Mohon tunggu...
Dadan Wahyudin
Dadan Wahyudin Mohon Tunggu...

Gembala sapi, suka bahasa dan menulis. Mengagumi keindahan natural. Lahir di Pagaden, Tinggal di Bandung, Garut Jurusan busnya, Hobi Makan dan Jalan-jalan di Cianjur \r\n

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pilihan PNG, Bukan ASEAN

11 Mei 2011   06:11 Diperbarui: 26 Juni 2015   05:51 126 0 0 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_107372" align="alignleft" width="300" caption="PNG, tepat di sebelah timur provinsi Papua Indonesia"][/caption] Papua Nugini (PNG) berada persis di simpang Asia Tenggara dan komunitas negara-negara Pasifik. Artinya, pilihan masuk ASEAN pun sebenarnya terbuka bagi negara masih sederhana ini.  Berbeda dengan Srilanka, ngebet masuk ASEAN namun geografis tak memungkinkan, membuatnya ditolak admin Asean. Papua Nugini, negeri tetangga sebelah timur Indonesia  berbatasan langsung provinsi Papua (Indonesia).   Negeri ini terkesan  sederhana, ini terlihat dari  profil Bandara International Jackson Port Moresby mirip Bandara Ternate di Maluku Utara. Bandara internasional satu-satunya milik Papua Nugini ini. Tak banyak dijumpai bangunan pemerintahan di negeri yang cuma memiliki 1.800 tentara dan polisi ini. Di PNG, setidaknya ada 3 hotel besar,  yakni Crown Plaza Hotel, Quality Hotel dan Airways Hotel. Ketiga hotel ini milik orang Australia.  Australia mendominasi denyut nadi bisnis di sini. Negara yang berpenduduk 6 juta dan luas mencapai 462,840 km2 terus berbenah.  Sejarahnya negeri ini sebelumnya, dikuasai  Jerman pada tahun 1884 sebagai Nugini Jerman.  Kekalahan Jerman  dalam Perang Dunia I,  wilayah itu dimandatkan kepada Australia, yang telah mulai memerintah Nugini Britania, yaitu bagian Selatan, dengan mengembalikan nama semulanya menjadi Papua pada tahun 1904. Perbedaan dalam status hukum memberikan arti bahwa Papua dan New Guinea memiliki pemerintah yang sepenuhnya terpisah, yang kedua-duanya dikendalikan oleh Australia.  Selama Perang Dunia II, PNG menjadi lokasi pertempuran dahsyat antara Sekutu dan Jepang, tepatnya di Gualdacanal.   PNG menjadi kuburan massal bagi  hampir 216.000 tentara darat-laut-udara Jepang, Australia, dan Amerika tewas di sini. Dua teritori pada akhirnya  dipadukan menjadi Teoritori Papua dan Nugini  setelah Perang Dunia II,  yang kemudian disederhanakan menjadi "Papua Nugini".  Australia mendapat mandat   Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjadi wali terhadap daerah  Papua Nugini hingga mampu memerintah sendiri. Papua Nugini mendapat kemerdekaannya  tanpa peperangan dari Australia, 16 September 1975.  Kedekatan dengan Australia membuat negeri ini lebih memilih berada dalam Forum Dialog Pasifik Barat Daya bersama Australia, Selandia Baru, Fiji, Federasi Micronesia, Tonga, Vanuatu, Samoa, Solomon, Palau, Kiribati, Guam, Kep. Cook, Kep. Marshall, dan lain-lain. Ikatan emosional itulah barangkali menjadi dasar pertimbangan untuk aktif di forum regional ini daripada memilih ASEAN. ***

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x