Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Iptek Artikel Utama

Menuju ke 'Perut Bumi' : Terowongan di Swiss

27 Mei 2015   16:50 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:32 1768 14 12
Menuju ke 'Perut Bumi' : Terowongan di Swiss
14327196971324461078

By Christie Damayanti

[caption id="attachment_420700" align="aligncenter" width="558" caption="www.tunneltalks.com"][/caption]

Menuju ke 'perut bumi'

Ketika kita berada di negara pegunungan, dimana jika untuk melakukan perjalanan dari kota satu ke kota yang lain harus mengelilingi gunung dan lembah, tidak salah jika pemerintah membuat suatu 'terobosan' dengan membangun terowongan. Terowongan2 itu di dasari bukan untuk 'merusak' alam dan pegunungan, tetapi untuk mensejahterakan warga negara. Dan untuk menggali terowong2 tersebut dibutuhkan riset yang mendalam, dimana titik yang bisa dibangun terowongan.

Tidak semua titik bisa dibangun terowongan. Penggalian gunung bukan semata2 'menggali' saja, tetapi harus diihat yang terbaik agak gunung dan lingkungan tidak rusak dan haarus selalu memeliharanya. Penggalian itu pun harus dilihat dari sisi 'keindahan'nya, selain dari bisa atau tidak nya untuk dibangun terowongan.

Beberapa negara pegunungan yang sudah aku datangi, memang sangat inspiratif sebagai negara dengan tata letak perkotaannya berada di puncak gunung, kaki gunung atau di lembahnya. Sepanjang Pegunungan Alpen di Eropa, banyak terowongan2 yang digali untuk menembusnya, di negara Swiss dan Austria. Terowongan pendek sampai berkilo-meter, ada disana. Sangat inspiratif sebagai bagian dari teknologi terowongan, dimana ternyata sudah dimulai sejak ribuan tahun lalu.

Banyak ahli tenik sipil mengatakan bahwa sebuah terowongan merupakan 'tembusan bawah permukaan bumi'. Konsep terowongan adalah untuk menunjang transportasi yang digunakan untuk jalan raya, kereta, komunikasi, air bahkan limbah. Jadi untuk membangun sebuah terowongan, harus di desain komprehensif sebagai bagian dari fasilitas negara untuk warganya. Dan seni membangun terowongan membelah gunung dan bumi ini sudah domulai sejak ribuan tahun lalu, tinggal jaman sekarang ini dipermodern dengan banyak fasilitas .....

[caption id="attachment_420701" align="aligncenter" width="400" caption="www.b-bot.ca"]

1432719755305074994
1432719755305074994
[/caption]

Bagaimana transportasi darat di Swiss mampu 'menembus' gunung2 itu dengan cepat, selain menerobosnya?  Konsep tentang 'MENEMBUS BUMI', yang ternnyata sudah ada seak ribuan tahun lalu .....

Swiss adalah neara yang dikelilingi oleh Pegunungan Alpen, dan posisinya sangat strategis. Tiap hantaran logistic darat Eropa, selalu melewati Swiss, karena letaknya memang benar2 di tengah2 Eropa. Sehinnga, permasalahan menjadi kian menumpuk, ketika perjalanan darat harus berputar karena Swiss dikelilingi oleh gunung2 tinggi. Jaman dulu, hampir dipastikan semua transportasi darat harus berkelok2, karena harus mengelilingi pegunungan.

Karena hidup di Swiss berarti siap dengan berjalan berkelok2, membuat orang2 Swiss terkenal dengan insinyur2 pembuant terowongan yang sangat handal, seperti insinyur2 Belanda yang sangat piawai untuk membuat konstruksi air nya. Teknik orang2 Swiss untuk membangun jalan dan rel kererta menembus gunung dan perut bumi adalah yang terbaik di dunia.

Untuk membangun terowongan melubangi gunung dan perut bumi ini, memang diperlukan waktu yang cukup lama, dan dibutuhkan perhitungan yang sangat akurat dan presisi dengan menggunakan teknik pengeboman bawah tanah yang effisien dengan cara yang tidak merusak lingkungan. Dan jika terowongan sudah dibangun, semua akses menjadi sangat cepat dan pasti membuat bisnis di Eropa menjadi lebih maju.

