi ke depannya, namun jika tidak dikelola dengan baik, maka potensi yunior yang begitu gemilang dari masa-ke masa semakin memudar dan di masa seniornya menjadi tenggelam. Itulah yang harus tidak terjadi pada Zohri. 

Menengok perjalanan prestasi  Zohri 6 bulan terakhir, yang diawali pada catatan waktu 10. 30 detik, meningkat 10.27 detik di kejuaraan Yunior Asia, kemudian menjadi 10,18 detik di kejuaraan U20 IAAF di Finlandia, kita tentu sangat berkeyakinan dengan berbagai perbaikan teknik dan gizi, prestasi  Zohri akan meningkat tajam, sangat diharapkan Zohri sudah dapat berlari di bawah 10 detik saat ikut memperkuat team estafet merah putijh nanti. 

Kemauan Zohri untuk maju tentu akan mendongkrak prestasinya. Keinginan Zohrei untuk melanjutkan kuliah meski banyak pihak yang menawarkan pekerjaan, adalah cerminan keingin majuan Zohri. Tinggal PB PASI sebagai "induk semang" Zohri, perlu memfasilitasi, cita cita Zohri dengan kepentingan prestasinya di masa datang. Fasilitasi itu dapat berupa beasiswa bagi Zohri untuk berkuliah di tempat dimana dia dapat berlatih dengan para sprintir dunia, seperti di Amerika Serikat misalnya. Dengan cara demikian, diharapkan Zohri menjadi sprontir elit dunia yang membanggakan Indonesia di masa datang. Hal ini akan berefek domino melalui inspirasinya yang akan berhembus ke seluruh nusantara. Kita harus menyadari, bahwa atletik adalah ibunya olah raga, sukses di atletik akan menjadi bara yang menyalakan gelora prestasi cabang-cabang lain. 

Seperti pesan videao tentang Zohri yang penulis upload di youtube, melalui tulisan ini penulis berpesan  "Keep on the Track, Focus and Focus ! "

If Allah helps you, then there is none that can overcome you, and if He forsakes you, who is there after Him that can assist you? And in Allah let the believers put their trust.