Bidan Care / Romana Tari
Bidan Care / Romana Tari karyawan swasta

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang kesehatan dan pengalaman sehari - hari dalam hidup,\r\n\r\nMari hidup sehat dan kreatif dalam hidup bersama bidancare

Selanjutnya

Tutup

Sosial Budaya

"Tradisi Rewang" Penyelenggara Pesta Tak Boleh Masuk ke Dapur

27 Juli 2012   23:27 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:32 4366 17 24
"Tradisi Rewang" Penyelenggara Pesta Tak Boleh Masuk ke Dapur
1343421915356225294

Rewang adalah salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai salah satu cara membantu keluarga atau tetangga yang sedang mengadakan kenduri, pesta maupan perhelatan pesta adat dimana membutuhkan tenaga bantuan untuk mengurus konsumsi dan kesibukan rumah tangga lain.

Rewang disebut juga Landang ( wilayah Tuban ) diartikan sebagai cara membantu menyumbangkan tenaga bagi tetangga untuk urusan memasak dan menyiapkan pesta adat atau jamuan makan pernikahan. Sedangkan menurut masyarakat dari daerah Maumere mereka yang biasa membantu masak memasak pada perhelatan pesta adat menyebutnya dengan lakang perang hering, artinya memasak dengan heboh dan meriah beramai ramai. Pada saat saya mengunjungi Wonosari Gunung Kidul saya melihat masih ada tradisi turun temurun berupa rewang ini. Meskipun kegiatan rewang ini sebuah bentuk atau cerminan tradisi  gotong royong tetapi  di kota besar kita semakin jarang mendapatkan kebiasaan rewang yang masih dipertahankan. Kemungkinan berkaitan dengan kesibukan dan efisiensi waktu dan tenaga. Di masyarakat modern terutama kota besar kegiatan pesta lebih banyak dikelola oleh usaha catering.

1343422148893198960
1343422148893198960
1343422487736235962
1343422487736235962
Beberapa hal menarik dari rewang ini adalah, dibentuk panitia untuk pemimpin dapur yang menjadi tangan kanan tuan rumah dan  bertanggung jawab terhadap kesuksesan jamuan makan selama pesta berlangsung. Kira -  kira satu bulan sebelum pesta pemilik rumah menghubungi tetangga yang bisa dipercaya dan terbiasa pengalaman mengelola perjamuan pesta. Lalu pemimpin juru masak membentuk panitia kecil yang mempunyai tanggung jawab berbeda beda. Sebagai contoh untuk urusan menyediakan minuman teh dan kopi, memasak nasi, mencuci piring  serta perabotan, menyiapkan air dan kayubakar dikerjakan para bapak. Sedangkan para ibu memasak,belanja ke pasar dan sebagainya.

1343429623936873054
1343429623936873054
Karena di desa maka persiapan kayubakar  untuk tungku api sudah disiapkan jauh - jauh hari sebelumnya. Mereka membuat tenda khusus yang berfungsi sebagai dapur umum. Satu dua hari sebelum pesta, tetangga terutama kaum ibu sudah berdatangan untuk membantu mempersiapkan belanja sayur mayur . Mereka dari rumah masing - masing ,membawa pisau, serbet, panci, wajan dan beberapa alat masak yang dibutuhkan. Pada beberapa daerah para tenaga rewang juga  memberi / menyumbang  bahan masakan berupa beras , ayam, telur dan gula.
1343431548786071923
1343431548786071923
Pada saat  pelaksanaan memasak secara otomatis kendali di dapur  atau di tenda masak  dipegang oleh pemimpin juru masak. Ada semacam kesepakatan atau tatakrama tidak tertulis bahwa anggota keluarga, sanak saudara dan  tuan rumah penyelenggara pesta tidak diperkenankan menengok - atau keluar masuk tempat mereka memasak. Secara sosial diartikan bahwa dengan sering munculnya anggota keluarga atau penyelenggara pesta  ke tempat mereka memasak berarti mengurangi kepercayaan  pada tanggung jawab pemimpin juru masak dan para tetangga yang sedang rewang. Ketidakpercayaan ini akan menimbulkan kesalahpahaman. Lalu jika ada anggota keluarga penyelenggara pesta membutuhkan menu makanan mereka akan mengutus seseorang sebagai penghubung yang akan mengantar makanan kepada tuan rumah. Sehingga bisa terjadi sampai dengan perhelatan pesta usai . tuan rumah  sebagai penyelenggara sama sekali tidak masuk ke dapur.
1343431438422927188
1343431438422927188
Sedangkan bagi tetangga yang rewang akan seharian penuh berada di rumah pemilik pesta bahkan kadang mereka hanya pulang malam dan esok pagi kembali lagi. Sebagai contoh   salah satu perewang selama tiga hari mereka masak di rumah penyelenggara pesta . Maka tiap peserta rewang akan mendapat kiriman makanan beserta lauk pauknya bagi anggota keluarga yang ditinggal selama rewang. Inilah pengalaman saya ketika menyaksikan tradisi rewang ini. Mereka bekerja dengan sukarela. Memberi bantuan  tanpa memperhitungkan waktu dan tenaga. Sayang tradisi rewang ini perlahan mulai ditinggalkan  karena di desa sekarang juga sudah banyak usaha catering yang merambah pelosok desa.

13434302221514436671
13434302221514436671
Semoga  akan terus kita nikmati senda gurau para perewang, bau khas asap kayubakar dalam tungku, guyup dan hangatnya persaudaraan di desa, sajian dengan gaya "piring terbang"  ( makanan yang lengkap dengan lauk pauk  dibagi dalam piring - piring dan diedarkan melalui baki satu persatu) ke undangan tamu yang hadir tanpa meja prasmanan. Petugas yang membagikan makan ini biasanya adalah anggota karang taruna desa. Lalu setelah pesta usai mereka memasak  bubur sumsum  yang terbuat dari tepung beras halus dan diberi kuah gula merah untuk penghilang lelah.

13434374147030805
13434374147030805
( Foto Dok. Pribadi BCRT/2012)

Mungkin  kelak  secara perlahan jika  tradisi itu mulai memudar, paling kurang  kita pernah mencoba berbagi dan menuliskannya disini sebagai kenangan  tentang tradisi Rewang di desa. Jika kita pernah tingggal di desa pasti  pernah punya pengalaman rewang. Silahkan share pengalaman yang pasti akan memperkaya wawasan tentang tradisi masyarakat  kita. Salam cinta budaya dan tradisi. Bidan Romana Tari