2 kali aku bepergian ke Swiss, dan ini kali ke-3, aku semakin terkesima dengan komstruksi terowongan ini. Awalnya aku pertama kali tahu tengan terowongan adalah hanya sekedarnya saja. Bahwa terowongan memang untuk 'menembus' bumi. Tetapi aku tidak pernah berpikir tentang esensi dari terowongan itu sendiri. Makluk, ketika itu aku masih duduk di bangku SMA.

1432719808549506168
1432719808549506168


Terowongan yang sedang diperbaiki, alur lalu lintasnya harus benar2 benar, jika tidak mau 'tergelincir' di tebing2 pegunungan Alpen denan lebar jalan sesuai denan 4 mobil saja .....

Lalu kali ke-2, orang tuaku mengajak kami ke Swiss lagi, ketika aku kuliah. Dan aku mulai mengerrti fungsi terowongan dengan segala fasilitasnya, karena aku sedang kuliah di jurusan arsitektur, bidang yang berdampingan dengan dunia konstruksi teknik sipil. Walau belum detail aku melirik esensinya, aku sudah mulai tertarik tentang terowongan, apalagi papaku bercerita tentang terowongan2 di Swiss, semakin tertariklah aku.

1432719842815486299
1432719842815486299


14327198691152294651
14327198691152294651


Terowongan pendek, lasung melihat cahaya. Terlihat, lampu hijau 'exit', walau sudah terlihat sinar matahari, lampu hijau it uterus menyala. Juga, lampu plafond dan lampu permukaan jalan, yang selalu menyala untuk arah jalan .....

Ketika aku bersama dengan anak2ku ke Swiss tahun 2014, dan kami beberapakali tour ke kota2 sekitar Swiss dimana harus melewati lorong2 panjang terowongan, aku benar2 mengamati nya. Masuk dan keluar terowongan, yang mungkin tidak semua orang ingin tahu tentang terowongan tersebut. Dan beberapa kali bus wisata kami masuk ke dalam terowongan untuk mencapai kota di balik bukit atau gunung di Pegunungan Alpen itu, membuat aku semakin excited!

14327199071349585908
14327199071349585908


Pintu keluar terowongan, terlihat gagah, bersih dan mantap sebagai inovasi konstruksi solusi bagi transportasi di Swiss ..... Terlihat, got kecil yang bersih sebagai aliran air, jika hujan tanpa tertutup sampah dan dedaunan.

Dari mulai masuk ke dalam terowongan, didalamnya sampai keluar terowongan, aku tidak menemukan sampah sekecil apapun, bahkan ketika mendadak ada sedikit kemacetan karena kendaraan di depan bus wisata kami tiba2 berhenti cukup lama, aku benar2 melihat bahwa dinding2 dan permukaan jalan serta plafond yang selalu berbentuk melengkung, terlihat sangat bersih serta 'mengkilat'. Apakaah setiap hari ada yang memberihkannya? Padahal kendaraan keluar masuk terowongan itu sangat padat .....

1432719948204918158
1432719948204918158


Menuju 'perut bumi' di titik terowongan yang berikutnya. Jadi dari Zurich ke HEIDILAND, bisa memasuki terowongan sampai belasan kali, bahkan bisa lebih .....

Titik lampu tidak ada yang padam, sesuai dengan tingkat pencahayaan nya. Jalan raya yang berkelok2 atau melewati terowongan itu, memang merupakan jaran raya besar, sehingga memang tidak boleh untuk berhenti, kecuali memang harus berhenti karena sesuatu hal. Tidak ada tempat pemberhentian, dan beberapa rambu lalu lintas memang melarang berhenti, apalagi parkir.

14327199801021555915
14327199801021555915


1432720011230395983
1432720011230395983


Terowongan yang cukup panjang menembus perut bumi melewati pegunungan, sehingga kita merasa semakin dalam akan semakin 'gelap', dan lampu2 menjadi lebih terang sesuai denga tingkatan penerangannya untuk pengemudi melihat jelas jalan di depannya .....

