Mohon tunggu...
budi prakoso
budi prakoso Mohon Tunggu... mari jaga kesehatan

seorang yang gemar berolahraga

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

"Hoax Distancing" Juga Perlu Dilakukan di Tengah Pandemic Covid-19

7 April 2020   20:27 Diperbarui: 7 April 2020   20:36 61 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Hoax Distancing" Juga Perlu Dilakukan di Tengah Pandemic Covid-19
Lawan Hoax Corona - bisnis.com

Pemerintah telah menganjurkan agar saling menjaga jarak disaat pandemic corona. Hal ini dimaksudkan bukan memutus tali silaturahmi, ataupun tatanan kehidupan sosial masyarakat. 

Menjaga jarak ini dimaksudkan agar memutus penyebaran virus covid-19 yang begitu pesat. Karena itulah masyarakat dianjurkan untuk bekerja, belajar, beribadah dan beraktifitas di dalam rumah saja.

Covid-19 terbukti bisa sangat mematikan dan telah menyebar ke seluruh negara, termasuk Indonesia. Penyebaran virus ini sungguh tidak ada yang menduga. 

Tidak ada teknologi yang begitu cepat dan tepat, untuk memastikan apakah dalam badan yang sehat, tertempel virus atau tidak. Yang bisa kita lihat adalah gejala yang terjadi dalam periode waktu tertentu. 

Namun demikian, seseorang yang dinyatakan positif, bisa saja menjadi negative, jika imun orang tersebut kuat dan baik. Dengan menjaga jarak secara fisik, potensi terpaparnya virus akan jauh lebih berkurang.

Namun, di masa pandemic ini tidak hanya sosial distancing yang diperlukan, tapi 'hoax distancing' juga perlu dilakukan. Karena faktanya masih ada saja perilaku yang tidak baik ini muncul dalam kondisi yang semestinya tidak dilakukan. 

Entah apa yang salah dalam sebagian benak masyarakat yang masih suka menyebarkan hoaks dan provokasi. Ingat, corona tidak akan selesai dengan hoaks. 

Siapapun pemerintahnya, siapapun gubernurnya, tidak akan bisa cepat menyelesaikan pandemic ini, jika masyarakat yang dibawah masih terus saling mencari kesalahan satu dengan yang lainnya.

Jaga jarak diri kalian dengan informasi yang tidak benar. Dengan menjaga jarak dari informasi yang tidak valid, maka kita akan terhindarkan dari informasi yang menyesatkan. 

Jarak fisik memang bisa memutus mata rantai covid-19, namun fisik tetap bisa terpapar informasi hoaks jika kita tidak menjauhkan diri dari informasi yang valid.

Media massa harus bisa menjadi media rujukan terkait covid-19. Pejabat negara, tokoh politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga harus memberikan pernyataan yang menyejukkan, bukan pernyataan yang membuat masyarakat bingung. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN