Mohon tunggu...
Darwono Guru Kita
Darwono Guru Kita Mohon Tunggu...

**************************************** \r\n DARWONO, ALUMNI PONDOK PESANTREN BUDI MULIA , FKH UGM, MANTAN AKTIVIS HMI, LEMBAGA DAKWAH KAMPUS JAMA'AH SHALAHUDDIN UGM, KPMDB, KAPPEMAJA dll *****************************************\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPemikiran di www.theholisticleadership.blogspot.com\r\n\r\nJejak aktivitas di youtube.com/doitsoteam. \r\n\r\n\r\n*****************************************\r\n\r\nSaat ini bekerja sebagai Pendidik, Penulis, Motivator/Trainer Nasional dan relawan Pengembangan Masyarakat serta Penggerak Penyembuhan Terpadu dan Cerdas Politik Untuk Indonesia Lebih baik\r\n*****************************************

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

The Miracle Tree

16 Januari 2018   21:24 Diperbarui: 17 Januari 2018   00:30 501 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam masyarakat kita, pribahasa yang biasa  digunakan untuk menggambarkan betapa kecilnya daun ini, dunia dinyatakan sebagai tidak selebar daun kelor. Pohon kelor yang nama ilmiahnya Moringa oleifera ini tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar. Di kampung-kampung d Jawa Pohon kelor sering menjadi tutup sajian untuk pengantin yang disebut adep-adep. Cover daun kelor pada adep-adep tersebut dipercaya dapat menangkal berbagai racun yang mungkin dapat memasuki sajian raja dan ratu sehari itu secara.ghaib (penolac magic, teluh).

Kehebatan daaun kelor yang sudah secara turun temurun diketahui oleh bangsa Indonesia tersebut kini mendunia. Kali ini kehebatan pohon yang daunnya tidak seberapa lebar itu, seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari akar sampai kulit kayunya, tumbuh dengan cepat dan tahan kekeringan, dengan benih yang dapat menjernihkan air, ini adalah sumber berharga di banyak tempat, sehingga FAO (food and Agriculture Organisation)  menyebutnya sebagai 'hasil panen bulan ini dan pohon kelor mendapat julukan "the miracle tree", pohon ajaib. 

Dari beberapa referensi dinyatakan bahwa Moringa oleifera L. mengandung kombinasi senyawa yang unik yaitu isotiosianat dan glukosinolat. Isotiosianat  merupakan zat yang terdapat dalam berbagai tanaman, termasuk kelor,  memiliki potensi sebagai agen kemopreventif yakni suatu senyawa yang dapat mencegah dan menghambat perkembangan kanker. Kemopreventi mencegah inisiasi, menunda atau melawan promosi atau progresi sel kanker. Secara in vivo, isotiosianat telah menunjukkan aktivitas sebagai agen antikanker. Isotiosianat terlepas dari tanamannya melalui aksi enzim mirosinase setelah sel tanaman itu rusak, seperti saat dipanen atau saat dikunyah . Atas dasar fakta-fakta tersebut berbagai penelitian mengenai isotiosianat telah banyak dilakukan.

Sementara itu Glukosinolat merupakan molekul yang dibentuk dari protein dan karbohidrat. Zat tersebut bersifat hidrofilik (dapat larut air), sehingga glukosinolat akan tertinggal pada hasil rendaman.. Pemanasan sempurna bahan makanan akan merusak glukosinolat karena protein akan terdenaturasi ketika dipanaskan.. Glukosinolat mampu mengurangi risiko penyakit kanker serta menjinakkan sel-sel kanker abnormal, dan kandungan glukosinolat dapat meningkat atau menurun tergantung proses pengolahan, mulai mencuci, memotong, hingga merebus..  Karena itu, meskipun memiliki khasiat besar sebagai antikanker, proses pengolahan kelor  harus tetap diperhatikan agar tidak menghilangkan khasiatnya, di antaranya mencuci bersih, memasak tidak terlalu lama, dan mengunyah secara cermat. Dalam sajian adep-adep sebagaimana diungkapkan pada awal tulisan ini  kelor biasanya berupa daun segar.   

Selain Kelor mengandung isotiosianat dan glukosinolat  yang membuat Kelor menjadi perhatian dunia dan memberikan harapan  sebagai tanaman yang dapat menyelamatkan jutaan manusia yang kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan Kelor kaya dengan kandungan nutrisi dan senyawa yang dibutuhkan tubuh.  Seluruh bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan, menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan manusia dan terutama sumber asupan gizi keluarga. Bahkan, kandungan kelor diketahui berkali lipat dibandingkan bahan makanan sumber nutrisi lainnya, itulah sebabnya kelor juga mendapatkan julukan sebagai the miracle tree 

Tanaman kelor mengandung tidak kurang dari 46 antioksidan kuat , yaitu  senyawa yang melindungi tubuh terhadap efek merusak dari radikal bebas dengan menetralkannya sebelum dapat menyebabkan kerusakan sel dan penyakit. Senyawa Antioksidan yang terkandung dalam kelor diantaranya  Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K,  berbagai Vitamin B dll.  Dari kandungan tersebut kelor dapat berfungsi sebagai anti infammatori yakni senyawa yang dapat mengurangi peradangan yang biasanya ditandai dengan kalor (demam), dolor (kemerahan) dan functia laesa (hilangnya fungsi organ sebagaimana lazimnya. 

Dari urain di atas dapat dipahami bahwa karena kelor mengandung nutrisi luar biasa, menjadikan kelor disebt sebagai pohon ajaib (the miracle tree). Kelor juga  menjadi sumber antioksidan alami yang baik karena kandungan dari berbagai jenis senyawa antioksidan seperti askorbat acid, flavonoid, phenolic dan karotenoid. Antioksidan dapat digunakan sebagai upaya pencegahan terhadap hepatotoksisitas melalui mekanisme mencegah kenaikan MDA dan kenaikan GSH, serta mencegah peningkatan enzim faal hepar dan kerusakan hepar.  

Tingginya konsentrasi asam askorbat, dan berbagai asam amino esensial  yang terdapat   dalam daun dan polong menjadikannya sebagai  suplemen makanan yang cukup ideal.  Jadi meski kelor dinyatakan sebagai sesuatu yang kecil, dimana daunnya tidak seberapa lebar, namun faktanya, kelor memilik kandungan yang luar biasa, dan tidak berlebihan jika kelor mendapatjulukan the Miracle Tree, pohon ajaib, dan kini kelor makin kesohor.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x