Mohon tunggu...
Daniel SetyoWibowo
Daniel SetyoWibowo Mohon Tunggu... Tutor kelompok belajar anak-anak

Seorang warga negara Indonesia yang mau sadar akan kewarganegaraan dengan segala ragam budaya, agama, aliran politik, sejarah, pertanian / kemaritiman tetapi dipersatukan dalam semangat nasib dan "imagined communities" yang sama Indonesia tetapi sekaligus menjadi warga satu bumi yang sama.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tragedi Holokaus, Kisah Hana Brady dan Kopornya

28 Juli 2019   05:00 Diperbarui: 28 Juli 2019   05:05 268 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tragedi Holokaus, Kisah Hana Brady dan Kopornya
Foto : Dokpri.

(Tinjauan buku ini ditampilkan untuk memperingati Tragedi 27 Juli  1996 dan  pelanggaran-pelanggaran  melawan kemanusiaan dan genosida di Indonesia.)

"Kami, 'Small Wings', akan menceritakan kepada semua anak di Jepang, tentang apa yang telah dialami oleh Hana. Kami, 'Small Wings' tidak akan pernah melupakan apa yang telah menimpa satu setengah juta anak-anak Yahudi. Kami, anak-anak, bisa melakukan perubahan untuk menciptakan perdamaian di dunia ini sehingga tragedi pembantaian tidak akan pernah terjadi lagi."  Maiko, 'Small Wings', Desember 2000, Tokyo


Setiap hari anak-anak mengunjungi sebuah museum di Tokyo, Jepang, untuk melihat kopor itu. Kopor itu dipajang dalam lemari kaca. Melalui kaca transparan itu bisa terihat dan terbaca tulisan di kopor itu. Tulisan itu berwarna putih dan ada di bagian depan. Tertulis nama sosok anak perempuan : Hana Brady dan juga tanggal lahir 16 Mei 1931. Juga ada kata lain : 'waisenkind'. 'Waisenkind' dalam bahasa Jerman berarti yatim piatu.

Apa yang terlintas segera ketika melihat kopor bertuliskan seperti di atas ? Kopor itu milik seorang anak kecil perempuan berstatus yatim piatu. Bagaimana kalau kopor itu diamati sekelompok anak-anak sepantaran Hana meskipun berbeda waktu dan tempat ? Mengagumkan ! Karena, ia bisa mengungkap peristiwa yang melampaui dari sekedar sebuah kopor replika dari yang aslinya. Lewat apa ? Cerita dan cerita !

Memang anak-anak sekedar bertanya dan minta jawaban. Siapakah Hana Brady ? Apa yang terjadi padanya ? Dan, Fumiko Ishioka, direktur Holocaust Education Center, di Jepang, berhasil menemukan jawaban melalui semangat dan kerja kerasnya yang luar biasa. Hana Brady -- melalui tulisan replika kopor itu - berhasil mewujudkan cita-citanya, yakni guru bagi anak-anak di Jepang yang mengajarkan tragedi Holokaus (pembantaian massal atau pemusnahan ras Yahudi) dalam sejarah hidup umat manusia.

Kemudian, kisah nyata tentang Hana itu diceritakan oleh George Brady, kakak Hana Brady. Anak-anak mendengar kisah itu dan lalu mereka menceritakan dan menceritakan kembali kepada kawan-kawannya.

Tanda Centang

Ada dua bagian besar buku ini, yaitu kisah Hana Brady sendiri atau kisah masa lalu, dan kisah pencarian oleh Fumiko Ishioka dan kelompok Small Wings. Kedua kisah itu dipadukan berselang-seling. Ini menarik karena pembaca dibuat mencari apa hubungan kedua kisah yang berbeda itu meskipun awalnya kita kesulitan memahami keterkaitan kisah-kisah masa lalu dan masa kini.

Awalnya, hubungan itu ada pada sosok Hana Brady seperti diacu dengan kata-kata pada kopor itu. Tapi, kenyataan melalui dokumen yang dicari dengan kerja keras oleh Fumiko berbicara lain.

Ternyata, nama Hana Brady termasuk nama yang dicentang dalam daftar anak-anak di kamp konsentrasi di Theresinstadt, Cekoslovakia (Republik Cheska). Tanda centang dalam daftar itu artinya "tidak bertahan hidup". Hana dan beserta anak-anak lain dimasukkan dalam bangunan besar dan ditutup rapat.

Dua kisah itu selesai atau terputus  dengan tidak ada hubungan sama sekali di antaranya dengan kenyataan bahwa dalam dokumen nama Hana Brady diberi tanda centang ? Ternyata, tidak. Ada nama keluarga Brady yang lain, yaitu George Brady, yang ternyata kakak Hana. Nama itu tidak dicentang. Berarti ia masih hidup. Sosok inilah yang kemudian menjadi titik pertemuan hubungan kedua kisah itu, untuk menceritakan kisah Hana.

Namun, di mana keberadaan George ini ? Sulit melacaknya. Melalui Ludmina, penjaga museum Ghetto Terezin, Fumiko mendapatkan bahwa George adalah tahanan di "Kinderheim" L417, suatu barak anak laki-laki di Theresienstadt, salah satu temannya "Kurt Kotouc" yang dikenal Ludmila. Tapi, di mana dia ? Informasi itu bisa ditemukan di Museum Yahudi di Praha. Melalui teman George ini, keberadaan kakak Hana Brady dapat diketahui dan dihubungi.

            George Brady-lah yang menjadi titik temu kisah anak-anak Yahudi dalam masa lalu dalam tahanan Nazi dengan kisah Fumiko dan anak-anak Small Wings di Tokyo Jepang di masa kini. Masa lalu dan masa kini dijembatani. Dan, mungkin puisi yang mengeskpresikan itu :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x