Mohon tunggu...
Cahaya Tasikmalaya
Cahaya Tasikmalaya Mohon Tunggu... Seorang yang terus belajar dan ingin memajukan daerah di Indonesia

Demi kemajuan Tasikmalaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Posko Pemantauan di Perbatasan Bojonggambir

30 Maret 2020   10:13 Diperbarui: 30 Maret 2020   10:07 5 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Posko Pemantauan di Perbatasan Bojonggambir
Dok. pribadi

Kebijakan Work From Home (WFH) atau Kerja dari Rumah dan juga karantina yang telah diterapkan oleh beberapa wilayah menyebabkan arus perantau untuk pulang kampung semakin tinggi. Hal tersebut bisa dimaklumi sebab untuk WFH sendiri belum diberi batas tertentu, dalam artian pemerintah masih melihat perkembangan di depan. Sehingga wajar jika para pekerja pulang kampung, sebab harga kebutuhan hidup di tempat asal dipastikan lebih murah dibanding di daerah rantau.

Namun justru mobilitas tersebut yang mengingkari semangat pencegahan COVID-19, terlebih sejauh ini di Jabodetabek angka positif COVID-19 masih relatif lebih tinggi dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Beberapa arus perantau pun juga pemudik (sebab akan segera Ramadhan!) sudah bisa dilihat keluar dari wilayah Jabodetabek, menyebar ke arah timur maupun barat. 

Di Kabupaten Tasikmalaya sendiri, tepatnya di Kecamatan Bojonggambir, arus mobilitas perantau dan pemudik telah dengan mudah terlihat. Setidaknya dari frekuensi angkutan umum, angkutan pribadi roda empat dan juga roda dua. Polsek Bojonggambir, Koramil 1221/Taraju, UPT Puskesmas Bojonggambir, BPBD Bojonggambir dan pemerintah setempat pun berinisiatif mendirikan posko di perbatasan pintu masuk ke Kecamatan Bojonggambir pada Jumat, 27 Maret 2020.

Sesuai dengan arahan dan imbauan yang telah dikeluarkan oleh Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, para petugas yang ada di posko pun selalu melakukan pengecekan pada tiap kendaraan yang masuk. Selain itu, kendaraan beserta orang-orang di dalamnya akan disemprot disinfektan, dicek suhu tubuh serta diperiksa identitasnya. Petugas setelahnya juga mengimbau agar sesampainya mereka di rumah agar melakukan isolasi diri selama 14 hari dahulu sebagai salah satu tindak pencegahan.

VIDEO PILIHAN