Mohon tunggu...
Cut Ayu
Cut Ayu Mohon Tunggu... -

Hasiholan Siregar

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Suporter Harus Menghentikan Bakar Kembang Api

26 Februari 2014   23:14 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:26 162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
13934055421144071729

Saat Timnas U-19 berhadapan dengan Persebaya U-21 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin lalu, 23 Februari 2014, setidaknya empat kali pertandingan harus dihentikan wasit karena ulah Bonekmania menyalakan kembang api sehingga asapnya sampai ke tengah lapangan.

Aksi ini bukan hanya mengganggu jalannya pertandingan  tapi juga dapat membahayakan pemain dan penonton lainnya. Menyalakan "flare" (semacam kembang api warna merah) di tribun stadion tampaknya telah semakin  meningkat akhir-akhir ini.

Bonekmania  mungkin menyaksikan  pertandingan  sepak bola di Eropa yang penuh dengan asap dan cahaya yang disebabkan oleh kembang api yang dibakar  dan berpikir bahwa mereka juga dapat menciptakan suasana yang sama meriahnya di Indonesia. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa membakar  Flares sangat berbahaya dan dapat menyebabkan luka bakar yang parah.

Belajar Dari Liga Primer Inggris

Liga Primer dan Asosiasi Sepak Bola Inggris  akhir Desember 2013, telah meluncurkan kampanye pendidikan suporter (supporter campaign education) untukmendidik  penonton  tentang larangan dan bahaya menyalakan kembang api di lapangan  sepakbola.

Hal ini dilakukan karena penggunaan kembang api dan bom asap semakin lama semakin meningkat di Liga Inggris dan Liga Domestik.  Pada musim 2010/11 hanya ada delapan insiden. Pada 2011/12, meningkat menjadi 72 dan musim lalu melonjak menjadi 172 insiden. Selama musim 2013/14  sampai dengan akhir Oktober 2013, telah terjadi 96 insiden.

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap  1.635 orang penonton  Liga Primer  menemukan bahwa 87 % dari penonton  percaya bahwa menyalakan kembang api seperti flare dan bom asap selama pertandingan sangat berbahaya.  Sejumlah  86 % mengkhawatirkan keselamatan mereka. Jumlah yang sama (86%) menganggap  bahwa  flare dan bom asap  dapat mengakibatkan resiko kebakaran dan 79% menganggap membahayakan  kesehatan.

Penelitian ini juga mengungkapkan  bahwa dua pertiga orangtua  yang menonton Liga Inggris sangat menkhawatirkan keselamatan anak mereka yang turut menonton akibat peningkatan penggunaan kembang api ini.  Sebanyak 81 % orang tua mendukung tindakan tegas  terhadap suporter yang menyalakan kembang api.

Kemudian hasil penelitian ini  disosialisasikan kepada seluruh  klub anggota Liga Primer dan Asosiasi Sepak Bola Inggris. Setiap klub   diwajibkan berpartisipasi mendukung kampanye  mendidik suporter melalui iklan atau media klub seperti website resmi mereka.

Kampanye ini dihadirkan secara online dengan menampilkan bagaimana kembang api dapat mengakibatkan  cidera dan  luka bakar  yang serius kepada yang menyalakannya maupun penonton lain  yang sama sekali tidak bersalah.  Juga ditampilkan  peristiwa kecelakaan  yang pernah terjadi yang diakibatkan Flare selama berlangsungnya  pertandingan Liga Inggris.

Kampanye juga menjelaskan bahwa Flare hanya digunakan bila ada marabahaya yang mengancam di laut dan dirancang untuk tidak padam dengan cepat, bukan digunakan di stadion sepakbola.  Flare mengandung bahan kimia dan terbakar pada suhu 1600 ° C  yang dapat melelehkan baja.

Juga diinformasikan bahwa bom asap yang apabila meledak akan menimbulkan asap yang begitu banyak dan  menghalangi jarak pandang, hanya  digunakan saat perang  untuk menutup atau membatasi jarak pandang lawan.

Bom ini sangat  berbahaya bagi mereka yang mempunyai sakit asma atau kesulitan pernafasan  dan dapat menyebabkan kepanikan di kerumunan penonton yang padat.

Salah satu hal yang ditekankan   dalam iklan kampanye  adalah bahwa penonton yang membawa kembang api maupun bom asap  ke dalam stadion dapat ditangkap dan dimasukkan ke  dalam penjara karena dianggap melakukan kejahatan sesuai dengan Act 1985.

Pada bulan Februari tahun 2013  misalnya,  dua fans Chelsea dipenjara selama 28 hari dan dilarang menonton sepak bola selama  enam tahun karena menggunakan bom asap di Stadion Liberty  saat pertandingan Chelsea  melawan Swansea City.

