Mohon tunggu...
Bambang Kuncoro
Bambang Kuncoro Mohon Tunggu... Wiraswasta

Wisdom

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Skandal Memalukan dari Yamaha

7 November 2020   13:49 Diperbarui: 7 November 2020   13:57 259 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Skandal Memalukan dari Yamaha
Foto MottoGP

  • Nobody gonna take my head
    I got speed inside my brain
    Nobody gonna steal my head
    Now that I'm on the road again
    Oooh I'm in heaven again
    I've got everything
    Like a moving ground an open road
    And everything

    I love it, I need it, I bleed it
    Yeah it's a mad hurricane
    Alright hold on tight
    I'm a highway star

    Highway Star -- Deep Purple

Menjelang ahir putaran MotoGP tahun 2020 ini, dunia dikejutkan dengan dijatuhkannya hukuman kepada seluruh team Yamaha, baik sebagai Construktor maupun sebagai Team - Petronas Yamaha SRT (satelit) dan Monster Energy Yamaha (pabrikan).

Pada salah satu episode awal balapan di Jerez, Lucy Wiryono (pembawa acara MotoGP - terimakasih Trans7) dan Joni Lono Mulia menginformasikan bahwa Yamaha saat itu diambang krisis masalah mesin.  

Menurut peraturan MotoGP, setiap peserta mempunyai jatah 5 mesin untuk seluruh musim 2020.  Saat itu  karena berbagai insiden, jatah 5 mesin tersebut sudah hampir habis padahal musim balapan baru berada di awal-awal.

Nyatanya sesi-sesi balapan berikutnya, issue itu hilang menguap begitu saja.  Dapat di maklumi bila Lucy Wiryono dan Joni Lono tidak membahas masalah itu lagi, karena acara tersebut di sponsori oleh Yamaha.  Bahkan motor purwarupa Yamaha selalu unggul dalam babak qualifikasi di hari sabtu, meskipun belum tentu gemilang meraih kemenangan di balapan hari minggu.  

Para penonton pun ada yang sudah melupakan info tersebut. Meskipun di sebagian pemirsa masih meninggalkan sedikit ganjalan, atau sebersit pertanyaan.

Nah pertanyaan tersebut terjawab pada kamis kemarin, ketika keluar berita resmi bahwa Yamaha dijatuhi hukuman.  Bahasa yang digunakan adalah Yamaha tidak menghormati  (disrespect) peraturan yang telah disepakati. Jadi disini Yamaha dianggap tidak punya kehormatan.

Yamaha secara diam-diam (tidak melaporkan) perubahan mesin yang dilakukan dalam rangka menanggulangi masalah teknis yang ada.

Bentuk hukumannya adalah pengurangan nilai yang cukup besar.   Yamaha sebagai Construktor dikurangi 50 poin (menjadikannya terlempar ke posisi ke tiga dibawah Suzuki dengan selisih 5 poin).   

Sedangkan dalam peringkat Team, Petronas Yamaha SRT lengser ke posisi 2 di bawah Suzuki Ecstar dengan selisih 44 poin.  Bahkan sang pabrikan, Monster Energy Yamaha terlempar hingga hampir di posisi buncit (5 dari 6 team). Dengan besarnya nilai hukuman maka bisa disimpulkan ini adalah pelanggaran dengan kategori berat.

Namun demikian masih banyak suara yang menganggap hukuman tersebut masih kurang.  Salah satunya adalah Marc Marquez.  Dia mencuitkan secara sarkas, seharusnya pembalap Yamaha juga dikenai pengurangan nilai, karena mereka bisa meraih poin kemenangan berdasarkan tunggangan yang mengandung kecurangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x