Bing Sunyata
Bing Sunyata

Pekerja di sebuah industri percetakan kertas (packaging)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Getaran dan Daun yang Berguguran

13 Oktober 2017   16:27 Diperbarui: 13 Oktober 2017   16:45 199 0 0

Ini semata bicara sedikit serba-serbi yang ada di sekitar kehidupan manusia. Apa yang ada di judul di atas, bukan merupakan kesatuan pemikiran mengenai apa yang akan diulas. Meski memang kalau daun akan berguguran juga kalau kena getaran. :) Jadi, ada dua. Terkait "getaran" dan "daun yang berguguran".

Mengenai getaran ...

Dari beberapa peristiwa yang telah terjadi pada beberapa gempa bumi pada level tinggi, dapat kita temui (apalagi pada lingkup perkotaan) bahwa bangunan-bangunan yang menjulang itu kemudian menjadi "rata dengan tanah". Terkait fenomena ini, kita dapat bereksperimen menggunakan sebuah ember/timba yang kemudian kita isi dengan pasir (entah itu kering atau basah). Pada lapisan teratas, kemudian kita "acak-acak", hingga permukaan bagian atas dari pasir dalam timba itu menjadi  "tak beraturan".

Dalam keadaan seperti itu, kemudian bagian pinggir/luar, tengah dari timba itu kita ketuk perlahan secara berulang-ulang. Kekuatan yang disalurkan pada saat kita mengetuk diupayakan mengimbangi keadaan dari pasir yang ada. Kalau kering, tidak perlu terlampau kuat 'mukulnya; sebaliknya kalau basah, 'mukulnya harus kuat. Setelah selang beberapa saat, kita akan mendapati, permukaan yang semula "tidak karuan" itu akan menjadi relatif rata. 

Hal yang sama sebetulnya juga bisa terjadi pada unsur/material jenis lainnya. Termasuk unsur/material yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan dalam posisi gempa yang cukup kuat, dimana kita sama sekali tidak memperkirakan hal itu akan terjadi, bisa saja kita kemudian tiba-tiba merasa seperti "limbung", ingin jatuh sedangkan beberapa orang mungkin mengalami pusing. Hal serupa juga terjadi pada beberapa orang yang naik kendaran, entah itu bus atau kereta dimana kemudian merasa mual, pusing, meski kendaraan yang dimaksud sudah diupayakan jendelanya dalam keadaan terbuka (sehingga aliran udara lancar dan tidak panas).

Perbedaan dari pasir yang digunakan dalam eksperimen itu dengan unsur/material yang ada di dalam tubuh manusia tentunya berkaitan dengan ikatan molekul yang terjadi diantara "keping/butir" satu sama lainnya. Mengenai ini bisa dicoba juga bereksperimen, pasir itu kemudian kita campur semen dan air secara merata dan kemudian dibiarkan kering. Tidak lupa lapisan atasnya kita bentuk juga sedemiian rupa sehingga dalam kondisi tidak beraturan. Setelah kering merata, kemudian kita coba lagi mengetuknya secara berulang-ulang seperti percobaan yang terdahulu. Dimana tentunya kita dapati bahwa ketukan dengan level kekuatan seperti sebelumnya tidak menghasilkan efek yang serupa. Tetapi hal serupa tentunya tidak berlaku pada unsur/material yang membentuk tubuh manusia. Disebabkan bagian-bagian padat hanya mengada pada bagian tubuh tertentu (tulang misalnya), sedangkan bagian tubuh lain tidaklah demikian.  

Bicara mengenai getaran, kita tidak sekedar bicara mengenai getaran yang timbul akibat faktor dari luar (seperti gempa, kendaraan, atau alat pijit itu :)). Patutlah juga kita mengetahui bahwa efek getaran itu juga timbul saat kita bersuara. Getaran yang ditimbulkan oleh kehendak kita sendiri itu, juga mempunyai "daya penggerak" yang dapat menyebabkan beberapa jenis molekul-molekul dalam tubuh kita untuk "bergerak meratakan diri". Penganut ageman tertentu, kiranya telah mengerti akan hal ini. Begitu pula mereka yang benar-benar serius menekuni bidang tarik suara. Dimana beberapa mungkin telah merasakan, bahwa setelah melakukannya ... efek yang mereka rasakan adalah "ketenangan". Disini kita juga jangan melupakan bagaimana kemampuan atom/molekul itu untuk saling mengikatkan dirinya pada atom/molekul lain  untuk bisa mendapatkan keadaan "ideal".

Namun ... Satu hal yang jangan sampai dilupakan, adalah ... kalau kita bicara mengenai ikatan atom/molekul ... adalah "atom/molekul apakah yang sedang melakukan proses ikatan itu". Disini kita tidak boleh melupakan keanekaragaman kondisi yang ada dalam tiap manusia, apa-apa yang dilakukannya saat beraktivitas di kesehariannya, dan apa-apa saja yang diasupnya. Terkait yang diasup, kita juga tidak boleh melupakan faktor alam lingkungan dimana seseorang itu hidup*. 

*Semisal buah mangga dan nenas, tidak ditemui di Inggris. Kita bicara panjang lebar kepada orang disana ... mengenai guna dari buah-buahan itu sampai mulut berbusa pun, tidak bakal 'ngefek. :) Kecuali ... kalau ada yang mendatangkan/mengirim buah-buahan itu kesana. Sedangkan apa yang biasa diasup oleh orang sana, tentunya jenis-jenis bahan pangan yang ada di daerah sana. Dimana itu tentunya punya kategori/klasifikasi yang mungkin berbeda dibandingkan dengan jenis-jenis bahan pangan pada kawasan lainnya.

Terkait akan ikatan antar atom/molekul itu yang disebabkan karena getaran, kiranya juga tidak di-gebyah uyah atau disepelekan, itu bila dibawa dalam masalah kesehatan/kondisi fit yang ada pada diri tiap manusia. 

Itu terkait getaran ...

Mengenai daun-daun yang berguguran ... Ini pendek saja.

Ketika sebuah tanaman meluruhkan daun-daunnya, secara natural ... daun-daun itu akan diproses secara alamiah menjadi "pupuk" bagi tanaman itu sendiri ataupun bagi tanaman lain yang ada di sekitarnya. Disini kita amati terjadinya proses berkesinambungan (walau dalam sistim berantai yang pendek). 

Terkait ini patut kita cermati apa yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada saat ini, yang tampak oleh penulis masih dua topik saja, entah apakah ada lainnya yang menemukan topik lain seputar masalah ini.

- Pada daerah perkotaan, daun-daun yang berguguran itu biasanya kemudian dibuang ke tempat pengumpulan sampah. Pertanyaannya ... Lha pohon yang daun-daunnya gugur itu, "nantinya" ... harus "makan" apa ?

- Pada daerah pedesaan, terkait masalah pertanian ... "Daun-daun yang berguguran" (dalam artian hasil bumi), bila kemudian dikirim ke tempat lain, maka secara teori-praktek kita dapati bahwa ada unsur hara tertentu yang telah hilang dari situ. Unsur hara yang hilang itu, terkait dengan metoda yang ada sekarang, berusaha dikembalikan dengan jalan menggantikannya dengan pupuk. Jadi sebuah pertanyaan ... Pupuknya dapat darimana ? Terkait ini ... bisa dipikirkan pula mengenai sampah jenis tertentu. Bicara mengenai sampah jenis tertentu itu, jangan selalu terburu memikirkan untuk dibakar untuk pembangkit listrik.  

Peeeace 4 all