Mohon tunggu...
Daniel Mashudi
Daniel Mashudi Mohon Tunggu... Kompasianer

Lifelearner. E-mail: daniel.mashudi@yahoo.com Twitter, IG: @samLeinad

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Asyiknya Membuat Shibori di Sabang Merauke 2019

1 Agustus 2019   21:05 Diperbarui: 1 Agustus 2019   21:12 0 1 0 Mohon Tunggu...
Asyiknya Membuat Shibori di Sabang Merauke 2019
dok. pribadi

Pada hari Rabu (17/7) saya berkesempatan hadir di RPTRA Kelapa Nias IX Jakarta Utara dalam acara Sabang Merauke 2019 yang pada hari tersebut memiliki agenda 'Bermain dan Belajar Membatik Bersama SOIna (Special Olympics Indonesia). Rangkaian kegiatan Sabang Merauke 2019 sendiri sudah berlangsung beberapa minggu sebelumnya. Pada tanggal 5/7, saya juga ikut hadir saat kunjungan ke Pura Aditya Jaya dan Wihara Jakarta Dhammacaka Jaya untuk mengenal keragaman agama.

Sabang Merauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali) merupakan program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan semangat toleransi, pendidikan, dan keIndonesiaan. Dalam program ini, 20 anak dari berbagai daerah di Indonesia akan tinggal bersama keluarga asuh yang berbeda agama atau budaya, serta berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang selama 3 minggu. Setelah kembali ke daerahnya, mereka akan menyebarkan nilai-nilai perdamaian di daerahnya masing-masing.

dok. pribadi
dok. pribadi
Kegiatan membatik di RPTRA Kelapa Nias IX berlangsung dalam suasana gembira. Teknik shibori diperkenalkan kepada peserta, teknik ini mudah dipelajari serta bisa dilakukan dalam waktu yang relatif cepat. Shibori merupakan kesenian dari Jepang, di mana sebuah pola pada kain diciptakan melalui proses pencelupan pada pewarna. Di Indonesia, contohnya adalah kain jumputan (Palembang) dan sasirangan (Banjar, Kalimantan Selatan).

Dasar pembuatan Shibori mirip seperti membatik, di mana beberapa bagian kain dilindungi dengan benda-benda tertentu (kelereng, kotak kayu, tali, pipa paralon, dan lain-lain) agar tidak terkena pewarna. Hasil akhirnya akan memberikan pola sesuai dengan bagian yang diwarnai dan dilindungi. Shibori memiliki berbagai macam teknik. Namun pada kegiatan hari tersebut, ada 4 teknik yang diperkenalkan kepada peserta yaitu miura, arashi, itajime, dan kanoko.

Miura shibori merupakan teknik yang sangat mudah sehingga paling sering digunakan. Kain cukup diikat  kencang dengan tali. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna, hasilnya akan membentuk pola yang menyerupai air.

Arashi shibori dibuat dengan cara melilitkan kain pada pipa paralon. Kemudian lilitan kain diikat kencang dengan tali dan didorong sedemikian rupa sehingga membentuk kerutan. Setelah dicelup ke dalam pewarna, pola yang dihasilkan seperti aliran air hujan di waktu badai.

Itajime shibori dibuat dengan cara melipat kain sedemikian rupa. Kemudian kain ditekan dengan balok atau kotak kayu pada kedua sisinya, lalu diikat dengan tali. Lipatan kain yang ditekan dengan dua kotak kayu ini mirip seperti sandwich. Setelah proses pewarnaan, dihasilkan pola yang simetris pada kain.

Kanoko shibori dibuat dengan cara mengikat kelereng dengan karet atau tali. Pola yang dihasilkan bergantung pada seberapa kencang ikatan tersebut. Setelah diwarnai, akan dihasilkan pola lingkaran acak.

dok. pribadi
dok. pribadi
Saya juga ikut berkreasi dalam kegiatan ini. Itajime shibori saya pilih karena mudah dan cepat. Setelah lembaran kain saya lipat, kemudian saya tempatkan dua kotak kayu di bagian atas dan bawah lipatan kain tersebut. Tak lupa saya ikat 'sandwich' tersebut dengan karet gelang. Sebelum melakukan pewarnaan, jangan lupa gunakan apron atau celemek untuk melindungi baju, serta sarung tangan.

Proses pencelupan ke dalam pewarna juga merupakan bagian yang tak kalah pentingnya. Ada beberapa warna yang disediakan saat itu, yaitu merah, biru, kuning, dan hitam. Seberapa pekat warna pada kain ditentukan oleh seberapa intens kain tersebut dicelupkan ke pewarna.

Setelah pewarnaan selesai, kain dicuci dengan air bersih. Kemudian ikatan-ikatan pada kain dilepas. Ada beberapa peserta yang terlihat cukup repot untuk melepas ikatan pada kain, karena banyak ikatan dan pola yang dibuatnya. Setelah semua ikatan dilepas, kain dijemur hingga kering. Kain dengan pola dan warna cantik pun dihasilkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2