Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Funabashi, Konsep Kota Ideal

22 Januari 2018   13:46 Diperbarui: 22 Januari 2018   13:55 1278 2 0
Funabashi, Konsep Kota Ideal
Dokumen pribadi

By Christie Damayanti

Stasiun Kota Funabashi, di Chiba. Dengan lift walau hanya 1 lantai saja dan di exterior bangunan, membat kota ini benar2 nyaman bagi warga dan kaum disabilitas

***

Seperti kota Nishi Funabashi atau semua kota di Jepang, stasiun kereta Funabashi pun merupakan pusat keramaian. Dari artikelku sebelumnya, aku menulis tentang ini juga.

Stasiun kereta Fubabashi memang stasiun besar tapi bukan stasiun sebagai stasiun "penyebar" perlintasan kereta. Hanya ada 2 perlintasan kereta saja, yaitu JR East Sobu Main Line dan Tobu Urban Park Line. Tetapi warga bisa transfer ke Kensei Main Line.Dan kota Funabashi juga bukan kota transit.

Stasiun di Jepang merupakan stasiun yang komprehensif. Selalu saling berhubungan. Kereta, bus, taxi bahkan sepeda. Sehingga konsep komprehensif seperti ini lah yang membuat stasiun di Jepang menjadi pusat keramaian. Semua ada disana, dan karena orang2 datang dari arah stasiun, maka pusat bisnis dan perdagangan sepertinya juga berada di sekitar stasiun.


***

Ketika kita turun di kota ini dari kereta, ada 2 arah pintu keluar. Sebelah barat atau timur. Di sebelah barat merupakan daerah fasilitas perkotaan. Perkantoran, pertokoan. Atau hotel. Dan di sebelah timur adalah pemukiman Funabashi. Sebagian besar adalah apartemen, dan sebagian kecil merupakan perumahan warga lokal.

Dokumentasi pribadi. Sisi timur stasiun Funabashi, sebagai area pemukiman, dengan lingkungan yang lebih nyaman dari sisi barat area fasilitas perkotaan
Dokumentasi pribadi. Sisi timur stasiun Funabashi, sebagai area pemukiman, dengan lingkungan yang lebih nyaman dari sisi barat area fasilitas perkotaan
Dokumentasi pribadi. Bangunan2 tinggi untuk apartemen, di sisi timur
Dokumentasi pribadi. Bangunan2 tinggi untuk apartemen, di sisi timur
   

Yang aku mulai pahami tentang konsep perkotaan Tokyo khususnya, adalah hampir sama dengan konsep perkotaan di kota2 di dunia. Bahwa semakin ketengah kota, pemukimannya berupa apartemen dan pemukiman perumahan terpinggirkan ke kota2 pendukung di sekitarnya. Karena tanah di perkotaan sangat mahal,disbanding dengan tanah di kota2 pendukung (kota2 kecil). Apalagi ibukota.


Bedanya adalah baik pemukiman aoartemen di perkotaan sampai di kota2 kecil, termasuk apartemen anakku di Funabashi Hoten, konsep dimensinya sama! Luas ruangnya hampir sama. Sangat kecil! Terlalu kecil untukku, dan material bangunannya yang setara setara. Hampir sama!

Seperti di apartemen anakku di Funabashi Hoten dengan dimensi sekitar 3,5 meter x 8 meter saja, sudah termasuk toilet, dapur, lsundry dan penyimpanan. Jika di Funabashi Hoten harga sewanya sekitar 6 sampai 7 juta per-bulan ttidak termasuk listrik, air dan gas, di Tokyo atau semakin mendekati kota besar, apalag Tokyo sebagai ibukota Jepang, harga sewanya bisa sampai 20 atau 30 juta per-bulan!


Pengamatan ku ini sebagai arsitek, bahwa Jepang menganut 'keadilan yang sebenar2nya'. Bahwa dari semua pemukiman dan fasilitas perkotaan, punya dimensi dan kualitas ya sama ..... Dengan material bangunan yang setara, pun apartemen pemerintah atau swasta semua tanpa furniture, denan konsep 'tatami', khas jepang. Sehingga jika butuh ranjang biasa serta kursi dan meja, kita harus membelinya sendiri. Temasuk peralatannya. Jika mau full furnish, harga sewanya semakin mahal .....

Sebagai kota yang cukup besar, Funabashi pun dipenuhi gedung2 tinggi puluhan lantai. Kota ini memang bukan kota yang terlalu modern, juga bukan yang tradisional. Desain dan langgam bangunannya, khas Jepang. Modern minimalis. Dengn material yg fungsionalis. Warna2 netral standard tetapi di penuhi tulisan2 cacing berwarna warni. Inilah Jepang, hampir sama dengan Hongkong.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

 Di sisi barat, dengan bangunan tinggi untuk perkantoran dan pertokoan, full dengan tulisan kanjinya

 

Tetapi di kota manapun, baik kota kecil apalagi kota besar, fasilitas disabled sangat diperhatikan. Negara Jepang dan negara2 modern dan maju di dunia manapun, memang sudah sampai di titik "ramah disabilitas".

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Lihat saja, dengan pedestrian selebar ini, sangat nyaman sebagai pemakai kursi roda.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Jalur kuning khusus untuk disabilitas netra pun, tidak diabaikan walau harus terpotong dengan penutup gotong2 ini. Jangan jalur khusus ini dibelokkan!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3