Mohon tunggu...
Cak Bro Cak Bro
Cak Bro Cak Bro Mohon Tunggu... Administrasi - Bagian dari Butiran debu Di Bumi pertiwi

Menumpahkan barisan Kata yang muncul di Pikiran

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Pentingnya Sport Science sebagai Kunci Sukses Para Atlet Indonesia Meraih Prestasi di Kancah Internasional

16 Mei 2021   05:37 Diperbarui: 16 Mei 2021   05:44 1296
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

A. Pengantar

Rasanya jika kita bicara masalah olahraga dan pembinaan atilit akan tidak habis-habis untuk dikupas untuk mencari penyebab mengapa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih 250 juta tidak mampu mencetak banyak atlet yang mampu berkiprah dan meraih prestasi didunia internasional, bahkan dalam wilayah regional pun terlihat kemunduran memanen hasil sehingga tak mampu menjadi juara umum.

Bahkan, salah satu lembaga penelitian, Paramadina Public Policy Institute pada tahun 2010 secara serius melakukan riset untuk mencari faktor penyebab penurunan prestasi Indonesia dalam bidang olahraga. Lembaga tersebut mencoba melakukan interviu dengan stakeholder seperti atlet, mantan atlet, swasta dan pemerintah dan menghasilkan riset berjudul "Mendorong Prestasi Olahraga Melalui Kebijakan Pendanaan dan Fiskal".

B. Faktor Penyebab Prestasi Olahraga di Indonesia Tidak Maksimal

Menurut hasil riset tersebut, Faktor-faktor penyebab penurunan prestasi Atlet diantaranya karena: a) Profesi Olahragawan tidak menarik bagi kaum milenial; b) Minimnya Dana pembinaan olahraga; c) Sistem Pendidikan yang tidak mendukung dunia olahraga; d) Sarana dan prasarana olahrag yang minim; dan e) Belum optimalnya Pihak Swasta (Sponsor pertandingan) di bidang olahraga. Faktor pertama, ketidaktertarikan para milenial terhadap dunia olahraga, terkecuali bulu tangkis, sepak bola atau basket, karena ketidakjelasan jalur karir di bidang olahraga tersebut. Terutama pasca pensiun, banyak mantan atlet yang hidupnya terlantar atau hidup dalam kekurangan, dsb.

Selanjutnya Faktor kedua, kurangnya dukungan pemerintah terkait dana pembinaan olahraga baik di pusat maupun di daerah, jika kita bandingkan dengan negara Australia, Thailand dan Singapura, dana pembinaan olahraga mereka bisa mencapai masing-masing 0,1%, 0,2%, dan 4,2% dari pendapatan negara. Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya memiliki anggaran sebesar 0.08% dari APBN. Itu pun anggaran sudah termasuk biaya operasional kementerian seperti gaji pegawai dan sarana prasarana serta masih membagi kepada dua bidang kepemudaan dan keolahragaan.

Faktor berikutnya, Sistem Pendidikan Kurang Mendukung untuk Olahraga, Pandangan sebagian masyarakat Indonesia memang belum melirik olahraga sebagai karir yang menjanjikan. Penyebabnya kolaborasi antara dunia Pendidikan dan dunia olahraga tidak menciptakan sinergitas, kalau ada kurikulum olahraga hanya sebagai mata pelajaran dukungan. Dan lebih miris lagi, banyak guru yang mendukung siswa untuk mengejar nilai pelajaran umum dibandingkan olahraga. Kalau pun mereka yang memang jatuh cinta pada olahraga, mereka diarahkan pada  sekolah khusus olahraga (SKO), padahal jumlah SKO dinegeri kita bisa dihitung dengan jari.

Faktor keempat, dukungan pemerintah terutama di daerah terhadap sarana dan prasarana olahraga sangat minim, itu pun bergantung dengan komitmen kepala daerah (jika suka dengan olahraga atau demi prestise atau pencitraan) membangun stadion olahraga megah, namun belum tentu sesuai dengan kebutuhan/minat masyarakat terhadap olahraga tertentu. Akibatnya, pencarian anak didik berbakat atau bibit unggul atlet seperti mencari jarum di ladang Jerami.

Dan yang terakhir, ketelibatan pihak swasta (sponsor) dalam mendukung olahraga belum optimal. Sebenarnya cukup banyak industri olahraga yang ingin membantu perkembangan olahraga di Indonesia, namun terbatas olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat. Belum lagi, Masih banyak sekali dipolitisisasi sebagai intervensi yang dijadikan lahan bisnis dan menyebabkan industri olahraga tidak berkembang maksimal.

C. Konsep Besar Pemerintah Indonesia Untuk Mencoba bangkit Dan Perbaiki Situasi Dunia Olahraga

Terhadap permasalahan tersebut, Pemerintah sadar dan mulai mencari solusi untuk memperbaiki situasi ini, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah telah merancang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai jawabannya. Desain tersebut akan memberikan panduan perencanaan di bidang olahraga mulai dari hulu hingga hilir, dipemerintah pusat hingga daerah, bahkan difokuskan untuk peningkatan prestasi olahraga tidak hanya nasional dan regional, juga di kancah internasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun