Mohon tunggu...
Hamdani
Hamdani Mohon Tunggu... Konsultan - Sang Musafir - Mencari Tempat untuk Selalu Belajar dan Mengabdi

Kilometer Nol

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Lebaran di Kampung Halaman Terasa Sepi Tanpa Ibu

24 April 2023   11:55 Diperbarui: 24 April 2023   12:02 807
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Makan bersama (Dokumentasi pribadi)

Setelah berpuasa selama sebulan penuh. Hari raya adalah hari yang sangat dinanti-nantikan. Hari raya idul Fitri atau biasa disebut lebaran merupakan ibadah puncak puasa ramadhan.

Artinya setiap orang beriman yang telah menunaikan puasa ramadhan maka menyempurnakan ibadah tersebut dengan merayakan idul fitri atau berlebaran.

Hari raya adalah hari bersenang-senang dan bahagia. Tidak boleh ada seorang muslim yang bersedih di hari itu karena tidak memiliki makanan ataupun pakaian baru. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk menolong fakir miskin melalui zakat fitrah agar mereka memiliki makanan di hari raya.

Selain itu, sebagaimana disebutkan di atas. Hari raya juga disebut hari ibadah. Di mana hari raya adalah satu rangkaian dengan ibadah puasa yang telah dilakukan sebelumnya.

Di hari raya diwajibkan untuk mengumandangkan takbir dan tahmid sejak terbenamnya matahari hingga pagi hari 1 Syawal sebagai bentuk ibadah. Juga disunnahkan melaksanakan shalat eid di lapangan dan mendengarkan khutbah dengan khidmat.

Bagi orang Indonesia, lebaran sangat identik dengan tradisi mudik. Mudik artinya pulang ke kampung halaman, biasanya yang sedang di perantauan untuk berlebaran bersama orang tua, kerabat, dan keluarga.

Setiap tahun puluhan juta orang bergerak melakukan perjalanan mudik dari satu kota ke kota lainnya di seluruh penjuru nusantara. Tidak saja di pulau Jawa namun warga Indonesia seantero dunia pun melakukan perjalanan pulang kampung ke negaranya.

Namun ada hal yang sangat memilukan, terutama bagi mereka yang mudik akan tetapi kedua orang tuanya telah tiada, mereka telah dipanggil oleh Allah SWT. Tentu sangat sedih.

Biasanya kita pulang ke rumah orang tua dan kumpul bersama keluarga besar. Namun saat mereka tiada, kita jadi bingung harus pulang ke mana. Meskipun memiliki sanak saudara seperti Abang atau Kakak. Akan tetapi rasanya tidaklah sama.

Terkadang saat kita mudik ke rumah saudara. Beban perasaan sangat terasa. Apalagi saudara kita juga telah memiliki keluarga sendiri dan hidup pas-pasan. Jangankan memberikan tumpangan tempat tidur untuk makan sehari-hari saja mereka susah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun