Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Long Tail, Bisnis Gengsi yang Menjanjikan juga Memprihatinkan

7 Desember 2021   20:07 Diperbarui: 8 Desember 2021   08:20 462 64 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Striker klub Real Madrid, Karim Benzema, berpose di antara dua mobil mewah miliknya. Sumber: Akun Instagram pribadi milik Karim Benzema via Kompas.com

Kini predikat sukses dan kaya raya bisa disewa, tanpa perlu membelinya.

Demi mendapat label sebagai figur sukses yang kaya, seseorang memerlukan pelengkap berupa: rumah megah, mobil mewah, tas branded, aksesoris mahal, juga iPhone atau iPad. Tidak perlu membeli, tapi cukup menyewa.

Demikian kira-kira interpretasi sederhana saya terhadap unggahan di laman Facebook sahabat saya nan cantik. Sati Subiakto, seorang Chief Financial & Administration Officer perusahaan Advertising Agency di Jakarta Selatan, menayangkan ulang artikel Kris Moerwanto.

Lengkapnya kurang lebih begini.

Untuk menegaskan bahwa dirinya sudah mencapai keberhasilan, sukses, meraih achievement tertentu, kaya raya, seseorang memamerkan dan bergaya seakan-akan memiliki harta, properti, berbagai rupa barang istimewa. Kendati semuanya bukan benda-benda milik sendiri. Melainkan menyewa.

Pamer dan bergaya telah menjadi kebutuhan untuk mengukuhkan status, bahkan gengsi orang per orang. Ia adalah kebutuhan personal yang spesifik dan unik.

Foto hidup hedonis oleh Yasin Gndogdu dari Pexels
Foto hidup hedonis oleh Yasin Gndogdu dari Pexels

Kebutuhan bersifat personalized, customized, on demand yang sekarang bisa didapat dengan mudah: menyewa! Bisa sewa rumah, sewa mobil, sewa tas, aksesoris mahal, termasuk fenomena sewa pacar.

Konon orang-orang semacam ini kian meningkat. Konsumen yang besar terhadap benda-benda unik, spesifik, personalized. Generasi era digital menyebutnya sebagai pasar long tail.

Dengan pikiran konvensional, saya mencoba memahami pasar kebutuhan psikologis yang berkaitan dengan gengsi itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan