Gayahidup

Persiapkan Anak Kritis Sejak Dini

14 November 2017   22:45 Diperbarui: 14 November 2017   22:59 157 0 0

Berfikir kritis itu perlu karena dengan kita kritis akan menambah kepahaman kita tentang sesuatu hal yang sedang dibicarakan dan juga bisa menambah kreatifitas kita dalam berbahasa. Perlunya berfikir secara kritis dalam diri kita perlu pondasi sejak dini, maka dari itu perlu juga beberapa tips ampuh untuk mewujudkan itu semua. Kita semua sebagai calon pendidik yang baik tentunya akan berupaya memberikan pendidikan terbaik untuk anak didik nantinya.

Kemampuan berpikir kritis ini akan menjadi landasan penting dalam kehidupan yang dapat menentukan kesuksesan seseorang di masa  depan. Pada anak-anak, kemampuan berfikir kritis juga akan melandasi cara berpikirnya di usia dewasa.

Berfikir positif merupakan pola pikir yang melibatkan proses ''analisa'' dan ''evaluasi'' dalam suatu informasi melalui pengamatan,pengalaman serta komunikasi.

Dengan berfikir kritis, anak tidak hanya menerima informasi begitu saja, melainkan bisa menyerap informasi dari apa yang dia tanyakan. Sehingga kelak bisa menilai sesuatu informasi dan memecahkannya secara tepat dan akurat.

Berfikir kritis ini tidak akan tumbuh sendiri, tetapi bisa tumbuh melalui proses pembelajaran yang konsisten dan berkesinambungan. Proses pembelajaran ini sudah bisa diterapkan sejak balita atau pada usia 1-3 tahun. Pada masa ini anak mulai menyerap informasi dan kemampuan daya ingat otak untuk menyerap sebuah informasi yang sangat tinggi. Dan masa ini tidak akan terulang lagi, informasi yang diserap anak pada usia ini akan berdampak pada perkembangan anak di usia selanjutnya.

Pada masa ini orangtua bisa mengoptimalkan perannya sebagai pendidik dan peletak dasar kecerdasan,baik secara intellegence, emosional maupun spiritual. Mengenalkan pola berpikir kritis pada anak tidaklah sulit dan serumit yang dibayangkan. Orangtua bisa mengajarkan dan mengenalkan cara berpikir kreatif pada anak dengan cara yang menyenangkan dan tanpa ada paksaan.

Menumbuhkan cara berfikir kritis pada anak bisa kita lakukan pada suasana hati yang senang dan santai. Cara-cara sederhana di bawah ini bisa menumbuhkan pola berpikir kritis pada anak :

  • Ajarkan anak untuk mengamati sesuatu benda dan menarik kesimpulan berdasarkan pengamatannya.
  • Misalkan, ketika anak melihat hewan kucing, tanyakan padanya berapa jumlah kakinya, matanya, dan telinganya.
  • Ajak anak untuk membandingkan dua objek yang berbeda dan kontras.
  • Dengan cara seperti ini, anak akan belajar untuk menganalisa dan mengkategorikan ''persamaan'' dan ''perbedaan'' dari objek yang diamati.
  • Contohnya : meminta anak untuk membandingkan buah apal dan rambutan, kucing dan burung atau benda yang ada di sekitarnya. Dan tanyakan pada mereka , apa persamaan dan perbedaannya.
  • Mendiskusikan dan menganalisa cerita.
  • Misalkan dengan meminta anak untuk menceritakan kembali cerita yang sudah ia dengar atau yang sudah dibacakan. Kemudian tanyakan pendapat anak mengenai cerita tersebut dan arahkan jika anak belum mampu menghubungkan ceritanya. Arahkan juga tentang cerita tersebut dalam dunia nyata.
  • Misalkan contoh pertanyaannya seperti ini, ''mengapa kelinci kok bisa dikalahkan oleh kura-kura? Bolehkah kita bersikap sombong seperti kelinci?
  • Mengajarkan kerjasama dalam permainan yang mengasikkan.
  • Kita bisa memberikan kesempatan pada anak untuk bekerjasama dengan mengundang teman-temannya.
  • Kemudian beri ia stimulasi agar dia berani mengunkapkan gagasan atau ide, serta mengekplorasi kreativitas mereka.
  • Mengajaknya bercerita bersama kemudian minta ia untuk menceritakan kembali dan mintalah penilaian dari teman-temanya agar dia tau letak salahnya dan beri dia motivasi agar ia bisa mempertahankan keberaniannya.
  • Berikut adalah tips yang mungkin bisa membantu untuk menumbuhkan potensi berpikir kritis pada anak. Bila kita konsisten menerapkan cara-cara di atas, kita bisa membangun pola pikir kreatif pada anak, membangun mentalnya dan pastinya bisa menciptakan kedekatan antra pendidik dengan peserta didik.
  • Malang, 11 November 2017.
  • Chusnul Sa'dyah