Politik

Hancurnya Budaya Politik Indonesia

14 November 2017   19:13 Diperbarui: 14 November 2017   19:27 170 0 0

Politik merupakan interaksi antara masyarakat dengan pemerintah dalam pembuatan keputsan dan kebijakan tentang kebaikan bersama dalam suatu wilayah tertentu. Sedangkan budaya politik adalah pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara meliputi penyelenggaraan administrasi negara, hukum, norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat.

Kita semua mengerti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural, yakni terdapat banyak perbedaan di negara ini. Namun, dalam hakekat kehidupan dalam perbedaan, selalu ada hal yang  baik dan yang buruk dalam sebuah keadaan. "Bhineka Tunggal Ika" berbeda-beda tetapi tetap satu yang artinya di dalam perbedaan, satu dengan yang lain saling melengkapi, maka akan tercipta sebuah kesatuan yang utuh. 

Persatuan dan kesatuan adalah kunci dalam suatu perbedaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan yang ada memberikan pengaruh yang besar terhadap budaya politik di Indonesia, karena pada dasarnya, budaya politik memiliki peran yang kuat dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang sejahtera. Namun, apakah perbedaan di Indonesia ini memberikan manfaat dan berdampak baik?

Indonesia menganut sistem politik demokrasi pancasila di mana didasarkan pada nilai-nilai luhur, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis. Negara dengan sistem politik demokrasi harus menjamin hak-hak masyarakat melalui tatanan politik yang ada. Sistem demokrasi pancasila memberikan kekuasaan dan membatasi kekuasaan pemerintahan berdasarkan persetujuan yang diperintah rakyat. Tetapi kenyataanya, seperti inikah yang terjadi di Indonesia? Saya rasa tidak. 

Semakin majunya politik Indonesia tidak memberikan dampak yang baik tetapi justru semakin membuat Indonesia terjebak di era dimana yang memilih dan dipilih semuannya salah, dan semakin banyaknya partai politik yang membuat masyarakat tunduk pada aturan-aturan dari penguasa, sehingga yang seharusnya masyarakat mendapatkan kesejahteraan malah mendapatkan tekanan dan tidak mendapat hak nya untuk bebas memilih.

Politik di Indonesia saat ini sudah semakin hancur. Melihat pertarungan antara dua pihak yang berbeda etnis,ras dan agama dijadikan sebuah pembenaran dalam perbedaan. Selalu ada alasan, selalu ada jawaban untuk sebuah pembenaran, untuk pencapaian sebuah kemenangan dan kekuasaan. Masalah perbedaan agama menjadi hal yang cukup rentan dan sensitif karena digunakan sebagai sarana untuk lawan politik, agama menjadi peluru politik yang dapat menjatuhkan lawan politik seketika.

Perbedaan dan kekurangan antar pihak dimanfaatkan untuk menghancurkan antar satu dengan yang lainnya. Budaya politik inilah yang membuat politik Indonesia menjadi hancur, segala hal dilakukan demi tercapainya kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri-sendiri. Banyak orang melakukan kejahatan untuk mendapat kedudukan politik di negeri ini. Ulah beberapa pihak ini menyebabkan kebenaran dan kesejahteraan bukan menjadi hal yang utama, tetapi mencapai kemenangan dengan cara memecah belah bangsa ini adalah sebuah tindakan yang tidak pantas untuk diberi hormat. Namun, kenyataannya saat ini orang dihormati karena jabatan dan kekuasaannya, bukan karena perilaku dan tindakan baiknya.

Semoga budaya politik di Indonesia ini dapat berubah menjadi lebih baik, sehingga dapat menciptakan bangsa Indonesia yang tentram dan sejahtera.