Mohon tunggu...
Budi Prathama
Budi Prathama Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kuliah di Universitas Sulawesi Barat. Hidup adalah proses yang mesti dijalani dengan baik. Ngobrol di IG @budi.prathama

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Please Deh, Kalau Dibonceng Tidak Usah Banyak Bacot

4 Maret 2021   17:22 Diperbarui: 5 Maret 2021   13:42 78 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Please Deh, Kalau Dibonceng Tidak Usah Banyak Bacot
https://jogja.tribunnews.com/amp/2017/10/15/tak-peduli-lelah-dan-jauh-naik-motor-cilacap-yogya-ditempuh-ayah-ini-demi-antar-anaknya-tes-cpns

Dalam berkendara, ada saja biasa cerita lucu ataupun tindakan ceroboh yang mungkin bisa terjadi. Baik untuk para pembawa motor maupun yang dibonceng oleh motor. Selain itu, kadangkala juga terjadi kesialan diluar dari perkiraan. Wah, sebenarnya sih itu adalah hal yang wajar saja. Bukankah hidup memang begitu terjadi selir berganti, ada pahitnya dan ada pula manisnya. Seperti suguhan kopi pada malam dan siang hari. Hehehe

Kembali pada pembicaraan tentang orang berkendara, akan banyak juga kita jumpai suara orang berkendara begitu terdengar saat langgar dan mendahului kita di jalan. Entah itu pembicaraan serius atau pun hanya candaan saja, aku pun tak tahu. Memang sih itu boleh-boleh saja atas hak mereka sebagai warga negara dan umat manusia.

Namun, lucunya ada tipe orang yang pada saat dibonceng sangat ngewel dan banyak sekali bicaranya. Sebenarnya sah-sah saja kalau sifatnya memang serius yang tidak mengumbar-umbar masalah pribadi. Termasuk banyak bacot tentang bagaimana seharusnya bawa motor, padahal posisinya sedang dibonceng. Seakan dia yang membawa motor saja. Aneh.

Dalam pengalaman, saya pun pernah mendapatkan seperti demikian. Tidak usah saya sebutkan siapa orangnya karena tidak enak juga. Saat saya bonceng pakai motor, ya kebetulan juga motor saya waktu itu belum dicuci dan sudah lama juga tidak saya periksa atau membongkarnya. Saat dalam perjalanan sering saja ada bunyi gesekan dari belakang, tepatnya dekat dengan ban motor, biasanya sih rantainya yang kering. Alhasil, orang yang saya bonceng itu justru banyak berkomentar, banyak bertanya dan menjelaskan harusnya seperti ini dan seperti itu.

Ya, masukan seperti itu baik-baik saja karena mengajarkan saya untuk lebih memperhatikan kondisi motor sebelum saya memakainya. Tetapi, disisi lain juga hal itu dapat mengganggu konsentrasi saya yang sedang membawa motor. Walaupun, saya sudah mengatakan ia, tetapi masih saja banyak bicaranya, dan pembicaraannya pun itu terus diulang-ulang yang tidak ada habis-habisnya selama dalam berkendara.

Parahnya juga, dia mampu menjelaskan untuk memperbaiki cara saya membawa motor berdasarkan pada versinya. Menjelaskan bagaimana trik saat melewati jalanan rusak, cara menerobos pengendara-pengendara lain dan cara ambil posisi pada saat ditikungan. Mungkin dia tidak menerima cara saya bawa motor atau karena dia terganggu.

Masalah seperti ini sepeleh saja dan sering disepelekan. Tetapi, alangkah bijaknya kalau pengendara motor, baik yang membawa motor maupun yang dibonceng untuk tidak saling merugikan atau saling mengganggu satu sama lain. Karena seharunya pada saat sedang berkendara kondisi fokus dan fikiran tenang adalah yang paling utama.

Jangan sampai karena banyak bacot saat dalam perjalanan justru dapat mengakibatkan fikiran tidak fokus. Parahnya, jika itu dapat mengakibatkan kejadian tidak diinginkan, dan apabila hal itu terjadi akibat dari banyak bacot, maka itu adalah tindakan konyol yang pernah ada dalam catatan sejarah perboncengan motor.

Kenapa saya mengatakan itu bisa saja terjadi, karena ketika saya tidak fokus dan saya mendengar ada banyak bacot jelas dapat menganggu konsentrasi saya dalam membawa motor. Orang yang tidak konsentrasi membawa motor, tidak menutup kemungkinan tindakan ceroboh dapat terjadi. Terjadinya tindakan ceroboh, tentu tidak akan sama peluangnya orang yang fokus dengan orang yang tidak fokus. Jatah ceroboh akan lebih banyak diambil oleh orang yang tidak fokus.

Bukan berarti terjadinya tindakan ceroboh saat berkendara, itu semata-mata diakibatkan oleh orang-orang yang banyak bacot. Tetapi, bagi saya orang yang banyak bacot saat saya bonceng, mengomentari cara saya membawa motor saat dalam perjalanan, serta banyak mengurusi kenapa motor saya seperti ini dan seharusnya seperti itu, dan selalu menyalahkan masalah pribadi. Bagi saya itu sangat mengganggu saat dalam berkendara.

Kalau pun mau mengkritik cara saya membawa motor dan menyarankan bagaimana seharusnya saya merawat motor. Ada baiknya kalau tidak sementara dalam perjalanan, dan sebaiknya disampaikan pada saat sudah sampai tujuan. Saya adalah tipe orang yang cepat emosian dan terpancing kalau saya sedang membawa motor dan banyak berkomentar mengenai masalah pribadi cara membawa motor. Saya juga tidak tahu kenapa hal seperti itu sangat tidak saya suka dikomentari saat sedang membawa motor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x