Mohon tunggu...
Dean J
Dean J Mohon Tunggu...

Not A Bad Singer

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menggugat Hasil Pilpres, Prabowo Memantik Bom Waktu

24 Juli 2014   18:48 Diperbarui: 18 Juni 2015   05:21 587 0 1 Mohon Tunggu...

Sudah dapat dipastikan bahwa siapapun pihak yang kalah di pemilu presiden 2014, akan menggugat hasil pemilu tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Namun, sebagai salah satu calon dan menjadi pihak yang "dirugikan", Prabowo seperti mati langkah pun beliau menggugat hasil pilpres ke MK.

Gugatan kubu Prabowo, dikhawatirkan akan memantik Bom waktu bagi bangsa ini. Bukan masalah gugatannya, namun yang patut dikhawatirkan adalah menyoal keputusan MK nantinya. Disamping urusan gugat menggugat, Prabowo sendiri justru sudah membuat blunder sesaat sebelum hari kekalahannya diumumkan. Prabowo menyatakan bahwa pihaknya menolak hasil pilpres 2014, yang kemudian diterjemahkan secara bebas oleh publik sebagai bentuk pengunduran diri seorang Prabowo sebagai capres.

Dari terjemahan bebas publik ini, maka Prabowo dapat dipidanakan, beruntung Bawaslu dan DKPP Jimly Ashidiqe menganggap pernyataan Prabowo bukanlah bentuk pengunduran diri. Dikutip dari inilah.com bahwa Jimly mengatakan menarik diri dan mengundurkan diri adalah dua hal yang berbeda. Dari sana dapat disimpulkan bahwa Prabowo memang tidak mengundurkan diri.

Namun, penolakan hasil pilpres ini justru akan menjadi bumerang bagi Prabowo sendiri. Menjadi dasar pertanyaan atas sikap Prabowo ini adalah, mengapa beliau harus menarik diri dari pilpres 2014, dan menyatakan segala bentuk kecurangan tepat pada tanggal 22 Juli, hari dimana Jokowi diumumkan sebagai pemenang pemilu? Tanggal 9 Juli sampai tanggal 22 juli memiliki rentang waktu setidaknya 13 hari, namun Prabowo justru memutuskan untuk "menarik diri" pada saat last minute pengumuman hasil rekapitulasi suara nasional.

Jika memang merasa sudah ada kecurangan sejak awal, apalagi menurut Didi Supriyanto, anggota tim pemenangan Prabowo - Hatta adalah sebuah kecurangan terencana, seperti dikutip dari inilah.com, mengapa tidak sejak awal pihak Prabowo menyatakan "menarik diri" tersebut. Setidaknya hari pertama rekapitulasi suara nasional dilakukan, pihak prabowo sudah tidak acuh dengan apapun yang dilakukan KPU, mengingat mereka yakin betul sudah dicurangi. Artinya, keputusan Prabowo "menarik diri" pada 22 juli lalu, akan selalu menjadi tanda tanya publik, jika beliau tidak menjelaskan, "mengapa harus menarik diri saat last minute?"

Mari, lupakan persoalan tarik - menarik diri dari pilpres, dan kembali pada rencara gugat - menggugat di MK. Seperti yang sebelumnya saya sampaikan, bahwa bukan menyoal gugatan yang dikhawatirkan, tapi adalah hasil gugatan yang akan menghantar kita pada kondisi chaos.

Jika MK, menerima gugatan Prabowo dan memenangkan pihak Prabowo, dengan menyatakan pemilu presiden 2014 ada kecurangan, sudah pasti relawan jokowi tidak akan menerima keputusan tersebut. Sebaliknya, jika MK justru menolak gugatan Prabowo, serta menyatakan pilpres sudah sesuai seperti seharusnya, pendukung Prabowolah yang akan kecewa.

Bentuk kekecewaan kedua kubu, dikhawatirkan akan menjadi perpecahan berlarut - larut bagi bangsa ini. Dan bukan tidak mungkin, bahwa kerusuhan kembali akan terjadi di tanah pertiwi.

Jadi, sebagai seorang Negarawan, seharusnya Prabowo memikirkan jangka panjang apa yang akan dia lakukan kedepannya.

Prabowo akan dikenal sebagai Petarung yang Terhormat jika saja mau merelakan kursi RI - 1, dan Prabowo masih bisa mengawasi tindak - tanduk pemerintahan Jokowi - JK kedepannya melalui kursi - kursinya di DPR -RI, jika Prabowo memang betul berpihak kepada rakyat.

VIDEO PILIHAN