Mohon tunggu...
Danang Adi
Danang Adi Mohon Tunggu... Tempat nulis artikel

From Earth

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Menjadi Pribadi yang Baik dengan Pendidikan Karakter yang Baik

13 Juni 2021   08:20 Diperbarui: 13 Juni 2021   08:26 49 2 0 Mohon Tunggu...

Salah satu faktor keberhasilan seseorang dapat dilihat dari pendidikannya. Dengan adanya pendidikan, seseorang akan mengetahui akan jadi apa ia nanti. Pada abad 21 perkembangan teknologi sangat cepat membuat seseorang harus memiliki pendidikan yang tinggi untuk masa depannya kelak. Menempuh pendidikan juga merupakan hak setiap orang, namun bangsa Indonesia juga memiliki cita-cita, yaitu mencerdaskan kehidupan warga negaranya.

Untuk menciptakan bangsa yang baik maka perlulah generasi muda yang berkualitas dari segi pendidikan. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya membahas materi yang ada di kelas, namun bagaimana peserta didik menghadapi kehidupan di masyarakat kelak. 

Banyaknya kasus korupsi di Indonesia yang terjadi belakangan ini membuat kita berpikir mengapa seorang pejabat yang pandai melakukan tindakan tercela tersebut? Masalah tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Indonesia masih perlu diperbaiki. Kasino Hadiwibowo atau yang biasa dipanggil Kasino Warkop mengatakan,”Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar namun kekurangan orang jujur”. Banyak orang Indonesia telah menempuh pendidikan yang tinggi namun pada saat mereka menjadi pejabat malah memanfaatkan pekerjaan tersebut untuk dirinya sendiri.

Pendidikan karakter harus diberikan kepada generasi muda secepat mungkin agar orang tersebut menjadi pribadi yang baik nantinya. Menurut Tim Rusmini dalam penelitiannya yang berjudul “Pentingnya Pendidikan Karakter Usia Dini” mengungkapkan bahwa pendidikan karakter diberikan sejak usia dini karena pada usia 0-6 tahun anak mampu menyerap dengan cepat sesuatu yang dilihat dan didengarnya.

Pendidikan karakter dapat diberikan oleh orang tua dan guru. Keduanya memiliki peran penting dalam mendidik karakter anak. Pada masa kanak-kanak, anak diasuh oleh orang tua, disitulah orang tua harus menanam karakter anak yang baik. Selain itu, sifat karakter orang tua cenderung menurun kepada anak.

Bertambahnya usia anak membuat anak memasuki dunia sekolah mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Disitulah anak menghabiskan setengah harinya bersama guru. Selain mengajari pendidikan intelektual anak, guru juga dituntut untuk mengajari pendidikan karakter anak sesuai UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ada beberapa upaya yang dilakukan guru untuk membentuk pendidikan karakter pada anak yang sesuai dengan 18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter, misalnya anak diajarkan untuk tidak mencontek pada saat ujian. Selain itu, anak juga diajari cara bertoleransi dengan individu yang lain. Kedua nilai yang diajarkan seperti kejujuran dan toleransi memang suatu hal yang kecil namun akan berdampak besar pada saat anak tersebut telah di dunia pekerjaan terutama pada kasus korupsi yang seirng terjadi belakangan ini.

Menyikapi masalah korupsi di Indonesia yang sering terjadi, pendidikan mulai melakukan perbaikan untuk menghilangkan kasus korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu perubahan kurikulum. Penambahan pendidikan karakter sikap anti korupsi ke dalam kurikulum pembelajaran sudah mulai dibicarakan dan dilakukan dengan maksimal. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Intan Hestika Dhesi Ariani dalam penelitiannya yang berjudul “Menumbuhkan Pendidikan Karakter Anti Korupsi Melalui Model Pembelajaran Carilem” bahwa kurikulum pendidikan akan masuk ke dalam silabus-silabus mata pelajaran. Sedangakan guru yang telah diberi pelatihan akan mengajarkan 9 karakter pada siswa dari 18 nilai pendidikan karakter untuk membuat generasi anti korupsi. Nilai karakter yang diajarkan, yaitu jujur, kerja keras, disiplin, mandiri, adil, tanggung jawab, peduli, sederhana, dan berani.

Pendidikan akademik memang berguna untuk menggapai cita-cita seseorang, namun apa gunanya jika orang tersebut tidak mempedulikan keadaan sekitar. Oleh karena itu, pendidikan yang baik haruslah diimbangi dengan pendidikan karakter yang baik pula sebab hal itu akan menuntun orang tersebut menjadi orang sukses yang sesungguhnya. Pendidikan karakter tidak hanya dipelajari di rumah dan di sekolah, namun juga dapat dipelajari di kehidupan masyarakat.

VIDEO PILIHAN