Hobi Pilihan

Susuri Sunset Kuta, Diakhiri Menatap Langit

11 Juli 2018   12:08 Diperbarui: 11 Juli 2018   13:22 695 1 0
Susuri Sunset Kuta, Diakhiri Menatap Langit
bali.com

Ketika mendengar kata pantai Kuta, seringkali kata mainstream terluap dari ucapan hipster Jakarta. Pantai lain seketika langsung jadi acuan komparasi, bahwasanya pantai ini lebih itulah, pantai itu lebih inilah. Namun kadang kawula ibukota seringkali lupa, bahwa sejarah sunrise serta sunset 'memantai', dimulai dari pantai Kuta. Di pertengahan 90-an, seringkali deretan kaum jetset international, menghabiskan waktu senggangnya, di pesisir Kuta. 

Sebut saja mulai dari musisi avant garde almarhum David Bowie, Cindy Crawford, hingga presiden US sekarang. Setelah itu, mereka balik ke villa-nya masing-masing, untuk kemudian melanjutkan kegiatan di malam hari, dengan melakukan small & cheap talks, di coffee shop maupun club-club yang berada di sekitar pantai Kuta. Bahkan hotel yang identik dengan kedigjayaan era 80's 90's, mendirikan salah satu singgasana-nya di dekat pantai Kuta, Hard Rock Hotel. 

smh.com.au
smh.com.au
Saya pun sendiri masih respect terhadap pantai Kuta. Bukan, bukan karena lirik lagu penyanyi nyong Ambon Andre Hehanusa yang begitu sporadis dalam merepresentasikan rasa cintanya terhadap pantai tersebut melalui salah satu lagunya yang berjudul 'Di Kuta Bali', yang berhasil mendapatkan heavy rotation dari seluruh radio populer di Indonesia pada pertengahan tahun 90-an, akan tetapi karena saya juga memiliki banyak cerita menyenangkan yang pernah tertoreh di pantai ini. Bersama keluarga, teman, maupun eks. Syaelah. Hahah. 

smh.com.au
smh.com.au
Ada satu tempat yang mencuri perhatian saya, sebuah coffee shop yang terdapat di Wyndham Hotel Kuta, bernama Coffee N' Oven. Setelah berkeliling mencari spot yang enak untuk memandang senja malam, sehabis sesorean menyusuri pantai Kuta, plus baper dengan segala anugerah sunset-nya, saya memutuskan melakukan makan malam di Coffee N' Oven ini. Beef Ham & Cheese Croissant-nya menjadi pilihan utama dinner 'mewah' ku. Hahaha. Becanda, maksud mewah di sini adalah: untuk pertama kalinya saya makan malam, diiringi lagu-lagu nu disco yang menyenangkan, plus ditemani cappuccino hangat, yang membuat hati gundah kembali indah. Syaelah. Sambil menyeruput cappuccino ala Coffee N' Oven, beberapa expat dan lokal bergantian datang memberi warna warni kehidupan malam Coffee N' Oven. Hal tersebut mengingatkan saya terhadap TV commercial brand Benetton, yang lebih dikenal dengan nama the United Colors Of Benetton, dimana mereka mengangkat tema keragaman ras secara elegan dan ekletik. Tak lupa, setengah jam sekali saya memandang langit, untuk mencari kedamaian di sana. Syaelah :p

captura-de-pantalla-2015-07-26-a-las-20-58-07-5b45a050f133442b89790de5.png
captura-de-pantalla-2015-07-26-a-las-20-58-07-5b45a050f133442b89790de5.png
Grissini Cheese Stick nya pun memukau. Serasi menemani cangkir kedua Cappuccino saya. Rasa kejunya berderik crunchy di lidah, seakan tak ingin berkesudahan untuk melanjutkan prosesnya di perut. Cheese Stick persembahan Coffee N' Oven ini benar-benar terasa betah di lidah saya. Syaelah (lagi). Ohya, Coffee N' Oven ini ternyata ada juga di Canggu, pasti saya akan coba datangi dan cicipi yang di sana. Sementara itu, tanpa terasa, midnite sudah mendekat, waktunya untuk pulang ke Villa tempat saya menginap. Akhirnya kisah pendek 'Susuri Sunset Kuta, Diakhiri Menatap Langit' pun usai. Cheers! ;)

grissini-cheese-sticks-1-5b45a2e55e13730332791e52.jpg
grissini-cheese-sticks-1-5b45a2e55e13730332791e52.jpg
Foto makanan: IG @coffe_n_oven