Mohon tunggu...
Budi idris
Budi idris Mohon Tunggu... Guru - Guru, Penulis Buku, Blogger inspiratif

Dengan tulisan mari berkarya dan berprestasi

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Persoalan Kebutuhan Air Bersih Bukan Sekadar Izin dan Ketersediaannya!

1 November 2023   20:37 Diperbarui: 2 November 2023   13:31 640
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi air permukaan seperti sungai. (Sumber: (THINKSTOCKS/KENZAZA via kompas.com)

Air menjadi kebutuhan primer manusia saat ini ketersediaannya semakin terbatas sehingga masyarakat melakukan pengeboran tanah untuk mencari sumber air.

Air tanah yang digunakan masyarakat ternyata saat ini sudah begitu banyak penggunaannya sehingga hal ini memunculkan berbagai dampak negatif.

Secara perlahan pengambilan air tanah menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah bisa dibayangkan bahayanya jika ini terus dibiarkan.

Mendasari hal tersebut pemerintah melalui kementerian ESDM melakukan penertiban dengan syarat terbaru setiap pengeboran tanah untuk mencari sumber air harus memiliki izin.

Mengapa hal ini sampai terjadi padahal kebutuhan air begitu penting bagi kehidupan sehari-hari.

Air menjadi salah satu kebutuhan primer yang harus terpenuhi karena air dibutuhkan dalam berbagai kegiatan manusia: untuk minum, mandi, mencuci menjadi contoh kecil kebutuhan akan air setiap harinya.

Jika hanya mengeluarkan peraturan rasanya kurang efektif untuk mengatasi persoalan kebutuhan air dan pencegahan dampak negatif pengambilan air tanah.

Berikut ini solusi bagi pemerintah untuk mengatasi persoalan meningkatnya pengeboran air Tanah untuk mencari sumber air.

1. Memperbaiki Pelayanan PDAM

Perusahaan daerah air minum (PDAM) menjadi jantung utama penyedia kebutuhan air rumah tangga didaerah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun