Mohon tunggu...
zahwan zaki
zahwan zaki Mohon Tunggu... Alumni IAIN SAS Babel (Pendidikan) dan Alumni STIA-LAN Jakarta (Bisnis)

Hobi melakukan perjalanan ke tempat yang belum pernah ditempuh dan terus mencoba menggerakkan pena, menulis apa yang bisa ditulis, paling tidak untuk bisa dibaca segelintir orang.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Derita Sekolah Swasta di Tengah Himpitan Ekonomi Keluarga

14 Juli 2020   05:35 Diperbarui: 14 Juli 2020   09:37 2133 45 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Derita Sekolah Swasta di Tengah Himpitan Ekonomi Keluarga
Foto: pixabay.com

Semenjak badai pandemi covid-19 ini melanda Indonesia, memberi dampak yang luar biasa pada sektor ekonomi. Salah satunya menyentuh ekonomi keluarga, pendapatan menjadi tidak normal seperti sebelum adanya pandemi ini.

Akibat dari tidak normalnya pendapatan keluarga, berimbas pada operasional sekolah swasta. Tidak terkecuali, sekolah swasta yang ada di desa kami saat ini.

Keberadaan Sekolah Swasta Di Desa

Namanya juga sekolah swasta, pendapatan sekolah sedikit banyak tetap bergantung dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) siswa. Selebihnya bantuan pendidikan biasanya didapat juga dari pemerintah berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau berupa insentif lainnya.

Kebetulan saya juga terlibat di kepengurusan Yayasan yang mengelola sekolah tersebut, baik tingkat MTs, maupun tingkat MA. Sedikit banyak, sudah mengetahui biaya operasional sekolah tersebut, darimana pendapatannya dan untuk apa saja pengeluarannya.

Sekolah kami ini terletak di Desa, kurang lebih berjarak 40 KM dari pusat kota. Keberadaannya sudah dimulai kurang lebih sejak  25 tahun yang lalu.

Keberadaan sekolah tingkat MTS dan MA swasta di Desa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa setempat.

Para orangtua tidak perlu menyekolahkan anaknya ke luar desa setelah anaknya lulus dari Sekolah Dasar (SD), terlebih jam operasionalnya dimulai pada siang hari, ini memungkinkan para siswa dapat membantu orangtuanya bekerja di pagi hari.

Pekerjaan Orang Tua Siswa

Hampir seluruh orang tua siswa yang belajar di sekolah desa kami, bermata pencaharian atau pekerjaannya sebagai petani/pekebun. Para orangtua siswa bekerja sebagai petani karet (menyadap getah karet).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x