Mohon tunggu...
Christian Juan
Christian Juan Mohon Tunggu... Mahasiswa BINUS University

Mahasiswa Semester 3

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Gaya Hidup Minim Sampah

6 Januari 2021   17:30 Diperbarui: 6 Januari 2021   17:35 166 2 0 Mohon Tunggu...

Dalam kehidupan sehari-hari kita harus menggunakan beberapa barang, alat, maupun bahan untuk memenuhi dan mempermudah kebutuhan hidup kita dan tentu dari segala barang dan keperluan yang kita pakai setelah kita gunakan akan menjadi tidak berguna dan menjadi sampah atau yang paling sering yaitu menggunakan sedotan plastik, setelah selesai minum kopi tersebut tentu gelas dan sedotannya tersbut menjadi tidak berguna dan menjadi sampah kemudian dibuang. Hal tersebut merupakan contoh dari satu orang saja, jika ada beratus ratus orang di dunia yang melakukan satu kegiatan tersebut maka sampah yang dihasilkan akan semakin banyak dan juga dampak dari menghasilkan sampah itupun akan semakin terasa karena kuantitas menghasilkan sampah yang sangat besar.

Banyak tempat pembuangan akhir (TPA) yang pada akhirnya terpaksa tutup. Penutupan TPA tersebut beberapa terjadi dikarenakan tempat tersebut harus dialih fungsikan, ditutup secara illegal dan juga karena sudah penuh akan sampah. Berdasarkan berita tersebut maka dari itu kita sebagai masyarakat dan tentunya yang tinggal di bumi sangat diharuskan untuk mengurangi penggunaan yang menghasilkan sampah dan sebisa mungkin megolah sampah yang baik karena jika sudah tidak ada tempat untuk membuang sampah harus kemana lagi untuk membuang sampah tersebut. Sebagai generasi muda yang akan menempati bumi tentu harus peduli dan aware akan permasalahan sampah yang terus meningkat setiap harinya dengan menerapkan gaya hidup minim sampah agar kita sebisa mungkin mengurangi penggunaan sampah.

Dalam aktivitas diluar maupun didalam rumah sehari-hari kita seringkali menggunakan sesuatu yang menghasilkan sampah tanpa kita sadari, dimulai dari kegiatan belajar diluar rumah seperti sekolah, kuliah, kerja kelompok, membeli barang online atau belanja ke toko, dan masih banyak hal-hal simpel namun menghasilkan sampah.

Penggunaan minim sampah tentu dapat diterapkan seperti saat keluar rumah kita dapat menggunakan kotak makan sendiri saat makan, menggunakan sendok sendiri atau sendok logam,  membawa botol minum sendiri, hal-hal tersebut merupakan hal-hal dasar dan paling mudah untuk menerapkan hidup minim sampah.

Saat ini sudah banyak juga produk yang ramah lingkungan dan mencoba untuk membantu mengurangi sampah menghasilkan barang-barang fashion namun ramah lingkungan sehingga mereka dapat membantu agar masyarakat untuk dapat membantu mengurangi limbah sampah yang tidak berguna menjadi dapat diolah.Dan cara lain untuk mengurangi penggunaan sampah yaitu kita bisa mencoba untuk mengurangi pembelian sabun yang menggunakan plastik dan menggantikannya dengan botol karena botol tersebut dapat dipakai dan dimanfaatkan untuk hal lainnya jadi tidak dibuang secara cuma-cuma.

Kita juga bisa mengaplikasikannya ini dengan memanfaatkan limbah dari suatu makanan atau barang yang kita sudah pakai, contohnya adalah kita bisa memberikan sisa konsumsi timun kepada siput dengan cara menaruh timun tersebut (bagian ujungnya) lalu kumpulkan daun-daun tua untuk mereka makan, dampak hal kecil tersebut dapat mengurangi limbah makanan dan juga bermanfaat untuk lingkungan dan ekosistem lainnya Dan cara untuk mengganti pembersih kimia, kita bisa menggunakan pembersih alami dengan mencampurkan 4sdm baking soda dan air.

Contoh resep pembersih alami adalah sebagai berikut, untuk pembersih kaca kita bisa mencampur 1/4 cangkir cuka, 1 sdm tepung jagung atau maizena, 2 gelas air hangat, untuk membuat pembersih toilet adalah dengan mencampur 3/4 gelas baking soda, 3/4 cuka, 10 tetes minyak tea tree, 10 tetes minyak esensial lavender (bisa diganti aroma lain) dan masih banyak lagi berbagai cara yang dapat dicari pada internet. Hal tersebut dapat membantu untuk mengurangi hasil limbah yang dapat merusak lingkungan.

Ada cara untuk mengurangi penggunaan sampah dengan pemanfaatan barang bekas  yaitu kita bisa mengguanakan barang yang sulit didaur berkali-kali agar tidak menghasilkan banyak sampah, kertas yang kita pakai juga bisa dipakai untuk beberapa kali seperti kita bisa print pada halaman sebaliknya pada kertas yang sudah dipakai. Kemudian contoh berikutnya adalah menggunakan tas belanjaan sendiri saat berbelanja, karena tas belanja sendiri juga akan lebih aman tidak mudah sobek seperti plastik dan juga dalam beberapa daerah telah menerapkan untuk membayar jika ingin kantong plastik sehingga jika memakai tas belanja sendiri akan menghemat sedikit uang. 

Sebagai orang gemar berbelanja kita pastinya akan menerima label harga pada setiap barang yang kita beli dan hal tersebut merupakan sebuah sampah juga dan merupakan contoh dari sebuah sampah residu, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengumpulkan sampah residu tersebut dan tidak membuangnya sembarangan karena akan sangat merusak lingkungan kemudian sampah tersebut dapat diolah sendiri atau jika memang terpaksa buanglah ke tempat yang seharusnya untuk bisa diolah dengan baik. 

Cara nyata dan paling mudah yang bisa dilakukan untuk mengajak orang lain menerapkan gaya hidup minim sampah ini adalah dengan cara memberi contoh secara langsung bagaimana menerapkan gaya hidup minim sampah pada kegiatan sehari-hari, seperti saat kita memberikan makanan kepada teman atau orang lain kita bisa menggunakan daun pisang, daun bambu, daun jati, besek ataupun kulit jagung sebagai alternatif penggunaan plastik lalu hal tersebut bisa memunculkan rasa penasaran dan tertarik kepada orang yang kita beri untuk melakukan hal yang sama dengan menggunakan alat alternatif pengganti plastik untuk menaruh makanan dan jika kita telah menerapkan gaya hidup minim sampah secara konsisten dalam jangka waktu lama maka secara tidak langsung cepat atau lambat maka orang-orang yang disekitar kita juga akan terbsawa dan terbujuk untuk melakukan hal yang sama.

Langkah berikutnya untuk mengajak masyarakat lain untuk ikut menerapkan budaya gaya hidup minim sampah yaitu kita bisa memberikan edukasi kepada mereka, edukasi yang kita lakukan bisa dilakukan dalam lingkungan pertemanan kita saja dulu, kemudian ketika kesadaran mereka untuk peduli terhadap sampah maka mereka juga kemungkinan akan melakukan hal yang sama pada lingkup pertemanannya yang lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x