Mohon tunggu...
Bobby Gulliano
Bobby Gulliano Mohon Tunggu... Mahasiswa - Jakarta

Saat ini penulis sedang dalam masa belajar menulis di ruang publik, mohon masukan yang membangun, agar ke depan dapat belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Vokasi: Perenungan akan Panggilan Ilahi dalam Keseharian

29 September 2022   11:16 Diperbarui: 29 September 2022   13:43 224 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Manusia dan aktivitas kesehariannya dalam menjalani suatu profesi, pekerjaan atau usaha disebut sebagai vokasi menurut KBBI. Vokasi  yang saat ini kita lakukan merupakan hasil dari berbagai faktor, antara lain:

- Pilihan diri sendiri (hobby, kegemaran, inspirasi, dll)

- Pilihan orang yang kita kasihi

- Konsekuensi dari kuliah atau kejuruan yang kita ambil

- Kesempatan bekerja hanya tersedia terbatas

- Hanya di terima di bidang yang digeluti saat ini

Vokasi  mengandung motif ekonomi, motif menafkahi keluarga, ataupun motif sosial. Bagaimana cara mengerjakannya pun memiliki beragam pilihan, mulai dari melakukan secara penuh integritas dengan nilai-nilai agama, biasa-biasa saja seperti orang lain pada umumnya, hingga menghalakan segala cara untuk mencapai tujuan.  Vokasi dapat pula dimaknai sebagai perwujudan dari panggilan hidup (cara menjalani dan menikmati kehidupan ini), terutama apabila apa yang sedang kita kerjakan sejalan dengan nilai-nilai kebaikan yang kita percayai. Namun semua pemaknaan, motif, dan cara mengerjakan tersebut, bersumber dari hikmat manusia dan hati nurani diri kita sendiri.

Secara iman Kristen, pada saat kita mengerjakan profesi, pekerjaan atau usaha dalam keseharian (vokasi), sang Ilahi dapat memanggil, mengarahkan, dan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu seturut kuasa dan kehendak-Nya. Pemahaman teologis vokasi inilah yang  memberikan arti dan misi (purpose)  yang lebih besar dari  sekedar  aktivitas pekerjaan atau usaha semata. 

Dalam iman Kristen, kita adalah Imago Dei (gambar dan rupa Allah) yang turut serta dalam Missio Dei (misi Allah). Oleh karenanya setiap kita diharapkan untuk dapat menghadirkan Allah yang bekerja melalui diri kita, dalam keseharian kita, untuk melayani sesama dan memelihara alam. Oleh karenanya ditengah-tengah keseharian yang sedang kita kerjakan, Tuhan dapat memanggil kita untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang spesifik dan unik bagi tiap individu, seperti beberapa contoh berikut:

1. Seorang karyawan IT yang setelah berproses, akhirnya meyakini bahwa Tuhan memanggilnya untuk memulai dan membina kelas-kelas Pendalaman Alkitab di kantornya.

2. Seorang kontraktor yang setelah berproses, akhirnya meyakini ada panggilan Tuhan secara spesifik untuk membantu rekan-rekan peternak dengan membangun restoran untuk membeli produk dari rekannya tersebut, sehingga ekonomi mereka terbantu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan