Mohon tunggu...
Lutfi Khoirul
Lutfi Khoirul Mohon Tunggu... Mahasiswa - Seorang Pelajar Rutinan

menulis adalah kerja untuk keabadian.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tradisi Ro'an, Implementasi Nilai Pancasila di Pesantren

22 November 2023   01:30 Diperbarui: 9 Desember 2023   10:04 144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagi seorang santri tentu tidak asing dengan istilah ro’an. Ro’an merupakan salah satu kegiatan yang berada di jadwal wajib kegiatan pesantren. Yaitu melakukan bersih-bersih di seluruh lingkungan pondok. Biasanya dilakukan pada hari libur, yaitu hari Jumat. Dari terbitnya fajar sadiq mereka sudah bangun untuk melaksanakan jama’ah shalat shubuh. Dilanjutkan dengan ziarah ke makam sesepuh atau ngaji kitab sampai terbitnya matahari, kemudian dilaksanakan ro’an bersama.

Setiap pesantren memiliki tradisi tersendiri waktu melaksanakan ro’an. Jika pesantren yang sudah memiliki santri ribuan, kegiatan bersih-bersih yang dilakukan serasa kerja bakti satu desa. Para santri membersihkan masing-masing asramanya, masing-masing kamarnya, kamar mandi, halaman, ndalem kiai dan lain-lain.

Sedangkan pesantren yang masih berisi puluhan santri, biasanya ada yang masih dekat dengan masyarakat sekitar dan jama’ah di masjid warga. Akhirnya, selain membersihkan asrama dan ndalem kiainya mereka juga membersihkan area masjid yang berada di dekat pondok. Membersihkan halamannya, tempat wudhu, kamar mandi, dan jalan-jalan sekitar. Sehingga terlihat jelas peran santri dari pesantren di lingkup masyarakat awam.

Kegiatan ro’an ini sangat mencerminkan pancasila di sebuah pesantren. Setiap sila memiliki butir-butir yang termuat di kegiatan-kegiatan yang dilakukan ketika ro’an. Pertama, salah satu butir yang terkandung di sila pertama yaitu takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan salah satu bentuk takwa kita adalah menjaga dan melestarikan alam sekitar yang sudah Tuhan ciptakan, dengan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Hal tersebut dilakukan secara rutin setiap pekan di pesantren, bahkan menjadi agenda wajib mereka.

Kedua, mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain atau orang lain. Waktu ro’an kita dituntut untuk saling menghormati antar sesama santri yang telah berpartisipasi penuh dalam kegiatan dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kebersihan lingkungan.

Ketiga, mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Salah satu bentuk cinta tanah air ialah menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menjaga kebersihan dan melakukan pembersihan secara rutin.

Keempat, setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Para santri memiliki kedudukan yang sama waktu ro’an. Kewajiban yang sama, yaitu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas kebersihannya. Dan juga memiliki hak yang sama. Jadi tidak peduli anak orang kaya, anak pejabat, anak seorang tokoh, apapun itu, mereka tetap memiliki kewajiban dan tujuan yang sama.

Kelima, bekerja keras dalam melaksanakan tugas, menghormati hak santri lain saat bertugas, dan senang melakukan pertolongan kepada teman yang sedang kesusahan atau kesulitan mengemban tugasnya.

Setiap pancasila memiliki butir-butir yang terkandung di masin-masing silanya. Beberapa butir dari pancasila tersebut terkandung di sebuah kegiatan rutinan pesantren, yaitu ro’an. Jadi ro’an adalah implementasi nyata pancasila yang ada di pesantren. Sehingga di pesantren seorang santri selain mendapat ilmu agama juga dapat mengamalkan pancasila secara utuh di lingkup pesantren.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun