Mohon tunggu...
Candrawan
Candrawan Mohon Tunggu... #KalimantanCryJustice

halo,saya Candrawan biasa disapa Candra,lahir di Berau,provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 15 September 1994. Saya biasa melakukan dan sedikit observasi terhadap lingkungan sekitar,terutama dalam hal yang sedikit nyeleneh dengan gaya bahasa yang sedikit satire. Mari berkenalan lebih jauh bersama saya dengan memfollow instagram saya di @cndrwn dan facebook di Travis Candra Barker selamat membaca dan mari kita berdiskusi lebih jauh,enjoy !

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Praktik Kapitalisme dan Jiwa Seleb di Dalam Tubuh Musik Underground

14 Juli 2020   07:17 Diperbarui: 14 Juli 2020   07:28 78 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Praktik Kapitalisme dan Jiwa Seleb di Dalam Tubuh Musik Underground
Local gigs di negara luar | genmuda.com

Underground, sebuah aliran musik yang di kenal keras, baik dalam aransemen musiknya maupun dalam bait syair liriknya. Musisi ataupun anak band di dalam lingkup inipun terkenal akan idealismenya, baik itu idealisme dalam melawan ketidakadilan melalui lirik yang tajam, kritik sosial, ataupun lirik-liriknya yang bersifsat satire.

Band-band underground ini, entah itu metal, punk, hardcore, dan lain sebagainya kebanyakan berangkat dari sebuah event-event kecil yang di adakan oleh kawan-kawan satu tongkrongan, baik itu dengan cara urunan ataupun dengan sistem kolektif kepada band yang mau tampil di acara tersebut yang biasa di sebut dengan gigs.

Seiring berjalannya waktu, band-band yang berangkat dari sebuah event "kecil" ini pun semakin besar dan dikenal bahkan sampai keluar daerah. 

Belajar dari hal tersebut, sifat alamiah manusia yang ingin di kenal dan di "hargai" ini pun muncul, sehingga sikap idealisme yang dari awal dibangun itupun perlahan sirna, mereka yang merasa menjadi "selebritis" di dalam skena underground inipun dengan tega mengkapitalisasi teman satu skenanya yang dari awal sudah memberi tempat untuk para selebritis ini eksis.

salah satu gigs lokal di Samarinda | dokpri
salah satu gigs lokal di Samarinda | dokpri
Apa yang dimaksud dengan mengkapitalisasi di sini? Jadi maksudnya itu begini, mungkin bahasa paling sederhananya adalah seperti pribahasa "kacang lupa kulit", ingat kalian bermain di skena ini pasti sudah tau resiko dari idealismenya, jangan menyepelekan kata underground menjadi sebuah produk untuk mengkomersilkan diri.

Saya tau, selain idealis kita juga harus realistis kita butuh uang untuk makan dan memenuhi hal lain, kalian bisa mencari nafkah untuk mengisi perut kalian dengan cara menjual merch dari band kalian dan bukan dengan cara mematok harga untuk tampil di acara gigs kecil yang diadakan teman kalian sendiri. 

Dan hal yang paling membuatku kesal adalah ketika ada "oknum seleb" ini yang menanyakan kelayakan alat-alat band yang disediakan oleh kawan-kawan penyelenggara, oh fu*kin shittttt...!!

Itu seperti menunjukkan sebuah keangkuhan dari seorang bocah labil yang baru merasakan gemerlapnya dunia malam, dia lupa sedang bermain di sebuah lingkup yang sederhana, yang mengutamakan kebersamaan ketimbang keren-kerenan, yang sama-sama berteriak lantang terhadap realitas kehidupan, dan yang pasti adalah dia lupa kalau dia itu berasal dari mana.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah masih maukah band-band seleb di dalam skena underground lokal ini untuk bermain di acara-acara gigs kecil yang diadakan dengan dana kolektif? masih maukah mereka bermain dengan alat-alat yang bagi mereka sudah tidak layak lagi?

Masih maukah mereka bercampur peluh dengan kawan-kawan yang moshing tepat di hadapan mereka tanpa ada sekat ataupun panggung yang membatasi? masih maukah mereka ikut membayar biaya kolektif demi berlangsungnya acara tersebut?

Aku menulis ini tidak dalam mewakilkan siapapun, ini murni pandanganku terhadap apa yang aku lihat dan rasakan, syukur kalau ada teman yang sepemahaman denganku, kalau nggak ya nggak usah baper lah, malu sama idealis hahahaa..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x