Candra Permadi
Candra Permadi pelajar/mahasiswa

\r\n

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Perubahan Kecil Denver Nuggets

10 Februari 2019   16:35 Diperbarui: 12 Februari 2019   20:59 222 3 1
Perubahan Kecil Denver Nuggets
Jamal Murray-Nikola Jokic (hoopshabit.com)

Sebenarnya saya nggak tahu banyak tentang Denver Nuggets, tim yang penampilannya jauh berbeda dengan musim lalu meski komposisi pemainnya tidak jauh berbeda.

Saya bukan fans NBA yang ngikutin kiprah Denver Nuggets tahun 2009, tahun di mana mereka untuk terakhir kalinya bisa lolos dua putaran babak playoff. Kala itu mereka diperkuat beberapa pemain, yang prestasinya justru meningkat setelah bermain di tim baru beberapa tahun kemudian. Sebut saja JR Smith, Nene Hilario, atau Chris Anderson. 

Mereka juga diperkuat beberapa pemain berpengalaman di masanya, seperti Kenyon Martin yang punya pengalaman panjang di babak playoff bersama New Jersey Nets atau Chauncey Billups yang pernah juara bersama Detroit Pistons.

Sumber ilustrasi: inteliclinic.com
Sumber ilustrasi: inteliclinic.com
Lewat kombinasi pemain senior dan pemain muda berpengalaman, mereka bisa mengalahkan dua lawan sekaligus di musim tersebut: New Orleans Hornets dan Dallas Mavericks.

Sayang mereka harus kalah di putaran final wilayah barat melawan tim favorit saya Los Angeles Lakers. Meskipun kalah, Nuggets berhasil mengangkat nama Carmelo Anthony sebagai bintang.

Channel: Los Angeles Sport Vid

Selepas itu, Nuggets lolos babak playoff dalam empat kali kesempatan, tetapi selalu kandas di babak pertama dan bahkan tidak lolos di lima kesempatan terakhir. 

Menariknya, meski tidak lolos. Nuggets tidak pernah benar-benar jadi tim peringkat terbawah klasemen dalam tiga tahun pertama. Kuncinya ada pada pemain senior berpengalaman yang memberi ruang dan rasa nyaman para pemain muda berkembang

Ty Lawson, Dario Gallinari, Kenneth Faried, dan Jameer Nelson menularkan pengalaman mereka di babak playoff kepada para pemain muda Nuggets seperti Emmanuel Mudiay, Nikola Jokic, Jusuf Nurkic, Garry Harris, Jamal Murray, Malik Beasley, dan Monte Morris.

Di luar Nurkic dan Harris, kelima pemain sisanya baru beredar di NBA kurang dari 5 musim. Menariknya, dalam tiga tahun pertama kiprah para pemain muda ini, mereka tidak pernah finish di luar posisi 12 besar. Bahkan di dua musim terakhir, mereka hampir lolos babak playoff dan hanya terlempar dari perburuan babak playoff di pertandingan-pertandingan terakhir.

Starting line up Nuggets musim 2017/18
Starting line up Nuggets musim 2017/18
Menariknya, ketidaklolosan mereka di babak playoff dua musim terakhir sedikit banyak ditentukan oleh kebijakan yang mereka ambil.

Nuggets yang pada saat valentine 2017 masih berada di posisi 8 harus tergeser oleh Portland Trail Blazers yang pada saat yang sama membututi di posisi 9. Menariknya penampilan Blazers makin menanjak begitu mereka menukarkan Mason Plumlee dengan Jusuf Nurkic. 

starter Nuggets 2018/19 <https://twitter.com/nuggets></https:>
starter Nuggets 2018/19 <https://twitter.com/nuggets></https:>
Nurkic membawa Portland meraih 14 kemenangan dan 5 kali kalah, sebelum dirinya absen pada 6 pertandingan terakhir babak reguler Blazers musim 2016/17. Prestasi tersebut termasuk lima kemenangan beruntun Blazers. 

Lima kemenangan beruntun adalah prestasi terbaik mereka musim tersebut. Pada musim yang sama, sebelum Nurkic datang, paling pol, mereka hanya menang tiga kali beruntun dan lebih sering kalah beruntun lebih dari tiga kali beruntun.

Channel: MGA

Di sisi lain, ketika Mason Plumlee datang, Nuggets malah sempat tiga kali kalah di pertandingan-pertandingan terakhir, termasuk ketika bertemu Portland Trail Blazers.

Channel: Real GD Latest Highlightmon

Pada saat itu, kepindahan Nurkic ke Portland jelas dinilai tidak menguntungkan. Portland yang sejak awal tertinggal justru berhasil menyalip di tikungan di saat-saat terakhir, dan berkat mantan pula. Hanya saja, Nuggets punya pertimbangan sendiri. Kebetulan gaya main Nurkic boleh dibilang, meski berbeda gaya, sangat mirip Nikola Jokic. Keduanya sama-sama lambat. 

Ketika keduanya bermain bersama, otomatis tempo permainan akan makin lambat. Plumlee, di sisi lain, lebih tangkas dan cepat meski free throw dan kemampuan bertahannya tidak sekokoh Nurkic. Permainan cepat ini yang akan memaksimalkan potensi passing Jokic di kemudian hari. 

Jika di musim-musim awal, Jokic rata-rata hanya membuat 5 assist per pertandingan, dua musim terakhir, Jokic membuat 7-8 assist per pertandingan. Musim ini Jokic nyaris selalu membuat triple double setiap pertandingan. 

Menariknya, Nuggets lebih sering kalah ketika Jokic mengemas kurang dari 6 assist musim ini. Tercatat dari 18 kekalahan Nuggets, sembilan di antaranya terjadi ketika Jokic mengemas kurang dari 6 assist.

Channel: House of Highlight

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4