Mohon tunggu...
Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Mohon Tunggu... Penulis, Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Benda Langka dari Jambore Nasional 2016

13 Agustus 2016   21:49 Diperbarui: 17 Agustus 2016   22:58 0 0 0 Mohon Tunggu...
Benda Langka dari Jambore Nasional 2016
Benda langka berupa Sampul Peringatan Jambore Nasional X-2016 yang hanya dicetak 2.000 lembar, sementara peserta jambore sendiri mencapai 25.000 orang. (Foto: Indonesia Scout Journalist)

Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan kepanduan di Tanah Air, kembali menyelenggarakan Jambore Nasional (Jamnas) di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada 14 sampai dengan 21 Agustus 2016. Jamnas, sebagaimana jambore lainnya, adalah pertemuan para Pramuka Penggalang (11-15 tahun) yang diadakan dalam bentuk perkemahan dan biasanya berlangsung selama beberapa hari.

Jamnas kali ini merupakan Jamnas kesepuluh yang diadakan Gerakan Pramuka, sejak pertama kali menggelar Jamnas pada 1973 yang juga diadakan di tempat yang sama. Namun ketika itu, nama bumi perkemahannya belum seperti sekarang, hanya dinamakan Bumi Perkemahan Situbaru, mengacu pada nama danau yang berada di kawasan bumi perkemahan tersebut.

Beragam kegiatan telah disiapkan dalam Jamnas kali ini. Mulai dari kegiatan keterampilan kepramukaan, teknologi dan seni budaya, kegiatan perairan, wisata dan petualangan, sampai kegiatan yang dinamakan Global Development Village, suatu perkampungan yang berisi sanggar-sanggar tempat para peserta Jamnas dapat mengenal dan mendalami isu-isu terkini di masyarakat luas. Misalnya, masalah bahaya narkoba, bela negara, kerusakan lingkungan hidup, pentingnya perdamaian, menjaga hidup sehat, bahaya penyakit menular, sampai hak asasi manusia, menghindari dan tidak melakukan perundungan (bullying), dan banyak lagi.

Di luar itu, ada pula sejumlah pameran yang dapat dinikmati para peserta. Misalnya, pameran dari Kwartir Daerah seluruh Indonesia, yang menampilkan baik perkembangan kepramukaan di masing-masing daerah, sampai kerajinan, seni, dan kuliner khas yang ada.

Di bagian depan bumi perkemahan, tepatnya di dekat lokasi Pembina Perkemahan Induk (Binkemin) yang berkantor di Aula Jayakarta, terdapat pula pameran interaktif yang tak kalah menariknya. Salah satu pengisinya adalah PT Pos Indonesia yang kali ini menampilkan benda langka dari Jambore Nasional 2016.

Langka? Ya, tentu saja. PT Pos Indonesia menerbitkan Sampul Peringatan (SP) Jambore Nasional X-2016. Hanya tercatat 2.000 lembar SP yang diterbitkan. Bandingkan dengan jumlah peserta Jamnas kali ini yang diperkirakan mencapai 25.000 orang. Kalau pun satu peserta beli hanya satu lembar saja, sudah habis pada saat peserta ke-2000 membelinya. Padahal SP termasuk salah satu benda filateli yang banyak peminatnya.

Bukan itu saja. SP atau pun benda filateli lainnya dengan tema “Pramuka” merupakan tema yang disukai para filatelis, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Jadi dapat diperkirakan, tidak sedikit juga filatelis yang ingin membeli SP Jambore Nasional X-2016 walaupun dia bukan seorang peserta Jamnas. Artinya, tingkat kelangkaan benda filateli ini semakin tinggi, karena semakin banyak yang mencari, sementara persediaannya terbatas.

Apalagi harga SP itu masih terjangkau, hanya Rp 10.000 setiap lembarnya. Berarti kesempatan emas bagi para peserta Jamnas maupun filatelis yang menyukai tema Pramuka, untuk segera membelinya. Bila sudah habis di booth PT Pos Indonesia tersebut, tentu harganya akan meningkat. Tergantung pada permintaan pasar, dan bukan lagi harga resminya Rp 10.000.

Ingin membuat SP Jambore Nasional X-2016 itu sebagai memorabilia Pramuka yang lebih bernilai lagi? Cobalah berburu tanda tangan tokoh-tokoh Pramuka dari dalam dan luar negeri yang menghadiri Jamnas kali ini. Usahakan agar mereka mau menandatangani di atas SP Jambore Nasional X-2016. Maka, jadilah sebuah benda filateli otograf, suatu benda filateli yang dibubuhi tanda tangan tokoh terkenal, sebagai memorabilia Jamnas yang langka dan benilai tinggi.

Menariknya lagi, pada booth tersebut juga ada kesempatan untuk membuat prangko dengan foto diri masing-masing. Dikenal dengan nama Prisma atau Prangko Identitas Milik Anda, ini juga cara unik untuk membuat prangko dengan foto berseragam Pramuka. Suatu cara yang dapat menambah koleksi memorabilia kepramukaan, khususnya memorabilia dari Jamnas kali ini. Kenang-kenangan khas yang juga dapat menjadi memorabilia langka bagi peserta Jamnas. Bahkan dapat pula dimanfaatkan untuk mengirim surat pos atau kartu pos ke alamat rumah dengan menempelkan Prisma tadi pada amplop surat atau kartu pos yang dikirimkan.

Unik dan menarik.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x