Hamdani
Hamdani Cangkoi Burong | Penulis Independen

Ekspresikan Pikiran Melalui Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Menciptakan Peluang Usaha BUMDes Berbasis Potensi Desa dengan Metode Rapid Rural Appraisal

12 Oktober 2018   16:27 Diperbarui: 12 Oktober 2018   17:33 818 1 1
Menciptakan Peluang Usaha BUMDes Berbasis Potensi Desa dengan Metode Rapid Rural Appraisal
Dokumentasi Pribadi

Meskipun sudah hampir empat tahun Undang-undang Desa dilaksanakan oleh pemerintah. Namun masih banyak desa yang hingga hari ini masih belum mampu menerapkannya dengan baik. Padahal setiap desa terdapat pula tenaga pendamping desa, mulai dari pendamping lokal desa sampai tenaga ahli setiap bidang.

Salah satu sektor yang tergolong masih sangat lemah dalam pelaksanaan UU Desa adalah sektor pengembangan ekonomi. Didalamnya terdapat fungsi lembaga ekonomi yang direpresentasikan oleh badan usaha milik desa (BUMDes).

Sebagai badan usaha, BUMDes diharapkan dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi masyarakat desa. Melalui lembaga bisnis formal tingkat desa ini, usaha-usaha perbaikan ekonomi warga dapat diwujudkan dengan cepat.

Apalagi dengan dukungan pemerintah yang sangat besar terhadap kemajuan BUMDes, seharusnya "perusahaan" milik pemerintah desa tersebut bisa berkembang lebih pesat.

Namun kenyataannya lembaga ini masih banyak yang belum mampu mengurusi dirinya sendiri. Berbagai kendala dan hambatan masih melilit operasional BUMDes. Ada kendala teknis dan non teknis. Hal ini terungkap ketika kami melakukan kegiatan penguatan kapasitas aparatur gampong (desa), dan pengelola BUMDes di Kota Banda Aceh, Jumat (12/10).

Para pengelola BUMDes melihat bahwa banyaknya hambatan dan kendala yang timbul dalam operasional lembaga tersebut disebabkan rendahnya kapaitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Yang seharusnya kualifikasi para manajer BUMDes serendah-rendahnya adalah lulusan sarjana. Tapi faktanya rata-rata pendidikan mereka hanya lulus SMA.

Masalah ini diawali ketika kegiatan rekrutmen calon manajer atau pengelola BUMDes tidak dilakukan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Standar kelulusan tidak menggunakan parameter profesional, ilmiah dan mengikuti kaedah manajemen sumber daya manusia yang benar.

Oleh karena itu, maka muncullah berbagai persoalan dalam manajemen internal yang membuat mandeg dan tidak bergeraknya aktivitas BUMDes. Hingga merembet ke masalah teknis operasional. Bagaimana pun kunci keberhasilan sebuah badan usaha sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas SDM nya.

Terlepas dari itu semua, dan para manajer pun sudah mengantongi surat keputusan pengangkatan dari aparatur desa, maka mau tidak mau BUMDes harus berjalan dengan baik, dan menghasilkan laba dari operasional bisnisnya. Tidak mungkin modal yang sudah ditempatkan oleh pemerintah desa menjadi iddle dan tidak produktif.

Dengan melihat berbagai persoalan secara menyeluruh. Tim pelatih bersama dinas teknis yang membidangi pemberdayaan masyarakat desa Provinsi Aceh mencoba memberikan pelatihan mengenai cara membangun usaha desa berbasis potensi lokal dengan menggunakan metode rapid rural appraisal (RRA). Agar materi ini bisa bermanfaat kepada seluruh masyarakat, maka patut dituliskan pada blog kompasiana.

Mengapa dengan Metode RRA

Perubahan sosial merupakan tujuan yang sangat mendasar dalam metode RRA. Karena perubahan yang diharapkan adalah kehidupan masyarakat yang lebih baik, dan dilakukan sendiri oleh masyarakat.

Ini berarti bahwa masyarakat akan digerakkan dan didorong agar mampu mengenali dan menggali potensi dirinya. Artinya, masyarakat melakukan sendiri kegiatannya mulai dari proses perencanaan sampai pelaksanaan sekaligus mengawasi dan mengevaluasi kagiatan tersebut.

Dengan demikian masyarakat harus berani bertindak secara terus menerus untuk memperbaiki kualitas dan taraf hidup dan martabat dirinya, keluarga dan lingkungannya. Maka metode RRA akan mendorong pengelola BUMDes untuk dapat bersama-sama dengan masyarakat memahami secara baik, mengenali kebutuhan dan kemampuan warga desanya, Sehingga akan tercipta sebuah peluang usaha BUMDes yang mampu menjawab persoalan yang sedang dihadapi warganya.

Apa itu Metode RRA

Secara bahasa metode ini dapat diartikan sebagai pengkajian pedesaan secara cepat atau dengan model partisipasi. Menurut Robert Chambers (pakar yang mengembangkan konsep ini) mengartikan sebagai sekumpulan pendekatan yang mendorong masyarakat pedesaan untuk turut serta meningkatkan dan mengkaji pengetahuan mereka mengenai hidup dan keadaan mereka sendiri agar mereka dapat menyusun rencana dan tindakan pelaksanaan.

Untuk dapat mencapai keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BUMDes, metode RRA dapat menggerakkan dan mendorong agar menggali potensi dirinya, dan berani bertindak untuk meningkatkan kualitas hidupnya  dengan cara atau melalui pembelajaran yang terus menerus.

Pada ujungnya adalah akan terjadi perubahan sosial yang dapat memberikan keuntungan atau benefit bagi perkembangan BUMDes secara ekonomi. Artinya ketika keadaan sosial masyarakat berubah jadi lebih baik, maka BUMDes telah memiliki modal sosial yang kuat.

Perubahan sosial yang dimaksud adalah suatu perubahan cara hidup masyarakat, baik karena adanya pengaruh dari dalam masyarakat sendiri maupun sebagai pengaruh luar. Dan sebenarnya bahwa perubahan sosial itulah yang menjadi tujuan dasar metode RRA.

Apabila tanpa tujuan perubahan sosial maka bukanlah yang diinginkan oleh metode ini. Perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang lebih baik, yang dilakukan oleh masyarakat sendiri, melalui proses penyadaran dan proses pembelajaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2