Mohon tunggu...
Agustinus Purwanto (Mas Pung)
Agustinus Purwanto (Mas Pung) Mohon Tunggu... Penyuluh Agama Katolik, Pengajar K3S KAJ, Kepala Sekolah

pemberi rekoleksi, retret, katekis, email: bimabela@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Benarkah Tujuh Kebiasaan Ini Membuat Pelajar Menjadi Hebat?

17 Maret 2021   22:02 Diperbarui: 17 Maret 2021   22:09 70 2 1 Mohon Tunggu...

"Apakah sulit menjadi pelajar hebat? Tidak. Tidak sulit. Dan untuk membuktikannya saya menulis artikel ini (saya rencanakan menjadi buku)" Kalimat ini saya tulis terinspirasi oleh Syd Hoff-seorang kartunis yang menulis buku "Learning to cartoon". Di dalam buku itu dia menceritakan kisah perjuangannya menjadi kartunis legendaris. Bukan pertama-tama karena bakat tetapi karena upaya, latihan dan keterampilan yang terasah.

Sebagai seorang guru, saya mengamati perilaku, kebiasaan dan perjuangan para pelajar.  Ada pelajar yang mempunyai kecepatan belajar. Ada pula pelajar yang lamban menyerap informasi. Yang pertama dengan cepat mengolah informasi dan yang kedua harus melakukan beberapa kali pengulangan untuk memahami sebuah konsep. Yang pertama tidak memberi garansi mencapai prestasi terbaik di kelasnya; yang kedua tidak otomatis menempati peringkat terbawah di kelasnya. Malah terkadang membalik logika umum. Mereka bisa mencapai prestasi tertinggi di kelas.

Sebagai guru yang telah mendampingi pelajar lebih dari 20 tahun di satuan pendidikan menengah, saya sangat terpesona dengan siswa-siswa hebat di setiap kelas. Dan setiap rombongan belajar selalu ada pelajar hebat. Mereka adalah pelajar yang memiliki kompetensi mediocre (sedang-sedang saja), bukan siswa yang memiliki IQ tertinggi di kelasnya tetapi bisa mencapai prestasi terbaik di kelas. 

Dan pada akhir tahun kelulusan, mereka meraih peringkat tertinggi. Mereka memperoleh beasiswa di perguruan tinggi luar negeri, dan atau lolos seleksi perguruan tinggi negeri bergengsi. Setelah mereka lulus perguruan tinggi, diantara mereka sukses meraih karier yang sangat bagus baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Tujuh Kebiasaan Membuat Mereka Menjadi Pelajar Hebat

Dari pengamatan yang saya lakukan beberapa tahun-sejak saya menjadi guru bimbingan konseling sampai kepala sekolah-paling tidak ada tujuh kebiasaan, yang kemudian menjadi karakter-yang membuat mereka menjadi pelajar hebat. Barangkali Anda sebagai guru atau pengamat pendidikan atau konselor pendidikan bisa menemukan lebih banyak lagi kebiasaan. Tujuh kebiasaan yang membuat mereka menjadi pelajar hebat yaitu:

