Mohon tunggu...
Catherin YMT
Catherin YMT Mohon Tunggu... Female

An INFP Woman*Chocoholic*Pink Lover*Potterhead*Book Worm* Central Banker - Economic Analyst Email: catherinymt@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

"Make Up" Bentuk Ekspresi yang Layak Diapresiasi

19 Juni 2019   10:02 Diperbarui: 19 Juni 2019   10:04 0 2 0 Mohon Tunggu...
"Make Up" Bentuk Ekspresi yang Layak Diapresiasi
heartfeltquotes.blogspot.com

Wanita dan make up ibarat tanaman dengan bunganya, sesuatu yang dapat membuat tanaman itu terlihat lebih menarik dan estetik. Wanita yang mengenakan make up bukanlah wanita yang kurang percaya diri dengan penampilan alaminya. 

Tetapi make up dapat membantu menampilkan versi terbaik dari diri mereka. Berdasarkan definisi dari bahasa aslinya, make up diartikan sebagai pengaplikasian kosmetik pada wajah untuk meningkatkan dan mengubah penampilan.

Akhir-akhir ini industri kecantikan memang sedang berkembang pesat. Berbagai tren kecantikan bermunculan, seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat. 

Bila wanita zaman dulu baru mengenal make up saat mereka menginjak usia dewasa, saat ini anak remaja pun sudah sangat familiar dengan make up. Karena itu pula, banyak produsen yang menyasar pangsa pasar remaja, dengan mengeluarkan produk kosmetik yang memang pas untuk remaja.

Peran para beauty influencer yang bertebaran di youtube atau instagram juga berperan besar dalam menciptakan suatu tren make up. Dapat dilihat dari jumlah follower atau subscriber para influencer ini yang mencapai jutaan orang. 

Sudah barang tentu, mereka memiliki pengaruh yang besar sekali dalam industri kecantikan. Bila suatu produk dikatakan bagus oleh seorang influencer terkenal, maka hampir pasti produk itu akan laris manis diserbu oleh para penggemar make up.

Saya sendiri mulai mengenal dan jatuh cinta dengan make up sekitar 5 tahun belakangan. Dulunya saya hampir tidak pernah mengenakan make up sama sekali. 

Bagi saya, make up menjadi bentuk lain dari seni yang mampu mengekspresikan apa yang ada dalam diri kita kepada orang lain. Make up mirip dengan lagu atau tulisan, yang sama-sama merupakan ekspresi dari si pencipta lagu atau si penulis.

Saya memang suka dengan keindahan (siapa sih yang enggak), karena itulah saya juga suka dengan make-up. Tapi bukan berarti rasa percaya diri saya menurun saat tampil tanpa make up. Karena tidak jarang saya pergi kemana-mana tanpa secuil bedak atau lipstik di wajah, alias bare face. 

Dalam hal make up saya memang cenderung tidak mau 'nanggung'. Kalau pakai make up, ya saya pakai yang lengkap. Kalau lagi mager atau buru-buru, ya saya tidak pakai make up sama sekali, lipstik pun tidak. Walaupun demikian saya tetap merasa cantik, saat ber-makeup, maupun saat tampil apa adanya.

Bagaimanapun juga, kemampuan seseorang dalam ber-make up patut kita apresiasi. Karena memang tidak mudah untuk menghasilkan tata rias yang tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga mampu mengeluarkan karakter dari pemakainya. 

Karena itu pula, tarif seorang penata rias profesional tidak bisa dibilang murah. Harga yang dibayarkan memang sepadan dengan hasil yang didapatkan. 

Ibarat seorang pelukis, karya yang indak memang layak diapresiasi dengan harga yang tinggi. Bagi wanita yang tidak tertarik atau malas untuk ber-make up, menurut saya sah-sah saja, karena mereka juga tetap terlihat cantik dengan kelebihan yang ada dalam diri mereka. 

Namun tidak menutup kemungkinan suatu saat mereka juga bisa jatuh cinta dengan make up seperti yang saya alami.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x