Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Lainnya - Bukan Guru

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Home Artikel Utama

Berapa Lama Perancah Struktur Beton Boleh Dilepas?

2 Agustus 2022   08:05 Diperbarui: 2 Agustus 2022   15:04 10947
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gerbang konstruksi beton dengan perancah belum dilepas (dokumen pribadi)

Pernah melihat balokan beton, topian lendut? Atau dak beton melekuk ke bawah? Itu akibat tidak memperhatikan umur beton. Bagaimana duduk perkaranya?

Dalam beberapa kasus, balokan beton melengkung ke bawah, atau disebut lendut. Tidak hanya balokan dan topian beton, kadang dak beton atau lantai cor bangunan bertingkat terlihat melekuk ke bawah.

Dalam kasus lebih parah, bisa patah. Topian beton baru dibangun retak lalu ambrol. Peristiwa itu terjadi di sebuah pabrik perakitan barang elektronik di kawasan industri Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Para ahli di bidang konstruksi menyebutkan bahwa kejadian itu disebabkan oleh umur beton yang belum cukup. Proses pembetonan memerlukan waktu tertentu agar kering.

Bukan kering menurut penglihatan mata, tetapi kering dalam arti komponen pembentuk beton bertulang telah bersenyawa dengan sempurna. Menjadi satu kesatuan utuh.

Beton bertulang, baik untuk balokan, lantai cor maupun untuk topian baiknya dibuat kuat menahan beban, rata, dan halus.

Untuk mencapai tujuan dimaksud dibutuhkan perancah, yakni tiang penyangga (steger) atau penahan beban bekisting (cetakan beton) yang stabil.

Tiang penyangga bisa terbuat dari tiang baja, kayu balok, dolken, bahkan batang bambu.

Biasanya dipasang cukup rapat demi menahan beban seberat 2.400 kilogram per meter kubik beton bertulang. Misalnya membuat dak beton ukuran 5m 4m tebal beton 0,12m = 2,4 m3, maka bobotnya adalah 2,4m3 2,4 ton = 5.76 ton.

Bobot tersebut ditopang oleh beberapa penyangga yang kuat dan berkedudukan stabil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Home Selengkapnya
Lihat Home Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun