Mohon tunggu...
Casmudi
Casmudi Mohon Tunggu... Pernah mengenyam Pendidikan Administrasi Publik.

Gemar menulis dan berbagi informasi. Seorang Lifestyle & Travel Blogger. Trip Advisor : https://www.tripadvisor.com/members/casmudib Silahkan mampir di blog saya: http://www.casmudiberbagi.com/

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Silaturahmi Idul Fitri yang Pertama dan Terakhir Bareng Mbak Tuti

24 Mei 2020   01:43 Diperbarui: 24 Mei 2020   01:41 28 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Silaturahmi Idul Fitri yang Pertama dan Terakhir Bareng Mbak Tuti
Silaturahmi saat Idul Fitri bersama Mbak Tuti di Bali untuk yang pertama kali dan terakhir kali (Sumber: dokumen pribadi)

Tahun 2012 lalu adalah awal pertama saya tidak mudik lebaran bersama keluarga. Setelah 3 tahun lamanya, saya tinggal di Bali. Saat, di mana usaha saya mengalami kebangkrutan. Maka, untuk menjaga kondisi keuangan. Saya terpaksa tidak mudik Lebaran. Kondisi yang tidak saya harapkan sebelumnya.

 

Untuk melepaskan kerinduan, maka saya berniat untuk silaturahmi Idul Fitri yang pertama kali. Yaitu, silaturahmi ke rumah mbak Tuti di kawasan Nusa Dua Bali. Benar-benar, merayakan Hari Raya Idul Fitri di tanah perantauan bersama keluarga. Inilah  Hari Raya Idul Fitri Paling Berkesan dalam hidup saya.

Curhat Keluarga dan Kesehatan

Kebetulan sekali, Mbak Tuti dan keluarga juga tidak mudik ke Ngawi. Sebagai informasi, suami dari Mbak Tuti ini adalah anak dari Pakde istri saya. Jadi, istri saya adalah sepupunya suami Mbak Tuti.

Sebenarnya, silaturahmi Idul Fitri ke rumahnya Mbak Tuti adalah acara dadakan. Karena, saya pikir beliau mudik ke Ngawi. Berhubung ada informasi dari keluarga kami, bahwa Mbak Tuti tidak mudik Lebaran.

Saya mendengar kabar bahwa Mbak Tuti sedang melakukan proses penyembuhan. Setelah menjalani perawatan sakit yang dideritanya selama seminggu di saudaranya, di Tangerang.

Karena, ada informasi beliau tidak mudik. Maka, kami mempunyai inisiatif untuk bersilaturahmi ke rumahnya. Meskipun, kami belum tahu lokasinya. Namun, sebagai patokan, bahwa tempat tinggalnya di kawasan Mumbul Nusa Dua.

Maka, sehabis sholat Idul Fitri, kami pun bergegas pergi ke Nusa Dua. Untungnya, saat itu anak saya masih kecil. Dia bisa naik di bagian depan jok motor. Kami bertiga pun meluncur ke Nusa Dua,

Setelah bertanya ke beberapa orang, kami pun menemukan tempat tinggalnya. Sebuah rumah kos yang berlantai dua. Kebetulan dia tiggal di kamar lantai 2. Dia diberi tanggung jawab untuk mengelola rumah kos oleh pemiliknya.

Pertemuan kami pun berlangsung hangat. Jujur, saya pun belum pernah bertemu suami istri tersebut. Tapi, saya sudah mendengar cerita banyak dari istri saya. Menariknya, istri saya pun baru betemu dengan Mbak Tuti setelah puluhan tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x