Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Sejumput Pesan dalam Lumeran Keju di Sepotong Ayam

9 November 2016   23:17 Diperbarui: 10 November 2016   00:17 27 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sejumput Pesan dalam Lumeran Keju di Sepotong Ayam
KFC Hot and Cheesy Chicken/eatinguntildiee.blogspot.co.id

Tidak semua lidah orang Indonesia akrab dengan keju. Meski, merunut Anne Iburg dalam Demont’s Lexicon of Cheese(2004), makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi ini sudah dikenal sejak zaman prasejarah, tidak menjadi bagian dari makanan kegemaran, apalagi santapan pokok penduduk di Nusantara.

Keberadannya sudah berabad-abad lampau dan telah mewujud dalam banyak rupa seiring tingkat inovasi, keju masih tetap dianggap asing, bahkan terkesan makanan kaum elit. Bisa jadi rasa asin sebagai akibat dari proses fermentasi membuat keju tak nyaman di lidah orang Indonesia umumnya yang lebih karib dengan rasa pedas, manis, dan asam. Bahkan saat dibaui aroma berbeda bisa langsung mendatangkan kesan aneh.

Namun tentang rasa ini tak bisa dijadikan patokan tingkat keberterimaan di Indonesia karena seperti ungkapan, soal rasa tak bisa diperdebatkan. Subjektif.

Bila memang demikian adanya maka kehadiran menu baru Kentucky Fried Chicken (KFC) bernama KFC Hot and Cheesy cukup menantang. Nama yang dipilih untuk varian yang diluncurkan sejak 7 Oktober lalu cukup jelas memberikan gambaran rupa. Dari menu-menu utama sebelumnya yakni jenis ayam Crispy dan Original unsur “panas” sudah tak lagi asing. Kedua jenis itu selalu disajikan dalam keadaan panas atau hangat. Namun varian ini benar-benar tampil beda dengan lebih menekankan unsur baru yakni keju itu.

Lantas bagaimana rasanya ayam berbalut keju? Apakah rasa keju akan mengalahkan kuatnya rasa gurih ayam yang selama ini sudah akrab di lidah pelanggan KFC? Apakah hasil perkawanan tersebut akan mendatangkan sensasi “asing” sehingga bakal mendapat penolakan?

Ade Sofian, manajer KFC Cabang Pamulang bersama dua menu baru yakni Hot and Cheesy Chicken dan Creme Cheesy Float/dokpri
Ade Sofian, manajer KFC Cabang Pamulang bersama dua menu baru yakni Hot and Cheesy Chicken dan Creme Cheesy Float/dokpri
Titik Balik di Pamulang

Sebagai pelanggan setia KFC, keluarga kami hampir tak pernah ketinggalan mengikuti perkembangan salah satu restoran cepat saji terbesar di Indonesia ini. Berbagai promosi yang dilakukan, bahkan sampai menjadi viral di sosial media semakin menantang keluarga kami untuk ambil bagian merasakan varian baru itu.

Namun dari pembicaraan lepas, juga informasi yang terkumpul, kehadiran anasir keju dalam varian baru ini sudah langsung mendatangkan resistensi dalam diri beberapa anggota keluarga. Seperti disinggung sebelumnya, keju menjadi salah satu makanan yang luput dari geliat konsumsi beberapa anggota keluarga saya. Rasanya sungguh tak berterima dan aromanya sudah langsung “bikin eneg.” Demikian alasan singkat mereka merespon ajakan saya untuk mencoba varian tersebut.

Entah angin apa yang berhembus di sore itu, pada pertengahan bulan lalu, saya akhirnya berhasil mengajak beberapa dari antara kaum “anti-keju” itu ikut serta ke gerai KFC yang terletak di Pamulang, Tangerang Selatan.

Berhasil mengajak mereka tidak berarti tuntas meyakinkan mereka untuk ikut mencoba menu baru itu. Muncul rasa cemas  dalam diri. Jangan-jangan setelah sampai di dalam gerai, saat melihat dan membaui aroma keju, penolakan langsung membuncah dari mulut mereka.

Namun dugaan saya tak sepenuhnya benar. Agus, sepupu saya, sama sekali tak merasa terganggu saat ayam berlumur saus keju hadir di depan mata. Berbeda dengan Agus, Regina mula-mula masih terbawa kesan anti terhadap keju. Setelah sedikit dipaksa, Regina akhirnya berani mencoba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN