Chandra Wahyu
Chandra Wahyu Tukang ngumpulin data

tukang ngumpulin data di Badan Pusat Statistik

Selanjutnya

Tutup

Regional

Membedah Indeks Pembangunan Manusia 2016 Kota Yogyakarta

7 Desember 2017   23:18 Diperbarui: 12 Desember 2017   20:35 217 0 0
Membedah Indeks Pembangunan Manusia 2016 Kota Yogyakarta
Sumber : BPS RI

Rilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2016 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menempatkan Kota Yogyakarta sebagai pemerintah kabupaten/kota dengan peringkat terbaik di Indonesia. IPM Kota Yogyakarta pada tahun 2016 mencapai 85,32 pada skala 0-100.


Apa itu IPM ?

IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). 

Konsep pembangunan manusia jauh lebih luas pengertiannya dibandingkan konsep pembangunan ekonomi yang menekankan pada pertumbuhan (economic growth), kebutuhan dasar (basic needs), kesejahteraan masyarakat (social welfare), atau pengembangan sumber daya manusia (human resource development). Oleh karena konsep pembangunan manusia UNDP mengandung empat unsur yaitu produktivitas (productivity), pemerataan (equity), kesinambungan (sustainability), dan pemberdayaan (empowerment).

IPM sebagai alat ukur tingkat pencapaian pembangunan manusia merupakan indeks gabungan dari tiga komponen yang mengindikasikan kualitas sumber daya manusia. Jika ketiga komponen tersebut memiliki nilai yang baik, tentunya sumber daya manusia secara umum juga memiliki kualitas yang baik. Bagi suatu wilayah, angka IPM yang diperoleh menggambarkan kemajuan pembangunan manusia di daerah tersebut dan merupakan tantangan yang harus dihadapi serta upaya apa yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia.

Sumber : BPS Kota Yogyakarta
Sumber : BPS Kota Yogyakarta


Angka IPM Kota Yogyakarta pada tahun 2016 dan indikator yang menyusunnya dapat dilihat pada tabel di atas. Berturut-turut sejak tahun 2012 IPM Kota Yogyakarta secara konsisten mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 IPM Kota Yogyakarta mencapai 85,32 yang sekaligus menempatkan Kota Yogyakarta sebagai kabupaten/kota dengan peringkat IPM tertinggi di Indonesia. 

Berdasarkan kategori yang dikeluarkan BPS, nilai IPM ini masuk kategori sangat tinggi (nilai IPM > 80).

Apabila dilihat lebih detil pada unsur yang menyusun IPM, setiap indikator juga terus mengalami peningkatan bila dilihat dari tahun 2012 - 2016. Angka harapan hidup saat lahir penduduk Yogyakarta pada tahun 2016  sebesar 74,30 meningkat bila dibanding  tahun 2015 yang besarnya 74,25. Meningkatnya angka harapan hidup juga merupakan salah satu indikasi bahwa kualitas kesehatan penduduk Kota Yogyakarta semakin membaik dari tahun ke tahun. Hal ini tentunya  merupakan buah dari berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dalam upayanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.

Paling gampang terlihat adalah tersedianya fasilitas kesehatan dan peralatan pendukung yang memadai, juga kemudahan masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan yang ada. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah makin sadarnya masyarakat akan arti penting dan manfaat kesehatan. 

Masih terkait dengan kesehatan, salah satu upaya yang ditempuh oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kurang mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan adalah dengan menggratiskan biaya kesehatan di fasilitas kesehatan yang sudah ditunjuk. Dengan menunjukkan KTP dan atau KK, masyarakat kurang mampu bisa mengakses fasilitas kesehatan secara cuma-cuma sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Terkait dengan pendidikan, Angka Harapan Lama Sekolah pada tahun 2012 hingga tahun 2016 selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 angka Harapan Lama Sekolah sebesar 16,81  artinya  lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak sejak usia 7 (tujuh) tahun di Kota Yogyakarta adalah 16,81 tahun.

Program yang diluncurkan oleh pemerintah pusat dengan adanya BOS dan BSM telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pendidikan. Bagi masyarakat yang kurang mampu, dengan adanya BOS dan BSM tentunya menjadi angin segar karena mereka tidak lagi dibebani biaya iuran sekolah yang harus dibayarkan setiap bulannya. 

Dalam hal peningkatan kualitas pendidikan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta adalah mengalokasikan  BOS daerah (BOSDA). Dengan cakupan BOS dan BOSDA yang  lebih luas diharapkan akan berimbas positif pada peningkatan kualitas  pendidikan masyarakat Kota Yogyakarta.

Angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Yogyakarta dari tahun 2012 hingga 2016 selalu mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan angka Harapan Lama Sekolah. Angka RLS tahun 2016 sebesar 11,42, artinya jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk Kota Yogyakarta dalam menjalani pendidikan formal adalah selama 11,42 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat telah tercapai di wilayah Kota Yogyakarta.

Rata-rata pengeluaran perkapita masyarakat Kota Yogyakarta setiap tahun selalu mengalami kenaikan dengan angka 16.498 ribu rupiah pada tahun 2012 menjadi 17.770 ribu rupiah pada tahun 2016. Peningkatan yang pesat dalam pengeluaran per kapita distandarkan atau peningkatan daya beli, menunjukkan peningkatan pendapatan masyarakat.

Berbagai prestasi yang telah diraih terkait dengan derajat kesehatan masyarakat, pendidikan, dan pendapatan, disisi lain juga menyisakan pekerjaan yang juga tidak kalah penting.

Sebagai contoh, dengan tingginya angka harapan hidup tentunya akan menyebabkan jumlah penduduk lansia juga akan meningkat. Kita semua pasti memahami bahwa dengan jumlah lansia yang tinggi, perlunya dipersiapkan fasilitas dan kemudahan akses bagi para lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalnya tersedianya fasilitas umum yang ramah terhadap penggunanya yang lansia dan sebagainya.


Salam

@taman najmi duwa, Des 2017