Mohon tunggu...
Pak Guru
Pak Guru Mohon Tunggu...

always improving...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pendidikan Hati #1

15 Mei 2017   13:15 Diperbarui: 15 Mei 2017   13:35 618 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pendidikan Hati #1
sumber: radaris.com

Pada tulisan saya sebelumnya, saya telah menjelaskan tentang apa pendidikan akal sehat dan mengapa pendidikan akal sehat itu menjadi relevan di jaman kita saat ini. Pendidikan akal sehat ini harus dan selalu berdampingan dengan apa yang saya sebut Pendidikan Hati. Keduanya merupakan sebuah kesatuan dan keutuhan di dalam kerangka Pendidikan yang Sebenarnya. Baik menjelaskan maupun melakukan Pendidikan Hati ini sama-sama tidak mudah; ia membutuhkan waktu untuk mencerna dan mencoba. Berita buruknya, kemampuan mencerna dan mencoba ini mungkin tidak akan menjadi sempurna hingga akhir hayat kita; salah satu alsannya adalah karena ia merupakan sebuah proses kehidupan. Namun, dibalik itu ada pula berita baiknya: Pendidikan Hati ini dapat dicerna dan dicoba oleh hampir siapapun tanpa mengenal latar belakang tingkat pendidikan. Segera setelah Pendidikan Hati ini dilakukan, proses pembentukan hati telah dimulai.

Yang saya maksudkan dengan hati adalah hakikat dan sintesis dari segala motif perilaku dan perkataan seseorang. Seperti apa rupa atau penampakan hati seseorang tercermin dari segala sesuatu yang ia lakukan dan katakan. Kita memahami peribahasa dari buahnya kita mengenal pohonnya. Dari sintesis perilaku dan perkataan seseorang; dalam kebanyakan kasus, kita dapat mengenal apa isi hati orang tersebut. Demikian pula jika kita ingin membentuk perilaku dan perkataan seseorang; kita perlu membentuk atau mendidik hati orang tersebut. Dari sini kita dapat melihat, mendidik hati adalah pekerjaan yang tidak mudah, karena ia seperti sesuatu yang abstrak dan seringkali apa yang kita dapat pahami dari respon seseorang, tidak selalu mencerminkan hatinya, seperti kata pepatah dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu. Akan tetapi kesulitan ini bukan bermakna kemustahilan. Pendidikan hati ini justru sangat mungkin dilakukan dengan memperhatikan pintu-pintu yang tersedia untuk kita dapat masuk ke dalamnya.

Sebelum saya membahas pintu-pintu yang tersedia agar kita dapat memulai mendidik hati, penting juga bagi kita untuk mengetahui, bahwa perilaku dan perkataan manusia pada prinsipnya tidak dikendalikan oleh pikiran mereka, tetapi hati mereka. Saya memang telah mengungkapkan pentingnya akal sehat, tetapi perlu diketahui, akal sehat ini dikendalikan oleh hati atau tepatnya kehendak hatinya. Sebagai contoh, saya tahu olahraga itu penting, saya tidak pernah meragukan sedikitpun fakta-fakta ilmiah yang menyatakan pentingnya olahraga. Akal sehat saya memahami benar manfaatnya dan bagaimana berolahraga yang cocok bagi saya. Akan tetapi, pada kenyataannya saya tidak manjadikan olahraga sebagai agenda penting dalam keseharian saya. Saya jarang sekali berolahraga. 

Mengapa? Itu karena dorongan hati saya. Hati saya cenderung menginginkan hal yang lebih memuaskan tubuh saya setelah bekerja seharian: bersantai sambil membaca koran, atau menikmati waktu bincang-bincang santai dengan keluarga. Kehendak hati saya mengendalikan akal sehat saya. Namun demikian, bukan berarti hati lebih superior dari akal sehat, hanya saja ia memiliki fungsi yang berbeda dengan akal sehat. Akal sehat saya bertugas menyediakan atau memberikan informasi dan kebijaksanaan yang cukup bagi hati untuk memutuskan. Contohnya, dengan akal sehat saya, saya memahami bahwa menampar orang yang saya tidak mengenal saya tanpa sebab akan berdampak buruk bagi saya; jadi kehendak hati saya menahan diri saya untuk menampar orang secara seenaknya. Akal sehat adalah penyuplai informasi, Hati adalah pembuat keputusan. Keduanya bekerja secara sinergis. Tanpa adanya informasi yang cukup, hati terkadang terpaksa harus bertindak secara intuitif dalam keadaan terdesak atau saat keselamatan terancam. Hal-hal yang terjadi terkadang di luar akal sehat, terkadang mendatangkan manfaat, namun tidak sedikit juga yang membawa kerugian.

Pada tulisan selanjutnya saya akan membahas, "pintu-pintu" apa saja yang dapat menjadi jalan masuk bagi pendidikan hati ini...

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x