Mohon tunggu...
Bonaventura Donny Setyawan
Bonaventura Donny Setyawan Mohon Tunggu... Sports Blogger

Sports Blogger

Selanjutnya

Tutup

Atletik Pilihan

"Memory Of 2018", Fenomena Zohri Getarkan Indonesia

14 Desember 2018   10:54 Diperbarui: 14 Desember 2018   12:09 0 0 1 Mohon Tunggu...
"Memory Of 2018", Fenomena Zohri Getarkan Indonesia
Lalu Muhammad Zohri (sumber:Tempo.co)


Kabar membahagiakan dan mengejutkan datang dari Finlandia. Atlet putra lari 100 meter, Lalu Muhammad Zohri menjadi juara Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 di Tampere, Finlandia. Mungkin tak ada yang mengenal sosok Zohri sebelum menjadi juara dunia junior. Zohri mengalahkan dua atlet Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison dengan catatan waktu 10,18 detik. 

Tidak hanya keluar sebagai juara, tetapi juga Zohri mampu mengalahkan atlet Amerika Serikat dalam Sprint 100 meter putra. Selain itu, momen ini bisa jadi sejarah olaharaga Indonesia, ada atlet Indonesia mampu mengalahkan atlet Amerika Serikat yang merupakan negara kuat dalam cabang atletik, khususnya dalam lari 100 meter.

Prestasi Zohri di Finlandia membuat Bangsa dan Negara Indonesia bangga, tak terkecuali pemimpin negeri ini. Presiden Joko Widodo mengundang secara khusus Lalu Zohri di Istana Bogor (18/7/2018) tepat 1 bulan sebelum pembukaan Asian Games 2018. Jokowi mengajak Zohri berkeliling di Istana Bogor. Kepada para awak media, Jokowi berpesan, 

"Saya titip bahwa prestasi ini jangan berhenti, tapi terus ditingkatkan dengan kegigihan latihan, dengan jadwal latihan yang lebih padat lagi, sehingga kita harapkan nanti betul-betul baik," Jokowi juga berpesan juga kepada Zohri untuk terus berprestasi dan membanggakan bangsa ini. Apresiasi datang tidak hanya dari Presiden Jokowi, tetapi juga dari banyak pihak yang memberikan bonus besar kepada Zohri pasca juara di Tampere, Finlandia. Bahkan, bonus besar itu berupa renovasi rumah Zohri yang berada di Lombok, NTB.

Lalu Zohri ingin membanggakan negeri ini lewat ajang pesta olahraga Asia, Asian Games 2018. Zohri tidak hanya ingin membanggakan negeri Indonesia, tetapi juga tempat asalnya, yaitu Lombok yang baru saja tertimpa musibah gempa bumi. Zohri ingin mempersembahkan yang terbaik bagi warga Lombok dengan prestasi di Asian Games 2018. Zohri turun di nomor 100 meter, nomor andalan yang ia raih juara dunia U-20. 

Namun sayang, Zohri tak berdaya melawan pelari-pelari lain dan harus puas finis di posisi ke-7. Kemudian, Zohri turun di nomor lari estafet 4 x 100. Zohri bersama Fadlin, Eko Rimbawan, Bayu Kertanegara mewakili Tim Indonesia. Zohri sebagai pelari kedua. Hasilnya, Tim Indonesia melesat finis ke-2 setelah Jepang dengan catatan waktu 38,77 detik dan memastikan memperoleh medali perak bagi Kontingen Indonesia. Tim Jepang mencatatkan waktu 38,16 detik dan Tim Tiongkok memperoleh perunggu dengan catatan waktu 38,89 detik. Ini sebuah capaian yang besar bagi seorang Zohri yang masih berusia 18 tahun.

Zohri adalah aset bangsa di arena atletik nomor lari jarak pendek. Masa depan Zohri masih sangat panjang. Bukan tidak mungkin, Zohri akan melampui catatan rekor milik Suryo Agung Wibowo yang saat ini masih menjadi manusia tercepat di Asia Tenggara. Catatan waktu milik Suryo Agung adalah 10,17 detik, hanya selisih 0,01 detik waktu yang dibukukan Zohri ketika juara di Tampere, Finlandia. Semoga saja Zohri dapat membanggakan bangsa ini lewat prestasi di arena atletik.