Sebagian besar terowongan jalan raya di Swiss, benar2 menembus gunung, dengan tanpa titik sinar dari matahari, tetapi menggunakan lampu2 sesuai dengan tingkat pencahayaannya. Tetapi di beberapa titik terowongan, dibuat cukup 'mepet' dari dinding gunung, yang membuat terowongan mempumyai 'jendela'yang besar sepangjang terowongan tersebut. Sebuah inovasi arsitektural yang inspiratif, yang membuat titik2 terowongan berjendela besar itu (yang bisa melihat lembah dan meraup sinar matahari ) menjadi 'hemat energi', tanpa lamp, walau tetap menggunakan cahaya lampu dimalam hari.

1432720056815012774
1432720056815012774


Pintu masuk terowongan dengan inovasi 'jendela besar' di dinding terowongan tersebut. Kita bisa memandang pemandangan di sisi luar terowongan .....

Di tiap beberapa meter terowongan, selalu terdapat 'exit' dengan nyala lampu hijau jelas. Aku tidak tahu kearah mana 'keluar' itu, tetapi yang jelas si desainer terowongan itu pasti sudah tahu bagaimana cara meng-evakuasi pengendara jika keadaan darurat ..... Dan lampu2 tanda lalu lintas pun jelas terpampang di sisi2 terowongan tersebut.

1432720123950717764
1432720123950717764


1432720152594601875
1432720152594601875


Mungkin karena alasan struktur dinding gunung tidak mampu menjadikan terowongan mempunyai 'jendela besar', sehingga di bagian tengah terowongan menjadi gelap tanpa ada sinar matahari. Tetapi menuju pintu keluar, 'jendela besar' itu memanjakan kami dalam bus wisata, pemandangan indah Pegunungan Alpen, lewat tebing2 gunung2 nya .....

Ketika banyak negara menjadi 'experd' karena negara tersebut mempnyai 'kekurangan' dan bisa mempunyai solusi sesuai dengan kebutuhannya, seharusnya Indonesia juga mampu menjadi 'ahli' untuk 'kekurangan' indonesia sendiri, sebagai bagian dari solusi.

Apakah 'kekurangan' Indonesia itu? Dan Bagaimana solusinya? Jadi, lakukanlah yang terbaik untuk Indonesia, menjadikan itu solusi dan membuat Indonesia 'ahli'  di bidangnya .....

Sebelumnya :

Hari Terakhir di Swiss, Menuju ke Liechtenstein .....

'Zurich Hauptbahnhof' : Stasiun Kereta Tersibuk di Dunia



'Kesombongan' Mereka Itu Membuat Aku Terkesima .....

Melihat Kehidupan di Kota-Kota Kecil dan Desa-Desa Swiss

Pesona dan Keindahan Danau Luzern [Vierwaldstättersee]

'Luzern, Swiss ' : Kota Kecil Berpotensi Besar

Belanja Jam dan Coklat di 'Shopping Street' Grendelstrasse, Schwanenplatz, Luzern

[Engelberg] 'Kota Malaikat' : Salah Satu Kota Tercantik di Dunia yang tidak ter-'Blow Up'

Tidak Bisa Bermain Salju di Titlis karena Hujan? Berfoto Saja, Yuuukkk .....

'Glacier Cave' : Cerita Gua Es dan Mimpi

Sensasi Makan Siang di Puncak Gunung Titlis, dan Harganya?? Wooww .....

Keindahan Salju di Titlis, Berbalut dengan 'Kengerian' .....

Menuju Puncak Titlis [ 2.238 Meter dari Permukaan Laut ] dengan 'Cable Car'



Dari Alpnachstad, Menuju Puncak 'Mount Pilatus' .....

Pemandangan Swiss, Cantik? Indonesia juga! Tetapi .....

Jangan Pernah Berkata "Mahal" Jika Berniat Wisata ke Luar Negeri .....

"Sendiri" di Limmatstrasse Garden, Zurich City

Inspirasi dari 'Zurich City' untuk Tempat Tinggal yang Nyaman Bagi Warganya

'Zurich City' : Kota Metropolitan yang Peduli Kepada Warganya

'Zurich Lake' : Pemukiman Mahal untuk Sebuah Gaya Hidup

Indahnya 'Zurich Lake' [ Zurichsee ] .....



Kota Tua Zurich: Mengadaptasikan Konsep Modern Kota Dunia



Berkeliling di Kota Tua Zurich, di Swiss

Hari Kedua di Zurich : Hidup Itu Sangat Singkat

Ketika Mukjizat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya .....

Selamat Datang di Swiss, Selamat Tinggal Belanda