Mohon tunggu...
Choirurrois
Choirurrois Mohon Tunggu... انت بالعقل والفكر لا بالجسد والثياب إنسان choirurrois98@gmail.com

penulis, peneliti dan pengamat ekonomi syariah

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Renungan di Hari Santri, Upaya Mendefinisikan dan Memahami Diri

22 Oktober 2020   11:09 Diperbarui: 22 Oktober 2020   11:13 15 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Renungan di Hari Santri, Upaya Mendefinisikan dan Memahami Diri
Renungan dihari santri, upaya mendefinisikan dan memahami diri/Dokpri

Definisi adalah arti keseluruhan dari apa yang didefinisikan. Mendefinisikan sesuatu berarti mengenalkan isi (conten), kandungan definitif tersebut.


Dalam setiap keadaan definisi selalu dibutuhkan sebagai pijakan menentukan posisi atau sikap terhadap kondisi setiap individu.
Suatu objek ataupun subyek bisa mendefinisikan dirinya dengan berbagai wacana definisi.

Misalnya; seorang wanita diwaktu mudanya, ia mendefinisikan diri sebagai anak, sebagai siswi, mahasiswi dan ketika sudah menikah definisi akan dirinyapun akan ikut berubah menjadi seorang istri, pegawai rumah tangga ataupun yang lain lain. Dan begitu pula seorang lelaki.


Berarti sama dong antara definisi dan posisi?
Jawabanya, TIDAK.
Posisi adalah keadaan tertentu yang dimiliki oleh setiap entitas dimana keadaan tersebut merupakan cerminan dari hak dan tanggung jawab dari keberadaannya. Seorang mahasiswa misalnya, hak dan kewajiban nya melekat pada kedudukannya sebagai mahasiswa dimana hak dan mewajiban tersebut ada atau tidak tergantung keberadaannya sebagai mahasiswa. Berbeda dengan definisi ia sebagai mahasiswa, yang tidak terikat dengan keadaan, artinya ia sebagai mahasiswa akan menjalankan tugas akademiknya dimanapun dan kapanpun. Baik ia dikampus, dirumah atau di perantauan.

Mendefinisikan sesuatu adalah langkah awal memahami sesuatu. Para filsuf kuno "socrates-aresto dll" telah memulai hal tersebut, mereka  berfikir keras dalam memberi suatu definisi tertentu. Terlebih didalam mendefinisikan manusia.


Menurut mereka "para filsuf" manusia adalah mahkluk yang dibedakan dengan mahkluk lain karena berifikirnya, dalam istilah arab nya di kenal
Maksudnya yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain adalah berfikirnya bukan otak nya, kalau karena otaknya, otak gajah jauh lebih besar dari otak manusia. Kalo karena angkuhnya harimau-singa, jauh lebih angkuh dari mamusia, kalau karena kuatnya kuda lebih jauh lebih kuat tenaganya dari manusia.


Hal tersebut dalam al-Quran juga sering di singgung dengan redaksi , ,
Dari sekian redaksi yang digunakan oleh al-Qur'an yang paling repsentatif terhadap langkah memahami definisi manusia sebagai manusia adalah , "apakah kalian tidak melihat" menarik disini diksi yang digunakan oleh al-Qur'an dalam konteks tersebut (at-dzariyat ayat 21), Allah menggunakan kata bukan yang sama-sama mempunyai arti melihat. 

Terdapat suatu makna yang unik dalam penggunaan kata tersebut, "" adalah melihat dengan mata hati, dengan perenungan yang sangat mendalam guna memahaminya.

Makna semacam ini tidak terdapat pada kata yang hanya memandang dengan pandangan sekilas mata saja "objeknya hanya yang tampak".


Sangat berbeda jauh dengan penglihatan mata hati " " jika memelihat sesuatu hanya dengan mata lahir konteks nya adalah mengetahui tidak memahami. Memahami adalah menyiratkan kemampuan untuk merasakan sesuatu yang dialami oleh yang lain. Perbedaannya adalah jika memahami perangkatnya adalah hati sedangkan mengetahui hanya dengan kepala "mata".

Konteks Memahami adalah keseluruhan sedangkan mengetahui hanyalah sebagian. Jangkauan memahami sangat mendalam sedangkan mengetahui hanyalah permukaan. Kesimpulannya adalah orang yang hanya mengetahui belum tentu memahami sedangkan memahami pasti mengetahui.
Dalam al-Quran pengetahuan diredaksionalkan deng kata "" sedangkan memahami di pribahasakan dengan "".


Maha benar Tuhanku dengan segala firman-Nya tatkala berfirman;
( )
Tidaklah engkau diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit." [Surat Al-Isra' 85]

( )
Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.
[Surat Al-Baqarah 269].


Choirur Rois, Gontor, 22-10-20.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x