Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Keberagaman adalah anugerah terbaik bagi Indonesia

ruangberbagi@yandex.com. Dilarang memuat ulang artikel untuk komersial. Hak cipta dilindungi UU.

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Trik Menulis Artikel di Kompas Setelah Berkali-kali Kandas

2 Oktober 2019   06:23 Diperbarui: 3 Oktober 2019   20:04 8989 41 20 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Trik Menulis Artikel di Kompas Setelah Berkali-kali Kandas
Sumber gambar: kompas.id

Hari pertama di bulan Oktober rupanya membawa kebahagiaan bagi penulis pemula seperti saya. Tulisan rubrik Bahasa bertajuk "Boneka (Bukan) dari India" yang saya kirim tiga minggu lalu akhirnya dimuat Kompas cetak 1 Oktober 2019.

kompas.id
kompas.id
Sungguh, kebahagiaan membuncah di hati saat pertama kali membaca tulisan sendiri di Kompas. Impian saya agar suatu saat tulisan saya dimuat koran sekeren Kompas akhirnya terwujud setelah berkali-kali usaha saya kandas.

Ditolak Berkali-kali sampai Tak Sakit Hati

Seingat saya, sudah beberapa kali tulisan saya dikembalikan oleh Redaksi Kompas. Semua artikel yang saya kirim adalah artikel opini. Ada beberapa alasan penolakan Kompas atas tulisan-tulisan saya sebelumnya. 

Pertama, tema sudah banyak diulas penulis-penulis lain atau sudah tidak hangat lagi.

Kedua, tidak ada tempat. Alasan kedua ini amat bisa kita pahami karena memang persaingan untuk menembus Kompas amat ketat, tak sebanding dengan kemampuan Kompas menyediakan ruang untuk semua artikel yang sebenarnya mutunya unggul.

Saya salin-potong surat dari Kompas:

"Kami memberitahukan bahwa pada tanggal NN Redaksi Kompas telah menerima Artikel Anda berjudul "NN". Terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang Anda berikan kepada Kompas.

Setelah membaca dan mempelajari substansi yang diuraikan di dalamnya, akhirnya kami menilai ARTIKEL tersebut tidak dapat dimuat di harian Kompas. Pertimbangan kami,

√ sudah banyak diulas di media

Harapan kami, Anda masih bersedia menulis lagi untuk melayani masyarakat melalui Kompas, dengan topik atau tema tulisan yang aktual dan relevan dengan persoalan dalam masyarakat, disajikan secara lebih menarik.

Untuk kelengkapan administrasi, bila mengirimkan tulisan mohon disertakan pas foto (Abaikan bila sudah pernah kirim). Terima kasih."

 -------

Saat saya curhat di media sosial bahwa tulisan saya ditolak Kompas, sahabat-sahabat dunia maya menghibur dan menasihati. Umumnya nasihat yang saya terima adalah "Jangan menyerah" dan "Coba kirim ke media massa lain (yang kompetisinya tak sekeras Kompas)".

Pengalaman pertama kali ditolak Kompas memang sakit di hati. Namun, karena sudah ditolak berkali-kali, saya sudah tidak sakit hati lagi. 

Apalagi setelah seorang rekan penulis yang sudah sering tulisannya menembus Kompas mengatakan pada saya, "Saya juga sering ditolak. Dari antara sepuluh tulisan, satu atau dua yang akhirnya dimuat Kompas."

Trik Menulis di Kompas setelah Berkali-kali Kandas

Perkenankan saya membagikan pengalaman ditolak Kompas yang saya gubah menjadi trik menulis di Kompas setelah berkali-kali kandas:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x