  1. Belajar sesuai dengan gaya belajarnya. Mengetahui gaya belajar ini sangat penting, dan teramat penting untuk pencapaian prestasi terbaik bagi pelajar. Pelajar harus mengetahui gaya belajarnya. Seorang pelajar yang mengetahui gaya belajar yang cocok untuk dirinya, bisa belajar dengan sangat efektif. Di sinilah setiap pelajar sesungguhnya punya kesempatan yang sama untuk berprestasi, untuk berkembang secara maksimal. Kita tahu ada tiga gaya belajar, yaitu visual, auditif dan kinestetik. Setiap pelajar harus dibantu untuk menemukan gaya belajarnya masing-masing.
  2. Bisa memotivasi diri. Ini sangat penting untuk setiap pelajar yang ingin berprestasi. Dari pengamatan saya, pelajar yang mampu memotivasi diri adalah pelajar yang tahu alasan kenapa ia sekolah. Mereka adalah pelajar yang punya cita-cita besar. Banyak cara yang bisa digunakan untuk membantu pelajar merumuskan cita-cita. Di sinilah pelajar terlibat dalam pembelajaran secara aktif. Mereka sering memberi masukan kepada guru bagaimana pembelajaran yang menarik. Mereka adalah pelajar yang haus akan pengetahuan sehingga mereka sering mencari dari sumber lain. Nah, pelajar seperti ini biasanya lebih banyak sumber pengetahuan.
  3. Kebiasaan mengelola waktu dengan baik. Pelajar yang punya jadwal baik jadwal terkait dengan pendidikan di sekolah maupun jadwal terkait kegiatannya di luar sekolah. Karena bisa mengelola waktu dengan baik pelajar ini menjadi pelajar yang aktif, sekalipun ketika guru berhalangan masuk kelas. Salah satu siswa hebat di sekolah saya punya jadwal mengerjakan tugas (PR) di sekolah. jadi setiap selesai jam pembelajaran, pelajar ini tidak langsung pulang tetapi mengerjakan PR. Ketika saya tanya, "Kenapa mengerjakan PR di sekolah?" Dia menjawab karena di rumah dia mengerjakan hal lain sebagai hobinya.
  4. Kebiasaan tampil di depan teman-teman. Ini adalah kebiasaan yang digunakan untuk membangun percaya diri. Kebiasaan tampil di depan teman-teman tidak harus diartikan menampilkan diri seperti pidato, debat dan sebagainya. Tampil di depan teman-teman bisa diartikan senang membantu orang lain misalnya, ketika ada acara pelajar ini akan membantu menyiapkan acara. Dia mau melakukan apa saja untuk membantu orang lain. Misalnya angkat kursi, membersihkan lantai dan sebagainya. Tentu juga tampil dalam acara-acara sebagai latihan membangun percaya diri. Karena itu kebiasaan ini menghasilkan rasa percaya diri yang kuat. Seorang pelajar hebat pada akhirnya adalah pelajar yang punya kepercayaan diri.
  5. Kebiasaan suka berorganisasi. Tidak semua siswa yang memperolah prestasi akademik terbaik adalah pelajar yang suka berorganisasi. Tapi dari catatan yang saya buat, setiap pelajar yang suka berorganisasi, disertai kemampuan mengelola waktu, dan terus melatih percaya diri akan menjadi pelajar hebat. Di perguruan tinggi mereka dengan sangat mudah mendapatkan akses berkembang yang sangat luas. Saya punya pelajar puteri ketika di SMA suka banget berorganisasi, percaya dirinya oke banget. Pada saat kuliah dia mendapatkan kesempatan belajar di salah satu stasiun televisi. Jelas banget kesempatan ini diperoleh karena ia memenuhi syarat. Dan hal ini tidak lepas dari kecintaannya dalam berorganisasi.
  6. Kebiasaan disipilin. Tidak ada orang hebat yang tidak disiplin. Demikian juga pelajar. Disiplin selalu diartikan on time (tidak terlambat) dalam menghadiri kegiatan baik di kelas maupun dalam rapat dan sebagainya. "Karakter disiplin menjadi sebuah kemutlakan untuk kesuksesan" kata salah seorang rektor universitas swasta di Jakarta ketika menceritakan tips sukses menjadi mahasiswa di luar negeri. Disiplin menjadi indikator bahwa pelajar tersebut sangat menghargai waktu.
  7. Kebiasaan bertanggung jawab. Pelajar yang bertanggung jawab selalu mengumpulkan tugas dari guru tepat waktu. Semua tugas diselesaikan sebelum batas waktu akhir. Pelajar yang bertanggung jawab biasanya akan aktif membangun komunikasi dengan guru untuk menyelesaikan tugasnya secara optimal. Dia akan mencari guru untuk bertanya lebih lanjut ketika menghadapi kesulitan mengerjakan tugas. Tidak mengherankan jika pelajar yang bertanggung jawab biasanya jupa punya kompentensi komunikasi yang baik dan kompetensi pemecahan masalah.

Penutup

Saya sangat yakin ketika tujuh kebiasaan itu diasah, dilatih dan menjadi karakter pelajar, ia akan menjadi pelajar hebat. Pelajar yang mencapai perkembangan  secara optimal baik perkembangan akademik maupun karakter. Semua ini bukan karena pelajar punya IQ diatas rata-rata atau jenius tetapi karena mau berlatih secara konsisten dengan tujuh kebiasaan tersebut. 

Nah, dari penjelasan singkat saya ini: "Tidak sulitkan menjadi pelajar hebat?" Bagaimana menurut Anda? (Ag. Purwanto, M.Pd. Principle (SMA Cinta Kasih Tzu Chi) & Writer. IG & Linkeldn: Masguspung. YouTube: Two Minutes For Hope; https://www.kompasiana.com/bimabela.com)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x