Mohon tunggu...
Reinhard Hutabarat
Reinhard Hutabarat Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penikmat kata dan rasa...

Menulis untuk senang-senang...

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Putus Mendadak? Aku Bukan Kaesang!

9 Maret 2021   19:15 Diperbarui: 9 Maret 2021   19:38 1164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kaesang dan Felicia, sumber : https://images.solopos.com/2017/11/Kaesang-Pangarep-dan-Felicia-Instagram-@kaesangp.jpg

Dengan demikian sipelakor tadi akan berbuat sedemikan rupa (terkadang dibuat-buat) agar ia terlihat perfect di depan "target," karena ia memang tahu betul karakter/kesukaan si-target tadi.

Sebaliknya karena dekat, "peselingkuh" otomatis akan selalu membandingkan korban (pacar lama) dengan pelakor (pacar barunya) "Apa yang selama ini tidak terlihat kemudian menjadi terlihat nyata!"

Apalagi kalau kedua pasangan ini dari latar belakang berbeda (dalam hal ini ras, agama, budaya dan kebangsaan berbeda)

Misalnya saja "peselingkuh" ini sukanya kopi tubruk jenis Robusta dari Toraja. Selama ini sang pacar selalunya menghidangkan kopi instan sachetan. Namun hal itu tidak pernah menjadi persoalan karena kopi yang dibuat pacar itu memang selalunya enak.

Lalu pelakor menghidangkan kopi tubruk dari Toraja tadi."Makjleb, lezatnya terasa di lidah sensasinya singgah pula di hati. Kopi tanpa gula itu dalam sekejab terasa manis seiring melihat senyum manis sipelakor. Kopi boleh sama hitam, tapi cita rasa tidak bisa diselingkuhi. "Kopi Toraja" memang tiada duanya!

Itu masih kopi, belum lainnya. Pernah gak kebayang kalau bisa sahur dan buka bersama. Lalu ikut tarawih bersama pula. Guyonan bareng dengan gaya Surakartaan itu pastinya tidak pernah terlintas sebelumnya dalam pikiran.

Tentunya butuh effort dan pengorbanan yang luar biasa agar bisa mengatasi perbedaan latar belakang ini. Itu masih kulitnya, belum menyentuh isi dalamnya yang menyangkut mindset, hobi, selera dan lain sebagainya

Apapun katanya, dalam kondisi begini pastinya pelakor akan selalu terlihat lebih sempurna daripada pacar lama (korban) karena ia mampu mengelola situasinya.

Akan tetapi, tak ada gading yang tak retak, tak ada pula gundul yang tak botak. Orang yang mencari kesempurnaan akan selalu melihat hal baru karena yang baru selalunya hadir untuk menyempurnakan yang lama.

Apa yang terlihat baru pada hari ini akan menjadi usang pula di masa mendatang. Begitulah siklus hidup, yang baru akan selalu datang untuk menggantikan yang lama.

Namun bagi penulis berlaku jargon, "Sapu baru membersihkan lebih bersih, tapi sapu lama selalu tahu dimana saja tempat-tempat yang kotor..."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun