Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Pemulung Kata

Pemulung Kata

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Membedah Pilkada Belu 2020: Mampukah Petahana Mempertahankan Kursi Kekuasaan?

30 Juli 2020   07:18 Diperbarui: 30 Juli 2020   07:33 22 4 1 Mohon Tunggu...

Perhelatan pilkada Belu dipastikan akan terjadi 09 Desember 2020 mendatang. Hitung-hitung masih tersisa empat bulan lagi, pesta demokrasi akan digelar.

Dari ketiga Paket yang mencoba melobi kendaraan tempur lewat jalur parpol yakni, paket SEHATI, SAHABAT, BELU MEMANGGIL ditambah satu paket jalur independen VIVA MATEKE, nampaknya belum ada yang sepenuhnya resmi mendapat mandat dari parpol.

Paket SEHATI misalnya, yang digadang-gadang mengantongi dukungan dari NASDEM, PKS, PKPI, PKB, sejauh ini baru dua parpol yang menyatkan resmi mendukung dengan mengantongi SK dukungan dari Parpol yakni PKS dan PKB. Yang pasti dari parpol pendukung sudah merekomendasikan, meski belum ada SK resmi.

Sementara paket SAHABAT, yang mengusung petahana, Wilibrodus Lay dan Ose Luan, yang awalnya dengungkan bakalan melawan kotak kosong, nampaknya sulit dan tidak mungkin. Dukungan parpol pasti tidak terlepas dari kerja nyata untuk tanah Belu tanah sahabat.

Kemungkinan paket SAHABAT mengantongi dukungan dari DEMOKRAT, PDIP, PAN, PPP, HANURA, namun sekali lagi semuanya belum pasti. Sementara GOLKAR dan GERINDRA, belum dipastikan apakah berlabuh ke SAHABAT, atau SEHATI, atau BELU MEMANGGIL. Ini semua masih dalam tahapan survey internal.

Ketika dimintai pendapat petinggi parpol, soal mengapa belum menyatakan resmi mendukung? Jawabannya cukup diplomatis, "Kami masih melakukan survey internal".

Untuk jawaban ini, kita bisa memaklumi, yang namanya pilkada, tidak mungkin parpol menyatakan mendukung hanya untuk sebuah kekalahan. Kecuali ada paket boneka, untuk memecah suara pemilih. Semua parpol pasti mau, paket yang didukung menang. Kalah itu pasti, sedangkan menang adalah perjuangan. Maka butuh tali simpul yang kuat, gabungan beberapa parpol untuk mendulang kemenangan.

Yang menarik ada momen pilkada Belu adalah, mampukan petahana atau SAHABAT mempertahankan kursi kekuasaannya?

Sebenarnya paket SAHABAT jilid II, tidak perlu banyak waktu dan banyak energi untuk sosialisasi diri. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk sosialisasi diri. Lewat program dan visi misi paket SAHABAT jilid I, rasanya cukup. Kerja, kerja dan kerja maka rakyat akan melihat kinerjamu dan menyatakan dukungan.

Rasanya juga tidak perlu Baliho, meski itu adalah hak setiap paket. Kampanye paket SAHABAT adalah, kampanye hasil kerja selama lima tahun. Dari sektor pertanian, peternakan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, reformasi birokrasi, dll, sudah diperhatikan dan tinggal masyarakat memilih, mereka akan melanjutkan.

Kata kunci adalah LANJUTKAN. Lanjutkan yang sudah dan sedang berjalan. Sekarang tergantung dari tim suksesnya paket petahana untuk meramu, dan menjual program unggulan yang sudah nyata selama lima tahun berjalan untuk dijual supaya menarik simpati dan dukungan.

Sementara penantang baru yang disebut sanggup mengimbangi paket SAHABAT, selain BELU MEMANGGIL adalah SEHATI. Paket yang mengusung dr. Agus Taolin, dan Alo Haleserens ini, digadang gadang mampu mengimbangi paket SAHABAT.

Dua program unggulan yang ditawarkan adalah Pendidikan dan juga Kesehatan cukup menyita perhatian khalayak. Masyarakat dapat berobat gratis, cukup membawa KTP.

Siapa yang tidak mau bila berobat gratis? Untuk saat ini, kesehatan adalah point utama dalam hidup manusia. Kesehatan itu mahal, atau bahasa kita, mau bayar berapa tidak apa, asal sembuh. Dapatkah orang bekerja bila sakit?

Dari sekian program yang ditawarkan, saya pikir program berobat gratis inilah yang juga berpengaruh besar untuk masyarakat. Kata kunci paket SEHATI adalah, kami menawarkan perubahan untuk masyarakat Belu.

Pada prinsipnya kita semua menghendaki agar perhelatan politik berjalan aman dan damai. Tujuan kita satu yakni untuk tanah Belu, tanah Sahabat yang lebih baik. Meminjam kata-kata Anis Baswedan pada momen pilkada DKI Jakarta, "Maju kotanya, bahagia warganya".

Mampukah petahana mempertahankan kursi kekuasaannya? Ataukah masyarakat menginginkan perlubahan? Hanya waktu yang akan menjawab dengan tuntas.


Atambua, 30 Juli 2020
Rm. Kris Fallo, Pr.

VIDEO PILIHAN