Mohon tunggu...
Kang Bugi
Kang Bugi Mohon Tunggu... author, blogger, vlogger & storyteller yang pns

Kang Bugi, adalah sebutan bekennya di dunia per-blog-an dan dunia dongeng-mendongeng. Saat mendongeng, maka ia ditemani oleh sahabatnya yaitu Si Otan (informasi tentang kang Bugi dan si Otan dapat dilihat di sini: https://dongengsiotan.wordpress.com/). Memiliki kesenangan berbagi pengalaman dan belajar dari pengalaman orang lain. Senang berbagi cerita melalui vlog ataupun blog diluar kegiatannya sebagai pns. Tempat berbagi cerita melalui berbagai wahana diantaranya melalui Kompasiana dan atau website pribadinya di: https://bugisumirat.wordpress.com/. Bisa juga mampir di IGnya: @bugi_sumirat, terima kasih ;)

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

5 Tips Menulis Ilmiah Populer

20 April 2019   01:05 Diperbarui: 27 April 2019   13:31 0 22 7 Mohon Tunggu...
5 Tips Menulis Ilmiah Populer
Ilustrasi menulis (Sumber: Kompas Lifestyle)

Menulis ilmiah populer menakutkan? Sulit? Lebih mudah menulis ilmiah dibandingkan dengan ilmiah populer? Dan lain pertanyaan-pertanyaan serta pernyataan-pernyataan yang kerap saya dengar tentang menulis ilmiah populer. Malah konon lebih mudah menulis ilmiah dibandingkan dengan menulis ilmiah populer.

Apa sih sebetulnya artikel ilmiah populer itu? 

Secara singkat, artikel ilmiah populer diartikan sebagai artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa seperti artikel dalam surat kabar, majalah, tabloid, media online, dan lain sebagainya), termasuk pula dalam kategori penulisan ilmiah populer adalah komunikasi pendek, buku teks, monografi, hingga tulisan kompilasi. Sebagai tambahan, penyajian di sosial media dikategorikan sebagai bentuk komunikasi pendek. 

Tapi benarkah demikian sulit menulis ilmiah populer? Bagi yang sudah terbiasa, tentu akan menjawab tidak. Tetapi tidak bagi pemula, ataupun mereka yang ingin bisa menulis ilmiah populer. Beberapa tips di bawah ini mencoba untuk memberikan kisi-kisi tentang menulis ilmiah populer, agar terpecahkan kekurangan informasi yang dimiliki dan kemudian akan semakin banyak yang dapat memahami kemudian memulai menulis artikel ilmiah populer. Dengan demikian, dengan mengetahui beberapa tips di bawah ini, menulis Ilmiah Populer akan terasa lebih menarik dan lebih mudah. Semoga.

sumber gambar: pintardotsetnegdotgodotid
sumber gambar: pintardotsetnegdotgodotid
Tips pertama
Carilah bahan tulisan yang menarik, bermanfaat serta unik. Sumber tulisan bisa berasal dari jurnal, tulisan ilmiah, laporan hasil perjalanan ke lapangan ataupun hasil penelitian. Termasuk di dalamnya adalah data lapangan, walaupun belum dituangkan ke dalam bentuk laporan, tetapi memiliki potensi ketiga hal tersebut (menarik, bermanfaat dan unik) untuk dibagikan kepada calon pembacanya.

Dari bahan-bahan sumber penulisan ilmiah populer seperti tersebut di atas, tugas penulis (atau bisa disebut juga sebagai penyadur) adalah mencari tema atau hal-hal seperti telah disebtukan sebelumnya (tetapi tidak lengkap tiga kriteriapun tidak apa-apa) yang dapat dibagikan kepada para pembaca. 

Perlu diingat di dalam mencari poin atau topik atau hal yang menarik, bermanfaat dan unik, kita perlu memposisikan diri sebagai  orang awam yang sedang mencari hal-hal tersebut diantara 'tumpukan' hal-hal serius yang ada di hadapan kita.

Bila yang akan dijadikan bahan tulisan ilmiah populernya adalah jurnal/tulisan ilmiah, dapat lebih fokus melihat pada abstrak dan kesimpulannya. Setelah didapat hal yang menarik untuk dibagikan, bisa mulai mengeksplorasi  keseluruhan isi tulisan untuk mulai mengambil poin-poin sebagai dasar menulis saduran ilmiah populer tersebut. 

Tulisan ilmiah populer tetap memiliki struktur penulisan, walau sederhana, yaitu memuat pembukaan, isi dan penutup. Dapat pula di dalam tulisan dibagi kedalam beberapa sub topik agar tulisan menjadi lebih jelas dan terstruktur secara sederhana namun fleksibel.

Proses pengalihan tulisan ilmiah menjadi ilmiah populer disebut dengan saduran. Saduran dalam koridor LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) diartikan sebagai 'tulisan atau terjemahan secara bebas dengan meringkas tanpa mengubah intisari tulisan asal' (Perka Kepala LIPI no. 2 tahun 2014). Dengan tipe penulisan ini, informasi tulisan asal ditulis lengkap di bagian bawah tulisan saduran, agar pembaca mengetahui asal tulisan dimaksud. 

Tips kedua
Well, memperhatikan kepentingan atau ketertarikan audiens pembaca tulisan kita masuk kedalam prioritas penulisan artikel ilmiah populer. Sehingga menentukan target pembaca menjadi penting. Mengapa? Karena artikel ilmiah populer haruslah bersifat umum, dapat dibaca kalangan manapun, walau sumber tulisan cukup berat atau serius (seperti dijelaskan pada tips pertama).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x