Pada November 2013, seorang fans Manchester United diberi hukuman penjara dua bulan (ancaman  12 bulan) dan dilarang menonton  sepak bola selama tiga tahun karena menggunakan bom asap ketika MU berhadapan dengan West Bromwich.

Bagaimana Klub Merespons Ancaman Kembang Api

Sebelum pertandingan, klub dan petugas keamanan  mengumpulkan informasi dan melakukan pendataan  mengenai perilaku suporter fanatik mereka. Bila ditemukan indikasi suporter  yang disinyalir membawa  kembang api,  maka pencegahan yang dilakukan adalah:

1.Menggunakan anjing pelacak di pintu masuk stadion  untuk mendeteksi penonton yang membawa Flare. Penggunaan anjing pelacak ini di beritahukan  di media maupun  website klub.

2.Pencarian menyeluruh kembali dari orang yang lolos  masuk stadion membawa kembang api, dilakukan oleh aparat keamanan di bawah pengawasan polisi.

Contoh terbaru dari luka yang disebabkan oleh kembang api di Inggris


  • Wigan Athletic  vs  Aston Villa, Mei 2013,  anak laki-laki 15 tahun mengalami kerusakan paru-paru dari bom asap yang  dilemparkan saat pertandingan.
  • Liverpool vs  Everton,  Mei 2013,  penggemar Everton berusia delapan tahun terkena bom asap. Dia dirawat karena luka bakar di lehernya.
  • Leicester City v Sheffield Rabu Maret 2013 seorang penonton  wanita mengalami  luka bakar di  kakinya dari salah satu bom asap yang dilemparkan antar pendukung kedua kesebelasan.

Belajar Dari Klub Barcelona

Hampir tidak pernah kita menyaksikan adanya suporter yang menyalakan kembang api maupun melemparkan bom asap selama Barcelona bertanding di La Liga.

Barcelona di web resmi mereka telah dengan tegas mencantumkan hal-hal yang harus dipatuhi oleh suporter mereka  ketika datang ke stadion  yang antara  lain menyebutkan:


  • Semua pendukung Barcelona  akan menjalani penggeledahan  menyeluruh  sebelum memasuki stadion.
  • Membawa flare, kembang api ke stadion dilarang keras. Siapa pun yang mencoba untuk memasukkan barang-barang tersebut adalah melanggar  hukum dan pelanggar akan dihukum berat. Siapapun yang menyalakan kembang api di dalam kompleks stadion akan menerima  risiko denda berat dan hukuman penjara. Polisi akan campur tangan dan menangkap setiap orang yang terkait dengan pelanggaran tersebut.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Belum lepas dari ingatan ketika AFC, badan sepak bola Asia menjatuhkan sanksi kepada Timnas Senior Indonesia berupa laga tanpa penonton saat Timnas menjadi tuan rumah menjamu China pada 15 Oktober 2013 dan Irak 19 November 2013 dalam babak penyisihan Piala  Asia. Suporter Indonesia diharamkan menyaksikan secara langsung laga Timnas di Stadion.

Penyebabnya jelas, panitia pertandingan tidak bisa memberi rasa aman kepada tim tamu saat bertandang ke Indonesia. Selama menjadi tuan rumah dari timnas negara lain, ulah suporter dinilai sangat brutral seperti melempari suporter tim tamu, membunyikan petasan dan membakar kembang api.

Mengapa brutalisme dan vandalisme ada pada suporter Indonesia? Faktornya adalah mental orang Indonesia yang tidak siap kalah. Ketika kesebelasan yang didukung keok, suporter membuat keonaran seperti melakukan pembakaran di tribun, melakukan pembakaran mobil di sekitar stadion dan menyerang suporter tim lawan.

Padahal dalam dunia olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, kalah menang adalah hal yang lumrah.

PSSI dapat  mencontoh cara Liga Primer Inggris dan klub Barcelona bagaimana cara mereka menangani para suporter  pembakar kembang api ini. Usaha pemilik klub untuk membangun kesebelasan yang tangguh menjadi tidak berarti apa-apa jika para suporter terus membuang-buang uang dengan melanggar peraturan.

Timnas sepak bola Indonesia  adalah kebanggaan dan sukacita serta  menyatukan kita. Timnas U-19 misalnya telah menempatkan Indonesia  di peta sepak bola Asia dan kita harus bangga dengan itu. Mari kita para suporter klub  tidak membakar uang denda yang tidak perlu. Uang untuk  membeli dan membakar kembang api  dapat disalurkan untuk pengembangan klub sebagai gantinya .

Sumber:

Supporter Education Campaign Launched

Instructions for Visiting Team Supporters

Foto: Jamie Squire/ Getty Images: Bosnia-Herzegovina fans

Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun