Mohon tunggu...
Catarina Tenny Setiastri
Catarina Tenny Setiastri Mohon Tunggu... Guru - Ibu, guru, dan pejalan.

ig: catarinatenny22 Saya Ibu dan guru, yang memiliki minat melakukan perjalanan ke tempat-tempat baru, yang cenderung senyap. Mengalami dan meresapi dengan berinteraksi dengan orang lokal, dengan penggiat alam atau pejalan lainnya. Destinasi bukan satu-satunya tujuan dalam perjalanannya; ia puaskan dirinya dengan pengalaman baru bersama keluarga, mencari letupan-letupan keajaiban di tiap pengalaman yang singgah. Keajaiban yang ia percaya selalu ada dariNya, yang membuat ia bertumbuh menjadi lebih baik dan lebih berguna, pun tumbuh dalam imannya yang ga seberapa.

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Strategi Keuangan Untuk Kelas Menengah Ke Bawah

8 Maret 2024   22:07 Diperbarui: 9 Maret 2024   23:39 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Contoh catatan di akhir tahun 2015: spot-spot yang saya tuju dalam setahun, yang membuat saya begitu bersyukur./dokpri

Apakah saya 'kaya'? Jawaban saya 'iya'. Saya bisa nafas, badan saya sehat, organ komplit, dan bisa melakukan aktifitas... Ya! Saya KAYA!

 20 Februari 2024.
Saat pilah-pilah kertas dan buku, saya melihat lagi kumpulan buku kas pribadi saya. Karena kumpulan buku ini mulai tahun 2016, saya pilah dan buang catatan pengeluaran hariannya. Hanya rencana bulanan, evaluasi, dan rencana tahunan yang saya simpan. Saya lihat kembali pemasukan dan pengeluaran dari tahun ke tahun, dan saya tersenyum; gaji guru saya ternyata bisa dibilang hanya berubah sedikit dari tahun 2016, tak jauh-jauh dari UMR, tapi dari sisi pengeluaran, banyak sekali yang sudah saya dapat, saya lakukan, dan saya jalani bersama keluarga. Impian-impian saya dan keluarga pun tercapai. Memang tidak semua, namun bisa dibilang 75% tercapai. Dan bagi saya, itu excellent!

Pencatatan yang baik benar-benar membantu saya melihat betapa banyak yang saya dapatkan sekaligus membuat saya terpana dengan semuanya itu. Kebetulan saya suka travelling dan melakukan pendakian. Tiap tahun saya rekap kemana saja saya pergi dan mencentang rencana awal saya jika itu memang bagian dari list impian saya. 

Karena berkeluarga, jadi pengeluaran travelling saya bukan 1 pax lagi melainkan 3 pax. Ada lebih dari 20 tempat indah per tahun yang saya kunjungi. Pengeluaran tambah banyak tapi bisa aja jalan (baca: travelling). Itu baru dari sisi 'rekreasi'. Di sisi lain, ada juga pengeluaran untuk anak. Semakin besar anak, pasti semakin banyak pengeluaran. Dan saya bisa tersenyum kembali, kami bisa menyekolahkan anak hingga sekarang di jenjang SMA tanpa masalah. 

Saya penasaran, karenanya saya jumlahkan keuntungan dari jualan, mijet, dan ngajar private saya pada pencatatan bulanan di tahun yang berbeda, randomly. Wah... ternyata ini yang bikin keuangan saya oke. Akhirnya saya pun, menambahkannya di rencana 2024 saya: 'Saya tetap jualan, ngajar private, dan mijet lagi'. 

Hanya yang sekarang, saya cari cara yang lebih saya sukai; saya berjualan online saja (saya promo digital dan pengiriman pun langsung dilakukan bagian produksi), untuk les private... saya hanya ngajar seminggu sekali, dan mijet kalau weekend saya kosong. Dengan tidak ngoyo, saya lebih fit, dan bisa punya ide-ide baru yang aduhai untuk keuangan dan hal lain di hidup saya. 


Ada cara lain lagi nih: menjadi anggota koperasi. Saya budgetkan menabung tiap bulan, saya gunakan prosentase. Dari 5% naik, naik terus tiap tahun, di tahun ini, budget menabung saya 46%. Selain simpanan wajib, saya ikut produk tabungan berjangka, saya pilih yang 1 tahun biar bunganya paling banyak. 

Nah pas cair, saya depositokan. Ga berhenti sampe situ, tabungan berjangka yang berikutnya jalan lagi setahun, dan setelah setahun saya depositokan, begitu seterusnya. Keputusan ini bukan tanpa konsekuensi loh. Karena budgeting menabungnya tinggi, saya harus pintar mengelola uang untuk pengeluaran harian keluarga kami. 

Biar pengeluaran harian ga bertambah, saya masak tiap hari. Dan karena orang rumah sukanya varian dan enak, jadi saya harus belajar terussss cari menu-menu yang enyakkk tanpa menambah budgeting. Wkwk, di awal ngos-ngosan sih. Tapi hidup adalah  practice dan repetition, jadi lama-lama ya bisa juga.

Hm... coba saya list tips dari pengalaman biar keuangan kita oke ya. Jadi walaupun orang lain bilang kita kaum menengah ke bawah, tapi menejemen keuangan di tubuh keluarga kita oke, dan bisa bapontarrrr (baca: rekreasi) ke banyak tempat indah bareng keluarga. Horaaayyy!


- Kelola pikiran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun